Jumat, 28 Juli 2017
Home / Sosok / ”Jadikan Kelemahanmu Menjadi Kelebihanmu,” Isron Hasibuan, Pemenang IV Duta Bahasa SUMUT

”Jadikan Kelemahanmu Menjadi Kelebihanmu,” Isron Hasibuan, Pemenang IV Duta Bahasa SUMUT

Sumber gambar : Balbina Publisher

Balbina Publisher 

Mahasiswa muda yang kerap disapa Isron kelahiran Paranjulu, 19 September 1995 ini adalah Mahasiswa Matematika 2013 Fakultas MIPA USU. Ia adalah salah satu sosok penginspirasi yang memiliki banyak prestasi. Berasal dari keluarga yang sederhana dan hanya dibesarkan oleh seorang ibu tidak membuat Isron patah semangat untuk menjadi orang yang sukses dan membanggakan. Ayahnya sudah lama meninggal sejak ia berumur 4 tahun dikarenakan kecelakaan tabrak lari dan meninggal di lokasi kejadian. Mirisnya, ayahnya meninggal di depan mata kepala Isron sendiri. Hal ini yang membuatnya bersemangat untuk bangkit dan bertekad menjadi orang yang sukses dan membanggakan pastinya. Karena hal ini jugalah Isron terbiasa hidup mandiri sejak kecil. Hingga saat ini ia mampu membiayai hidupnya sendiri bahkan sudah bisa memberikan uang kepada ibunya dari prestasi yang ia dapatkan.

Pemenang IV Duta Bahasa ini memulai kesuksesannya dari titik awal yaitu menjadi seorang MC biasa dan sekarang menjadi sebuah hobi yang mengantarkannya menjadi mahasiswa yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Dalam bidang Akademik, Isron mendapat juara 1 Essay Matematika Nasional. Dalam bidang non akademik, Isron sering sekali mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran dan mendapatkan juara 3 se-universitas dan masih banyak lagi prestasi yang ia dapatkan.

Bukan hanya berprestasi, Isron juga sangat aktif di beberapa organisasi. MC merupakan salah satu hobinya. Dia sangat senang apabila dapat memandu suatu acara dengan sukses. “Kalau ditanya acara apa aja yang sudah pernah saya pandu, saya lupa karena sudah banyak acara yang saya pandu, tapi saya memang sering memandu acara Olimpiade Siswa Tingkat Sumatera Utara, dan pada acara Si Games USU 2016 kemarin, honor saya mencapai 1 juta dalam satu hari. Itulah honor tertinggi saya saat ini dengan waktu yang singkat,” ujarnya. Banyak kegiatan yang ia lakoni tidak membuat prestasi dan IPK-nya menurun.

Selain aktif memandu acara olimpiade, Isron juga pernah memandu acara tingkat nasional pada lomba Karya Tulis Nasional “INSTINC”  yang diselenggarakan oleh departemen Fisika USU selama 3 hari di Bulan Oktober 2016 silam. Isron juga pernah memandu acara Seminar Internasional di Gelanggang Mahasiswa USU dengan pembicara utama dari Amerika bersama dengan pembicara dari berbagai universitas di Indonesia seperti ITB, UI dan sebagainya, pada acara “Seminar SiManTap” yang rutin dilakukan oleh “Indo MS” dengan tuan rumah Departemen Matematika Universitas Sumatera Utara tahun 2016. Disela kesibukannya, pemuda ini masih menyempatkan diri menjadi host pada acara pemilihan “Munsyd Generation” tingkat kota Medan selama 3 bulan di Cafe “Awak Punya Waroeng Kampoeng Deli” setiap Malam Rabu dari jam 20.00-23.00 WIB.

Saat ini Isron menjabat sebagai ketua Forum Negarawan Muda Regional Indonesia. Isron  juga turut andil menjadi seorang relawan yang mengajar di perkampungan-perkampungan yang jauh dari kota dan keterbatasan secara finansial. Ia juga memiliki hobi menulis sejak kecil. Ia sering menulis cerita-cerita fiksi dan sering mengirimkan hasil ceritanya ke media. Isron juga sering mengikuti perlombaan menulis karya ilmiah dalam bentuk essay. Yang paling membanggakan adalah dibukukannya karya cerita pendek yang berjudul “Aku dan Perjalanan Hidupku” yang dirangkum dalam buku “Langkah Tak Beraturan” oleh Gamadiksi USU. Cerita pendek tersebut bercerita tentang kisah hidupnya yang menginspirasi.

Pria muda berprestasi keturunan Batak ini, pernah menjadi juara 1 Nasional pada lomba essay matematika terapan dalam acara “Matematika Fair” yang diselenggarakan oleh HMJ Matematika Universitas Negeri Medan pada September silam. Selain itu, ia juga berbakat dalam kepenulisan bernuansa Islam. Hal itu terbukti lewat tulisannya pada cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Alquran dengan topik “Gender Dalam Persfektif Al-Quran” membuatnya menjadi juara 2 dalam rangkaian acara MTQ Kabupaten Deli Serdang ke-50 tahun 2017. ”Segala hal rupanya dapat dipelajari dan coba sajalah, ketika saya sendiri hampir tidak mempercayai kemampuan saya, tetapi kemauan dan niat yang menggebu-gebu mampu mematahkan semua ini,” ungkap Isron menceritakan ketika dirinya tidak mempercayai memperoleh juara dan membawa uang Rp5.000.000,- dalam kompetisi tersebut. Kompetisi yang serupa juga membuatnya sebagai semifinalis dalam lomba Karya Tulis Ilmiah Kandungan Alquran “MAMAQ” yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang.

Pada tahun 2015 lalu, ia pernah menjadi delegasi USU pada Musyawarah Kerja Nasional Jaringan Rohis Mipa Nasional (Musykernas JRMN) di Universitas Negeri Yogyakarta. Disusul tahun 2016 ia juga jadi delegasi dalam acara yang sama di Universitas Andalas, Sumatera Barat dan menjadikannya sebagai Koordinator wilayah Sumatera Utara hingga sekarang. Baru-baru ini, Isron juga mendapatkan juara 1 Cipta Puisi “Sport Art Competition” PEMA FMIPA USU 2017. Tidak heran jika ia mendapatkan banyak pujian dari teman-temannya di salah satu media sosial yang ia punya yaitu Instagram “isron_hsb” saat isron  meng-uploud fotonya yang memegang piala. Diantaranya, Instagram atas nama kikisudari97, “Wah juara terus” dan atas nama dimastauhid10, “Aduuhh gak tahan deh liatnya juara terus wkwk. ” Dengan lantangnya Isron menjawab, “Skala kecik ini.”

Begitu banyak prestasi yang sudah ia dapatkan. Pria yang sekarang menjabat sebagai ketua “School For Nation Leader”, Forum Negarawan Muda Indonesia Regional Sumatera ini juga dikenal dengan sosok yang supel dan memiliki banyak teman dari berbagai Universitas di Indonesia. Hal itu karena seringnya Isron naik turun pesawat di kota yang berbeda. “Dulu ketika di bangku MAN tepatnya di MAN Marenu, sebuah sekolah yang berada di pedalaman yang jauh dari riuk piruk perkotan apalagi bandara, saya sempat bercita-cita untuk pernah merasakan terbang di atas awan,” ungkapnya dengan nada haru.

Tidak hanya aktif di bidang public speaking, menulis, dan forum kepemudaan, mahasiswa Bidik Misi ini juga aktif dalam kegiatan sosial. “Menjadi mahasiswa itu harus unggul setidaknya dalam 3 hal, yakni prestatif, organisasi, dan kontribusi sosial,” ujar Isron. Salah satunya dalam kegiatan sosial adalah keaktifan Isron menjadi volunteer pada Lembaga Amil Zakat “Ulil Albab”. Mejadi pemateri atau lebih tepatnya pemberi motivasi bagi adik-adik yang berada di Kaki Gunung Sinabung adalah kegiatan rutin yang sering Isron lakoni bersama volunteer lainnya lewat “Demo Sains, Mendongeng, Tebar Qurban, serta memotivasi terkait kiat untuk bersyukur dan sukses.

Beliau  bersama sahabat lain di Ulil Albab juga aktif menjadi Pembicara dan Instruktur pada pesantren kilat ketika Bulan Ramadhan tiba di berbagai sekolah yang ada sekitar kota Medan. Finalis Duta Bahasa 2017 ini juga sedang sibuk mengerjakan Tugas Akhirnya. “Meskipun jarum jam seolah lebih kencang mengejarmu namun manfaatkanlah waktu tersebut, karena dia tidak akan pernah kembali menyapamu. Menginspirasi itu jauh lebih penting dari sekedar berprestasi. Jadilah agen of changes, ubah duniamu dan peduli akan sekitarmu,” jelas Isron.

Berprestasi, pintar, rendah hati, ramah, tidak sombong, rajin beribadah, hal-hal baik telah dirangkap oleh Isron Hasibuan. Begitu banyak inspirasi yang telah Isron berikan kepada kita semua. Tidak mudah bagi kita untuk bisa menjadi seperti Isron yang hanya punya seorang Ibu tetapi memiliki banyak hal yang bisa dibanggakan. Ia bangkit sehingga menjadi sosok yang sangat menginspirasi salah satunya adalah dengan tidak menghiraukan omongan orang yang mencaci atau menghinanya.  “Sebab kita hanya memiliki 2 tangan, selain untuk menutup kedua telinga dikarenakan ketidakmungkinan menutup mulut mereka satu persatu. Juga bisa untuk menutup mulut sendiri agar bisa berhati-hati. Sebab mulutmu adalah harimaumu,” jelas Isron dengan tegas.

 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Pusat Pengkajian Komunikasi Massa (P2KM), Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Check Also

Sumber gambar : ZieViz Publisher

Raih Prestasi dengan Bahasa Inggris

Sosok yang tidak mudah puas diri terhadap ilmu dan pengetahuan ini terus belajar dan mengasah kemampuannya dengan sering mengikuti perlombaan pidato Bahasa Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *