Home / Lifestyle / Amalan di Bulan Ramadhan : Melakukan Tadarus Beramai – ramai

Amalan di Bulan Ramadhan : Melakukan Tadarus Beramai – ramai

Sumber gambar : Auto Smart

Muhammad Reza Iskandar Lubis

Pijar, Medan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa dalam Islam. Seperti yang kita ketahui, Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Selain berpuasa, kita juga harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Amalan atau aktivitas di Bulan Ramadhan tidak hanya berpuasa. Namun, ada berbagai macam amalan-amalan ibadah yang sangat dianjurkan di Bulan Ramadhan.

Setiap Bulan Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba mengumpulkan pahala dengan melaksanakan shalat tarawih dan membaca Al-Qur’an atau yang biasa dikenal dengan tadarus. Membaca atau tadarus Al-Qur’an merupakan amalan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan dan diperbanyak di bulan suci Ramadhan.

“Tadarus amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam, terutama dalam mentadabburin Al-Qur’an”, ujar Dian Agung Ismail, mahasiswa Unsyiah.

“Dengan bertadarus, terutama dengan mengetahui kandungan isi Al-Qur’an dan banyak membacanya, maka hati kita tidak akan pernah merasa sepi dan kosong, hati akan selalu diterangi oleh cahaya Al-Qur’an”, tambah Dian.

Kegiatan tadarus ini biasanya dilakukan di Mesjid-mesjid, Musholla, maupun rumah masing-masing. Kebanyakan umat Islam yang bertadarus, dilakukan dengan beramai-ramai. Tujuannya untuk mengoreksi, memperbaiki dan menyimak bacaan dari teman serta mempermudah mengkhatamkan Al-Qur’an.

Adapun kegiatan tadarusan yang kita lihat sehari-hari ini, sepertinya nyaris tanpa pengkajian makna tiap ayat, yang ada hanya sekedar membaca saja.Terkadang benar dan tidaknya bacaan tidak terperhatikan karena tidak adanya ustadz yang ahli di bidang membaca Al-Qur’an yang bertugas membenarkan bacaan tersebut.

Bentuk tadarusan seperti itu lebih tepat menggunakan istilah tilawah wal istimak. Kata tilawah berarti membaca, dan kata istimak yang berarti mendengar.

“Akan tetapi lebih baik kalau kita tadarus ramai–ramai di Mesjid. Karena kita tidak hanya mengejar khatam saja, kita juga bisa saling mengoreksi dan menyimak bacaan teman dan memperbaiki bacaan kita sendiri, sehingga menjadi lebih baik lagi dan juga bisa menambah semangat dalam silaturahmi”, tutup  Dian.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : Google.com

MEDIA SOSIAL : LADANG PAHALA ATAU SEKADAR POPULARITAS

Saat popularitas mengalahkan kualitas, dimana letak peran media sosial ? Gawai (gadget) dan media sosial ibarat kembar siam yang terlahir dari dunia maya. Media sosial, nama yang

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *