Jumat, 28 Juli 2017
Home / Hiburan / Mengingat Tuhan Melalui Tembang “Andaikan Kau Datang Kembali”

Mengingat Tuhan Melalui Tembang “Andaikan Kau Datang Kembali”

Sumber gambar : google.com

Cici Alhamdaina

Pijar, Medan. Jika mendengar lagu “Andaikan Kau Datang Kembali” sudah pasti tidak terasa asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Lagu milik Koes Plus yang begitu hits hingga sekarang ini masih sering kita dengar di berbagai acara hiburan televisi maupun pada hajatan-hajatan pernikahan. Namun, apa sebenarnya makna yang ingin disampaikan dalam lagu ini?

Dilansir dari m.metrotvnews.com, lagu yang dipopulerkan kembali oleh grup band Noah ini ternyata bukanlah ditujukan untuk pasangan kekasih. Tetapi, memiliki makna yang dalam dan sarat tentang kehidupan. Kehidupan yang digambarkan merupakan bentuk hubungan secara vertical, yaitu kepada Tuhan.

Terlalu indah dilupakan

Terlalu sedih dikenangkan

Setelah aku jauh berjalan

Dan kau kutinggalkan

Diawali dengan bait tersebut mengisyaratkan bahwa seseorang yang teringat akan kemewahan kehidupan duniawi, merasa sangat sayang untuk dilupakan. Dengan segala kenikmatan dan keburukannya juga dirasa sedih untuk diingat karena dosa yang pernah dilakukan. ‘Setelah aku jauh berjalan’ menunjukkan bahwa ketika kita sudah mati, semua kehidupan dunia akan ditinggalkan, menuju kehidupan kekal dan menghadap Sang Maha Kuasa.

Tak banyak masyarakat yang mengetahui maksud lagu ini, yang sebenarnya ditujukan untuk berkaca diri sebagai seorang hamba. Banyak yang mengira bahwa lagu yang juga pernah dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya ini adalah lagu melow semata mengingat kekasih yang dulu pernah bersama.

Andaikan kau datang kembali

Jawaban apa yang kan kuberi

Adakah jalan yang kau temui

Untuk kita kembali lagi

Lebih sarat makna lagi, dalam bagian reff bisa ditelik kegusaran tetang bagaimana jika kehidupan yang sia-sia itu kembali lagi dan kita sudah dalam kehidupan yang kekal. Lalu dimintai pertanggungjawaban akan hal itu. Tidak tahu mau memberi jawaban apa dan pastinya berharap untuk bisa kembali lagi ke dunia dan memperbaiki semuanya.

Lagu ini mengajarkan kita untuk merefleksi diri dan me-refresh ingatan, apa saja yang telah kita perbuat di dunia, apakah benar bermanfaat atau tidak. Segala hura-hura dan hidup yang hedon sesungguhnya akan dimintai pertanggungjawabannya di kehidupan selanjutnya kelak. Senandung “Andaikan Kau Datang Kembali”bukan sekadar lagu kegalauan cinta-cintaan tapi lagu yang mengajak kita untuk mengingat mati, mengingatkan kita kepada Tuhan.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Pusat Pengkajian Komunikasi Massa (P2KM), Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Check Also

foto utama

Jingga, Senja dan Kisah Para Matahari

Dibandingkan kisah-kisah sebelumnya, konflik “Jingga untuk Matahari” dibuat lebih pelik, kompleks dan rumit. Masih dengan gaya penulisan yang khas, permasalahan dibuat lebih serius dan detail.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *