Home / Berita / Seminar Nasional dan FGD : Keterbukaan Informasi untuk Pelayanan Publik
Perkembangan teknologi dan informasi ternyata tidak serta merta menjadikan seluruh rakyat Indonesia terlepas dari sindrom gagap teknologi. Faktanya, masih banyak masyarakat yang tidak mampu mengoperasikan internet dengan semestinya.

Seminar Nasional dan FGD : Keterbukaan Informasi untuk Pelayanan Publik

Pijar, Medan. Perkembangan teknologi dan informasi ternyata tidak serta merta menjadikan seluruh rakyat Indonesia terlepas dari sindrom gagap teknologi. Faktanya, masih banyak masyarakat yang tidak mampu mengoperasikan internet dengan semestinya. Bukan hanya itu, bahkan situs kementerian dan lembaga yang seharusnya sarat akan informasi, sangat jauh dari harapan. Tampilan yang kurang menarik hingga kesulitan penemuan melalui search engine, menjadi problema yang seharusnya tidak dialami oleh situs instansi resmi selevel kementerian. Beberapa hal tersebut merupakan sebagian kecil dari informasi penting yang dibahas pada Seminar Nasional dan Focus Group Discussion (FGO)  (25/6).

Bertempat di Ruang Sidang FISIP USU, seminar ini mengambil topik mengenai bagaimana memanfaatkan situs Kementerian dan lembaga untuk kepentingan pelayanan publik di Sumatera Utara. Bima P. Santosa, MFM, mengaku bahwa Seminar ini merupakan salah satu proyek dari Paramadina Public Policy Institute (PPPI) yang bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk salah satuya Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Wakil Rektor Universitas Paramadina ini juga mengatakan bahwa tujuan diselenggarakan acara ini, yaitu sebagai sarana dalam penyampaian informasi, bahwa setiap orang diberikan haknya dalam memperoleh informasi (Pasal 28 F UUD 1945), hanya saja tidak banyak orang yang mengetahuinya. Selain itu, seminar ini juga menjadi wadah bagi PPPI untuk mendorong kebijakan publik dengan mendukung pemerintah, khususnya Sumatera Utara dalam hal keterbukaan anggaran melalui website resmi yang dimiliki.

Seminar ini dibuka oleh Dekan FISIP USU, Prof. Dr. Badaruddin. Pada kesempatannya, beliau menyinggung sedikit mengenai pentingnya keterbukaan informasi dan masyarakat harus siap menerimanya dengan hal yang positif. Seminar ini mendatangkan peserta dari berbagai kalangan, seperti dosen, perwakilan pemerintah hingga mahasiswa. Sebelum masuk ke ruangan, peserta juga dibekali dengan kertas materi yang disampaikan narasumber nantinya. Hal tersebut dijadikan sebagai penunjuk mengenai arah pembicaraan narasumber. Di awal acara, para peserta juga dimanjakan dengan coffee break dan dilanjutkan dengan penyampaian materi.

Menghadirkan tiga pembicara handal, Wicaksono, Abdul Rahman Ma’mun dan Dr. Iskandar Zulkarnain, M.Si, menjadikan seminar ini menarik dan berkualitas. Sebelum para narasumber menyampaikan materi mereka, peserta disuguhkan dengan pemutaran video yang berisi tentang pandangan publik mengenai website kementerian, serta upaya dalam membangun website tersebut. Wicaksono, atau yang lebih dikenal dengan Ndoro Kakung, menyampaikan materi pertama mengenai pemanfaatan situs kementerian untuk pelayanan publik. Beliau juga menyajikan tampilan – tampilan website kementerian/lembaga yang mendapatkan penghargaan sepuluh situs terbaik dan yang terburuk.

Seminar diambil alih oleh Abdul Rahman Ma’mun, Ketua Komisi Informasi. Beliau memberikan sajian mengenai keterbukaan informasi publik serta kiat – kiatnya. “Keterbukaan informasi publik merupakan kerjasama antar semua pihak, baik dari pemerintah dan masyarakat,” jelasnya. Beliau juga menambahkan tentang kategorisasi informasi yang boleh dibuka kepada publik dan yang tidak. Materi dilanjutkan oleh Dr. Iskandar Zulkarnain, M.Si yang memberikan penjelasan mengenai bagaimana membangun kesadaran masyarakat dan pentingnya keterbukaan informasi publik. Dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU tersebut memberikan fakta – fakta menarik seputar penggunaan internet sebagai sumber informasi bagi masyarakat Indonesia.

Euforia seminar semakin terasa ketika sesi tanya jawab berlangsung dan dibuka dalam dua sesi. Peserta terlihat tidak mau menyia – nyiakan kesempatan emas tersebut. Tidak sedikit dari peserta yang bertanya dan menanggapi mengenai jarangnya situs kementerian/lembaga yang diakses. Mereka beranggapan bahwa tampilan yang tidak menarik serta kurang update menjadi faktor utama permasalahan tersebut. Selaras dengan anggapan peserta, narasumber juga mengatakan bahwa hal itu menjadi tugas pemerintah, untuk memaksimalkan fasilitas yang ada dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Abdul Rahman Ma’mun, salah satu narasumber juga menambahkan bahwa kurang terbukanya pemerintah dalam memberikan informasi untuk pelayanan publik akan mengurangi kepercayaan masyarakat.[BP]

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

FOTO 2

Mahasiswa Sumatera Asah Pola Pikir di Ngabuburit Ala XL Future Leaders Medan

Setiap menjelang berbuka puasa, ngabuburit merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan oleh setiap orang. Banyak hal menarik yang bisa dilakukan, namun berbeda dengan ngabuburit ala XL Future Leaders (XLFL) Medan kali ini, mereka mengadakan sharing session yang bermanfaat di Bulan Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan di GH Corner, Jalan Dr. Mansyur Medan, pada Sabtu (26/05) dari pukul 16.00.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *