Home / Jalan-Jalan / Bubur Pedas: Kuliner Setahun Sekali

Bubur Pedas: Kuliner Setahun Sekali

Sumber gambar : indonesianmedanfood.blogspot.com

Annisa Nahda

Pijar, Medan. Ada banyak jenis bubur yang menggugah selera misalnya bubur ayam, bubur kacang hijau dan bubur lainnya. Kali ini akan dibahas mengenai bubur pedas. Apa itu bubur pedas? Bubur Pedas adalah makanan khas Melayu Sambas, khususnya Kalimantan Barat. Pada umumnya Bubur Pedas ini tidak hanya ada di Sambas, Singkawang, Bengkayang, Mempawah dan Pontianak. Ternyata Bubur Pedas ini dapat ditemukan  di Negeri Jiran juga lebih tepatnya di Sarawak. Ada yang menarik dari sejarah Bubur Pedas ini. Pada zaman dahulu anak-anak perempuan keturunan Melayu ketika bosan akan memasak bersama-sama untuk membuat Bubur Pedas. Masing-masing mengumpulkan sayur-sayuran dan bumbu yang akan digunakan. Setelah itu mereka bersama-sama menentukan di rumah siapa dan kapan akan membuat Bubur Pedas.

Rasa pedas yang dihasilkan bubur pedas bukanlah berasal dari pedasnya cabai, melainkan dari pedasnya merica. Bubur yang kaya dengan rempah-rempah ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh, antara lain yaitu dapat menyegarkan tubuh, membuat badan menjadi hangat dan mengusir angin yang berada di dalam tubuh.

Bubur pedas biasanya terbuat dari bubur nasi yang dicampurkan dengan bumbu seperti cengkeh, buah pala, ketumbar, serai dan kayu manis. Kemudian diberi tambahan seperti kentang, ubi jalar, ebi, daun jeruk dan cumi-cumi. Walaupun bumbu dasar dalam pembuatannya sama saja, beberapa daerah memiliki bahan campuran yang berbeda-beda.

Bagi kalian penikmat penganan pedas yang satu ini, kalian hanya bisa menikmatinya sekali setahun saja karena bubur ini hanya bisa dijumpai pada saat bulan Ramadhan. Rasa pedas dengan wangi yang khas menjadikan bubur ini sebagai menu favorit untuk berbuka puasa. Biasanya bubur pedas disajikan dengan paduan bubur dan anyang. Anyang juga memiliki banyak jenis, yaitu anyang jantung dan anyang pakis. Anyang merupakan makanan campuran dari daun pakis, tauge,bawang merah dan cabai. Paduan pedas, asam dan asin menjadikan makanan ini sebagai pelengkap hidangan bubur pedas.

Bubur ini dapat dijumpai di beberapa kawasan Kota Medan seperti Ramadhan Fair dan Tanjung Morawa. Bulan Ramadhan adalah kesempatan bagi sobat Pijar untuk merasakan kenikmatan bubur ini dengan sensasi kehangatan yang diciptakan oleh rempah-rempahnya. Mungkin tampilannya akan membuat sobat Pijar berpikir ulang untuk membelinya, tetapi selalu ingat bahwa jangan hanya menilai dari penampilannya saja. Tampilan boleh tidak menarik tetapi soal rasa tidak perlu diragukan lagi.

Wina seorang ibu rumah tangga yang sering membuat bubur pedas memberikan tips supaya rasanya semakin nikmat yaitu dengan memberikan tambahan mentega agar lebih kental dan gurih. Semua rempah-rempah yang dibutuhkan untuk pembuatan bumbu bubur pedas dijemur selama 3-4 hari, setelah benar-benar kering bumbu dihaluskan lalu digongseng. Ketika proses penggongsengan aroma yang memenuhi seluruh ruangan akan menggoda kita untuk segera menyantapnya. Silahkan mencicipi sobat Pijar!

Redaktur Tulisan : Novita Arum

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

IMG-20190403-WA0051

Menikmati Kopi Ala Rumahan di Ompu Gende

Ompu Gende merupakan coffee shop yang berdiri sejak pertengahan 2017 dan berada di jalan Chrysant VI No. 76 Tj. Sari, Medan Selayang. Ompu Gende terletak di komplek rumah yang jauh dari bisingnya lalu lintas sehingga membuat pengunjung merasa tenang dan merasa nyaman seperti di rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *