Jumat, 28 Juli 2017
Home / Hiburan / Buku / Petualangan Elio Modigliani dalam “Tanah Para Pendekar”

Petualangan Elio Modigliani dalam “Tanah Para Pendekar”

Sumber gambar : google.com

Putri Arum Marzura

 

Judul Buku                  : Tanah Para Pendekar

Penulis                         : Vanni Puccioni

Penerbit                       : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman      : 376 Halaman

ISBN                           : 9786020331645

Pijar, Medan. Buku ini menceritakan tentang petualangan Elio Modigliani di Nias Selatan pada Tahun 1886. Berawal dari kawasan elok di Selatan Sumatera oleh para petualang Eropa pada abad ke-19 yang dikenal sebagai tanah “liar”. Rumah para jagoan yang tak segan mengenal kepala, para pendekar yang bahkan tak dapat ditaklukkan pemerintah kolonial Belanda. Namun Elio Modigliani, seorang penjelajah muda dari Italia menjejakkan kaki di sana serta keluar-masuk dari satu desa ke desa lain dan pulang dalam keadaan selamat.

Didampingi empat pemburu sewaan dari Jawa, Modigliani tak hanya berhasil mendokumentasikan berbagai aspek kehidupan dan kebudayaan Nias. Ia juga berhasil membawa pulang 26 tengkorak manusia secara diam-diam, yang kemudian disumbangkan ke Museum Nasional Antropologi dan Etnografi di Florence sebagai bahan riset mereka.

Melalui perjalanannya Elio Modigliani berhasil mengungkap kebudayaan yang ada di Nias Selatan mulai dari seni kerajinan, legenda, lagu tradisional, teknik peperangan, pengobatan tradisional dan lain-lain. Pelesirannya ke tanah para pendekar tersebut akhirnya dibukukan dengan judul Viaggio a Nìas yang dipublikasikan pada 1890. Perjalananan tersebut menjadi menarik karena Nias saat itu dikenal sebagai daerah dengan suku-suku yang memiliki kebiasaan memenggal kepala. Dengan terkenalnya kebiasaan tersebutlah yang membuat tentara Belanda tidak pernah berhasil menduduki daerah disana.

Dibalik cerita Elio, setelah 130 tahun berlalu kini Vanni Puccioni cucu direktur museum yang memamerkan hasil ekspedisi Modigliani memutuskan untuk mengikuti jejaknya dan menelusuri kembali tempat-tempat yang pernah dikunjungi sang penjelajah. Tujuannya satu yaitu untuk mengungkapkan bagaimana Modigliani dapat bertahan diantara para pendekar itu. Suatu kebetulan, selama berada di Pulau Nias Vanni diberi buku penjelajahan Elio Modigliani oleh Pastor Johannes dari Ordo Kapusin. Vanni pun akhirnya tertarik melakukan penelitian lebih dalam mengenai perjalanan Elio.

Rasa penasaran membuatnya ingin memecahkan “misteri” bagaimana keberhasilan Elio keluar dari Nias Selatan dalam keadaan hidup. Ia menelusuri jejak sang petualang dengan mencari keturunan raja dan para prajurit di desa-desa yang dahulu dikunjungi Elio bersama empat pemburu bayarannya.

Hasil penelitian ini kemudian dibukukan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, ada juga terjemahan dalam bahasa Indonesia. Buku ini menjadi sangat penting karena dapat mendeskripsikan kehidupan penduduk Pulau Nias pada akhir abad ke-19, sekaligus menjadi kunci untuk memahami dasar mentalitas dan cara berpikir mereka.

Dalam cerita ini Vanni bertanda tanya besar mengapa Modigliani tidak terbunuh? Padahal petualang lain kocar-kacir menyelamatkan diri. Untuk lebih lanjutnya, yuk baca buku ini. Buku yang sangat direkomendasikan karena dari sini dapat diketahui lebih banyak bagaimana sejarah suku Nias yang membanggakan. Petualangan penjelajah muda Italia dan bertemunya dua kebudayaan yang begitu berbeda. Dimana sikap saling pengertian berhasil menghindari terjadinya kekerasan.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Pusat Pengkajian Komunikasi Massa (P2KM), Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Check Also

foto utama

Jingga, Senja dan Kisah Para Matahari

Dibandingkan kisah-kisah sebelumnya, konflik “Jingga untuk Matahari” dibuat lebih pelik, kompleks dan rumit. Masih dengan gaya penulisan yang khas, permasalahan dibuat lebih serius dan detail.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *