Home / Sosok / Sanaam Situmorang, Berprestasi Lewat Tulisan

Sanaam Situmorang, Berprestasi Lewat Tulisan

Sumber gambar : Castarica Publisher

Castarica Publisher

 

Buku merupakan hal yang sering dikesampingkan pada zaman milenial seperti sekarang ini. Buku yang memiliki ukuran dan berat tersendiri mungkin menjadi beban bagi beberapa orang, tetapi tidak dengan Sanaam Mayta Situmorang. Seorang mahasiswi Universitas Sumatera Utara, yang sejak kecil sudah sangat akrab dengan buku. Pena Dreamr adalah julukannya dalam tulisan. Gadis cerdas kelahiran Pematang Siantar, 10 Mei 1997 ini selalu membaca buku sebagai kegiatan rutin disela kesibukannya. Beruntung Sanaam atau yang akrab disapa Sam ini memiliki orang tua yang sangat mendukungnya untuk membaca buku. Hal ini ditunjukkan dengan pemberian uang tambahan setiap bulannya yang memang dikhususkan untuk membeli sebuah buku. Orangtuanya pun tidak memberikan kriteria buku khusus, Sam bebas memilih buku apa saja yang dia suka.

Budaya membaca keluarga Sam membuahkan hasil yang sangat manis. Efeknya tidaklah mainstream, siapa sangka kebiasaan membaca di keluarganya telah mengantarkan gadis berdarah Batak ini sebagai delegasi Indonesia di Forum Generasi Muda Internasional. Ia sering menjadi Contributor dalam Forum Internasional untuk bertukar pendapat dengan generasi muda dari berbagai negara demi memberikan suatu perubahan bagi dunia. Beberapa forum yang diikutinya ialah: Delegates of International Human Rights University Forum 2016, Participant of the Global House –Brawijaya University–  2016, Participant of Teaching to the Village FMN 2016 dan saat ini Sam mewakili Indonesia dalam International Human Rights University Forum 2017 melalui tahap seleksi yang sangat ketat. Forum yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi yang bernama International Future Youth terfokus pada Hak Azasi Manusia (HAM) yang diikuti oleh delapan negara. Forum ini berlangsung pada 8 Mei-26 Mei 2017. Hal ini juga menjadikannya sebagai pribadi yang ceria, berempati tinggi serta terbuka terhadap perbedaan. Prestasi gemilangnya tumbuh karena imajinasi, semangat, kecerdasan dan kreativitas yang dimiliki Sam karena menjadikan buku sebagai teman terbaiknya.

Melalui buku, Sam memahami karya sastra orang lain dan menjadikannya penuh inspirasi. Ia menyadari bahwa membaca buku merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan karena selalu memberikan hal baru pada dirinya. Kesukaannya mencerna sebuah cerita baru memberikannya kesenangan tersendiri. “Memahami sebuah karya sastra orang lain akan menjadikannya semakin memahami apa itu karya sastra dan betapa indahnya untuk mendalaminya” ujar Sam.

Menurut Sam yang memiliki hobi menulis, hal tersebut merupakan realisasi dari imajinasi dan dapat menghibur saat suasana hatinya sedang tidak baik. Melalui tulisan ia dapat mencurahkan segala keinginan dan perasaan yang ada dalam dirinya. Ia juga tidak akan membiarkan waktu luangnya terbuang sia-sia. Ia lebih suka memanfaatkannya untuk menciptakan sebuah karya.

Sam yang masih berumur 20 tahun, telah berhasil menulis tiga novel bergenre Romance Thriller. Dua dari novelnya sudah diterbitkan pada tahun 2016 lalu dan satu novel lainnya masih dalam proses percetakan. Walaupun Sam sangat menekuni dunia menulis, namun ia tidak melalaikan pendidikannya di Perguruan Tinggi. Hal ini dibuktikannya dengan perolehan IPK 3,75.

Sungguh banyak pencapaian yang telah dilakukannya dan hal tersebut merupakan mimpi bagi beberapa anak muda lainnya. Namun Sam masih memiliki banyak mimpi lagi yang akan dicapainya, karena ia selalu memiliki imajinasi dan semangat yang tinggi untuk terus maju dalam hidupnya. Salah satu cita-cita yang ingin dicapainya adalah menjadi seorang dosen. Ia memiliki kepedulian yang tinggi dengan generasi muda. Menurutnya generasi muda di Indonesia seharusnya dapat lebih maju,  jauh lebih maju dari yang sekarang ini.

Sam juga gemar memberikan pesan tersirat disetiap karya yang ditulisnya. Ia tertarik untuk menciptakan karya sastra tentang perempuan, karena menurutnya perempuan di zaman sekarang kebanyakan lemah dan sangat mudah ditaklukkan oleh lelaki. Melalui novelnya, ia ingin semua wanita menjadi tangguh dan tidak mudah ditaklukkan. Menurutnya, wanita mampu mengerjakan sesuatu hal yang “lebih” dari lelaki dan membuat lelaki tidak berdaya dengan kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang wanita. Ia juga ingin menyampaikan agar wanita jangan lemah karena cinta. Karena menurut Sam, cinta akan menguatkan semua insan manusia bukan menjadikan manusia lemah karenanya.

Sam sangat berharap tulisannya dapat menginsiprasi dan dapat menjadi panutan bagi remaja seusianya. Menjadi orang tua yang memiliki anak berprestasi dan tidak takut untuk bermimpi merupakan suatu pencapaian yang patut diapresiasi. Budaya membaca dalam sebuah keluarga hendaklah diterapkan sejak dini. Pergi ke toko buku bersama-sama dan memilih buku yang tepat bagi anak dapat menjadi suatu kegiatan rutin yang menyenangkan. Hal ini juga dapat memupuk rasa kebersamaan antar anggota keluarga. Buku yang telah terkumpul juga dapat dijadikan sebuah perpustakaan mini milik keluarga yang nyaman sebagai tempat anggota keluarga berkumpul. Tidak hanya untuk membaca tetapi juga memberikan rasa kebahagiaan.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Pusat Pengkajian Komunikasi Massa (P2KM), Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber gambar : Balbina Publisher

”Jadikan Kelemahanmu Menjadi Kelebihanmu,” Isron Hasibuan, Pemenang IV Duta Bahasa SUMUT

Pria muda berprestasi keturunan Batak ini, pernah menjadi juara 1 Nasional pada lomba essay matematika terapan dalam acara “Matematika Fair” yang diselenggarakan oleh HMJ Matematika Universitas Negeri Medan . . .

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *