Home / Jalan-Jalan / Pisang Epe, Kelezatan dan Kenangan Manis dari Kota Angin Mamiri
pisang1

Pisang Epe, Kelezatan dan Kenangan Manis dari Kota Angin Mamiri

Laili Syahrani

Pijar, Medan. Makassar selalu menyimpan cerita. Saat berkunjung ke kota angin mamiri tersebut, jangan hanya menikmati keindahan pemandangannya saja tetapi juga harus mencicipi kuliner khas dari kota tersebut. Selain terkenal dengan berbagai lokasi wisatanya, kota Metropolitan terbesar kedua selain pulau Jawa tersebut memiliki beragam macam kuliner khas yang patut dicoba saat berkunjung ke sana.

Beragam kuliner yang ditawarkan antara lain, Sop Konro, Coto Makassar, Es Pisang Ijo, Sarabba, Pisang Eppe dan masih banyak lainnya. Kali ini akan dibahas mengenai kuliner yang manis dan punya cita rasa tersendiri yaitu Pisang Epe.

Dengan lokasi yang strategis yaitu berada di sepanjang Pantai Losari, kuliner yang menjanjikan kehangatan perkumpulan dan gumpalan asap pembakaran arang siap memberikan kenangan manis saat berkunjung ke kota Daeng tersebut.

Salah satu penjual Pisang Epe, Arwin (32 tahun) mengatakan bahwa kuliner manis ini sangat digemari oleh semua kalangan. Dari mulai anak kecil hingga orang tua. Selain itu, pisang epe sendiri menyediakan cita rasa khas tersendiri.

Kekhasan dalam kuliner tersebut bukan hanya terletak pada cita rasa ataupun rempahnya. Tetapi juga bisa terlihat dari proses pembuatannya. Makanan khas dari Kota Ujung Pandang ini memiliki keunikan dalam proses pengolahannya. Arwin mengatakan bahwa nama Pisang Epe sendiri mengambil nama dari alat penjepit pada pisang tersebut.

Pisang Epe sebenarnya merupakan sebutan untuk pisang kepok matang yang dibakar  hingga berubah kecoklatan lalu dijepit menggunakan alat. “Pisang Epe ini merupakan pisang kepok matang yang dibakar lalu di jepit menggunakan alat yang bernama Epe,” tuturnya.

Selain itu,  pisang yang melewati tiga kali pembakaran dan tiga kali penjepitan tersebut dibakar di  atas tungku arang secara manual.

Dalam satu porsinya terdapat empat hingga lima buat pisang kepok dengan ukuran kurang lebih 10 cm disetiap buahnya. Harga yang ditawarkan dalam satu porsi tidak merogoh koceh banyak, hanya butuh Rp.15.000,- untuk dapat menikmati kuliner yang satu ini .

“Dengan harga yang ditawarkan, konsumen bisa memilih topping yang mau ditaburkan di atas pisang epe tersebut. Ada banyak jenis topping yang tersedia yaitu seperti rasa coklat, keju, susu dan lainnya,” jelas Arwin.

Sepanjang jalan Pantai Losari berjejer panjang penjual Pisang Epe. Para penjual membuat tenda-tenda untuk melindungi dari hujan dan menyediakan meja panjang serta kursi plastik untuk para pembeli. Selain menjual Pisang Epe, mereka juga menjual minuman khas Makassar, Sarabba sebagai teman makan Pisang Epe.

Biasanya para pengunjung berasal dari masyarakat lokal dan wisatawan. Mereka menikmati kuliner khas ini sembari berkumpul dengan keluarga. Selain itu karena letak yang dekat dengan tempat wisata Pantai Losari, menjadikan gerai penjual Pisang Epe selalu ramai dikunjungi oleh  para foodlovers. Para pengunjung bisa menghabiskan sore dengan melihat sunset dan menikmati manisnya Pisang Epe. Untuk para wisatawan, hal tersebut menjadi kenangan manis kan?

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

mediapijar.com

Habitat Coffee : Eat & Grow

Sesuai dengan namanya, kafe ini menyajikan berbagai jenis kopi yang dibuat langsung dengan mesin kopi, jadi buat kamu pencinta kopi wajib cobain tempat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *