Home / Jalan-Jalan / “Bakpia Kacang” Kue Melegenda Lembut di Mulut 

“Bakpia Kacang” Kue Melegenda Lembut di Mulut 

Annisa Rahmi

Medan, Pijar. Bakpia merupakan makanan yang melegenda hingga sekarang dengan bahan dasar campuran kacang hijau dan gula yang dibungkus dengan tepung. Sejarah bakpia ini awalnya membawa warga Tiongkok. Disana kue ini bernama “Tou Luk Pia” yang artinya adalah kue pia atau kacang hijau dan arti dari kata “bak” adalah daging dan “pia”  yang berarti kue. Jika diartikan secara harfiah kue yang berisikan daging, bakpia berisikan daging sendiri ada di negeri asalnya yaitu Cina. Sedangkan  di Indonesia kue bakpia disulap menjadi kue yang berisi kacang hijau dengan rasa manis dan lembut yang sudah dihaluskan terlebih dahulu.

Bakpia kacang hijau ini menjadi oleh-oleh khas Daerah Istimewa Yogyakarta. Bakpia yang terkenal di Yogyakarta adalah bakpia Pathuk dengan nomor-nomornya. Kenapa disebut bakpia pathuk ? Karena pathuk adalah nama kampung dari daerah Yogyakarta yang pertama kali membuat kue bakpia kacang hijau dengan rasa yang enak, lembut, manis dan tidak enek. Mereka menjaga mulai dari proses memasaknya, takarannya, hingga ketelitian pemasaknya dalam memilih kacang dan tepung yang baik. Bakpia pathuk memiliki nomor yang berbeda-beda dikarenakan dahulu para produsen bakpia kacang hijau ini tidak mengenal yang namanya “merek” atau “brand”, dengan tidak adanya merek maka dicantumkanlah nomor rumah para produsen bakpia pathuk Yogyakarta.

Bakpia pathuk asal Yogyakarta ini tidak hanya memiliki varian rasa kacang hijau saja, tetapi mereka sudah mulai bereksperimen dengan varian rasa durian, coklat, keju bahkan bakpia bekatul. Bakpia bekatul ini adalah bakpia yang berbahan dasar kulit ari atau kulit luar halus dari beras dan berwarna coklat. Selama ini bekatul hanya diposisikan sebagai pakan ternak, padahal sebenarnya bekatul kaya akan vitamin B, vitamain E, asam lemak esensial, serat pangan, protein dan juga asam ferulat. Bakpia bekatul ini hasil dari inovasi para mahasiswa/mahasiswi UGM Yogyakarta, mereka berinisiatif dan memikirkan daripada kulit beras atau bekatul ini dibuang mereka mengolahnya menjadi makanan yang enak dan mengubah pemikiran masyarakat terhadap bekatul yang hanya dipakai sebagai pakan ternak saja.

Selain bakpia asal Yogyakarta, Medan juga memiliki bakpia rajawali yaitu kue kacang asal Tebing tinggi, Medan. Tak kalah enak dengan bakpia pathuk asal Yogyakarta. Tetapi ada beberapa perbedaan yang mendasar mulai dari segi warna dan tekstur bakpia masing-masing asal kota ini. Sempat saya singgung sebelumnya jika bakpia pathuk asal Yogyakarta lembut, manis dan tidak enek. Berbeda dengan Bakpia Pathuk, bakpia Rajawali lebih renyah karena proses memasaknya hampir berbeda yaitu dengan cara digoreng.

Tidak kalah menariknya selain bika ambon oleh-oleh khas kota Medan lainnya adalah bakpia kacang hijau rajawali. Bakpia ini sudah menjadi oleh-oleh khas yang tak terlupakan jika para wisatawan berkunjung ke kota Medan.

Untuk sobat Pijar silahkan mencoba bakpia kacang hijau baik itu bakpia pathuk asal Yogyakarta maupun bakpia rajawali Tebing tinggi, Medan.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: https://nonikhairani.com/2015/08/24/medan-little-china-town-asia-mega-mas/

Nasi Goreng Bombay, Nasi Goreng Tanpa Nasi

Nasi goreng Bombay salah satunya. Jika menilik namanya, umumnya kita akan berpikiran bahwa makanan ini berbahan dasar nasi dengan campuran bawang Bombay. Nyatanya, makanan ini sangat berbeda dengan namanya. Bagaimana tidak, nasi yang menjadi bahan dasar nasi goreng tidak akan kita temukan di dalam olahan ini.

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *