Home / Jalan-Jalan / “Warunk Everyday,” Estetika Klasik dan Modern

“Warunk Everyday,” Estetika Klasik dan Modern

Riska Lie Fany

Pijar, Medan. Jika ditanya mengenai tempat nongkrong, mungkin yang terlintas di benak sobat Pijar semua pasti dengan suasana yang nyaman, bagus dan sekaligus harga makanan maupun minuman terjangkau. Murah, nyaman dan menawarkan konsep klasik tapi terkesan mewah, Warunk Everyday merangkum semua itu. Warunk yang memiliki ciri khas sentuhan nuansa klasik nan modern ini terletak di Jalan Dr. Mansyur No.77 yang buka pukul 10 pagi hingga 11 malam.

Memasuki Warunk ini, kesan simple dan klasik terlihat dari luar halaman parkir. Namun ketika sudah memasuki daerah bagian dalam suasana modern sudah mulai terlihat dan juga interior yang digunakan sangat sesuai dengan suasananya. Di dalam ruangan menggunakan meja serta kursi kayu, ada juga berbagai macam gambar-gambar bangunan yang dibingkai, serta sepeda dan kursi klasik sebagai fantasi kepada pengunjung untuk tempat ber-selfie. Bagian belakang diberi sentuhan suasana outdoor yang sejuk dengan beralaskan rumput alami sehingga kesan alam yang natural tersampaikan.

Konsep simple dan klasik tetapi ada sentuhan kekiniannya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. “Dikonsep dengan ciri khasnya adalah untuk yang namanya konsep anak muda, terutama mahasiswa. Kita membuat konsep ini bagaimana daya tarik untuk mahasiswa, jadi konsep untuk mahasiswa kemudian dengan kekinian dan makanan juga harga mahasiswa. Berbeda dengan yang lain harganya yang tinggi, kalo mahasiswa Rp 50.000,- berdua sudah bisa di sini. Dengan harga yang ekonomis dan fasilitas yang ada. Jadi sebenarnya konsep Warunk Everyday ini sendiri adalah konsep yang unik lain dari yang lain ciri khasnya, terutama manajemennya sendiri,” jelas Ali Amran, Manager Warunk Everyday.

Ciri khas yang dimaksudkan di sini seperti, ketika pengunjung datang sudah digreetings atau disambut dengan pelayanan yang ramah serta sudah disediakan permainan seperti UNO stacko, UNO kartu, papan scrabble dan lainnya. Hal ini menjadi cara untuk menarik pengunjung. “Sebenarnya dalam bisnis itu adalah bagaimana cara menjual meja. Namun dari pihak manajemen sendiri memberikan satu fasilitas permainan kepada pengunjung salah satunya permainan UNO dan lain-lain,” ungkap Ali.

Namun tidak lengkap rasanya jika tempat nongkrong tidak dibarengi dengan menu makanannya. Di Warunk Everyday ini menyediakan menu sederhana, yang disediakan untuk kalangan menengah ke bawah tetapi cocok juga untuk kalangan atas. Menu sederhana itu seperti indomie dengan tampilan yang sudah dimodifikasi, lalu untuk menu steak juga ada dengan harga yang masih dibawah Rp 30.000,- sehingga masih terjangkau untuk berbagai kalangan terutama mahasiswa yang menjadi target utamanya.

“Untuk pemilihan lokasi sebenarnya kita sudah ada target marketingnya sendiri. Kita punya target, yaitu sasarannya memang pangsa pasarnya mahasiswa, bukan berarti kita meninggalkan yang lain, tapi yang utama kita untuk mahasiswa. Kenapa mahasiswa, karena mereka bisa belajar di sini, bisa diskusi di sini, dalam artian ini bisa jadi tempat ngejam bareng. Karena di sini dibuat konsepnya, konsep mahasiswa. Seperti mahasiswa jika ada KTM ada diskon 10%, memang untuk mereka. Konsep kita buat tidak menjadi patokan untuk menunggu tamu dari luar saja tapi mahasiswa,” jelas Ali ketika ditanya mengenai pemilihan lokasi.

Hal yang tidak kalah unik juga dengan penggunaan nama Warunk bukan Cafe seperti kebanyakan tempat makan. Penggunaan nama Warunk ingin terdengar sederhana sehingga para pengunjung tidak takut dan ragu-ragu ketika ingin mencobanya. Istilah lain bahwa Warunk yang dikonsep mewah seperti cafe menimbulkan rasa penasaran ingin berkunjung, ini salah satu strategi marketing yang diciptakan.

“Fasilitasnya dengan sentuhan modern, walaupun ini juga belum seratus persen, nanti di bagian belakang ada akustik band dan taman-taman akan dihiasin lagi. Jadi kesannya akan sangat asik jadi tempat nongkrong. Seperti saya bilang ini jadi tempat ngejam bareng anak-anak muda sekarang. Makanan dan minuman harganya terjangkau dengan kantong mereka, artinya mereka tidak takut untuk masuk kemarin, walaupun dari luar terlihat mewah. Kita juga menyediakan paket ulang tahun dan acara-acara untuk mahasiswa,” tambah Ali.

Begitu juga dengan para pengunjung yang terlihat nyaman, asik, dan seru berkumpul saling bermain permainan yang sudah disediakan. Suasana ramai sangat terasa di Warunk ini, beberapa pengunjung mengungkapkan pendapatnya seperti mahasiswi USU ini, “Warunknya asik, enak, cozy, enak jadi tempat nongkrong dan bagus. Terus aku dengar harganya juga terjangkau jadi pas buat anak kuliahan. Ini baru pertama dan langsung suka aja konsepnya bagus. Untuk makanan sebanding dengan harga dan rasa. Suanana nyaman dan instragramable banget ya, dari luar juga bagus tadi juga sempat foto-foto di luar dan di dalam juga bagus. Cahayanya bagus buat foto-foto, nyaman deh pokoknya,” ungkap Shinta Louisa saat ditanya kesan terhadap Warunk Everyday.

“Ini first time bagiku, tapi baik sih karena memang ruanganya cukup terbuka, pas untuk mahasiswa. Karena bagiku kalau untuk warunk pas bagi mahasiswa memang warunk yang cukup terbuka dia. Kesannya pertama rame, nyaman karena memang banyak tempat duduk yang banyak macamnya, jadi kita free untuk milih dan sesuai yang kita mau dan kenyamanan kita. Kalau konsepnya sih ada perpaduan klasik ya, vintage-vintage gitu. Jaranglah kayak gitu, biasanya yang kita temukan sepenjang jalan Dr. Mansyur cafe itu yang lebih nuansa modern kalau ini lebih ke vintage dan aku pribadi baguslah,” tutur Ginta Ginting, mahasiswa USU yang juga berkunjung.

Warunk Everyday ini masih bisnis tunggal, yaitu baru pertama ada di kota Medan. Untuk yang pertama terletak di jalan Dr. Mansyur, sedangkan untuk penambahan cabangnya akan segera dibuka di daerah Ringroad dan juga akan ada di dalam mall. Warunk Everyday ini menginginkan sebuah tempat makan yang cocok untuk semua kalangan dengan suasana klasik dan modern, namun tetap sederhana dalam hidangan yang ada.

“Saya berharap lebih maju, lebih baik lagi, suasananya lebih meriah lagi yang mana konsepnya dibikin untuk kekinian dan untuk semua masyarakat datang kemari melihat Warunk Everyday. Sejauh ini alhamdulillah ada peningkatan, tapi banyak juga yang harus kita benahi di dalam ini, masih ada kekurangan sana sini. Saya sebagai manager berharap bisa datang kembali dan kita minta masukkan melalui media sosial kita dan kita akan tanggapi jika ada masukkan buat kita,” tutup Ali saat ditanyai harapan kedepannya.

Bagaimana sobat Pijar, tertarik bukan untuk berkunjung dan mencicipi makanannya serta menikmati suasana warunk sekelas cafe. Datang saja bersama teman-teman sejawat ataupun berkumpul dengan keluarga sambil menikmati makanan dan bermain.

Redaktur Tulisan : Maya Andani

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Pusat Pengkajian Komunikasi Massa (P2KM), Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

image

Mengulik Bali: Destinasi Rekreasi Alternatif dan Permasalahannya

Namun, di balik gemerlapnya kota ini menyisakan satu persoalan klasik, yaitu kurangnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *