Home / Olahraga / ASEAN Para Games: Menjadi Pahlawan Tidak Menuntut Kesempurnaan
Logo ASEAN Para Games 2017 cr: wikipedia
Logo ASEAN Para Games 2017 cr: wikipedia

ASEAN Para Games: Menjadi Pahlawan Tidak Menuntut Kesempurnaan

Kartika Oktarija Marito

Pijar, Medan. Siapa bilang seorang atlet harus memiliki fisik yang sempurna? Hal ini dibuktikan oleh atlet penyandang disabilitas yang tak patah semangat dengan segala kekurangannya. Begitu juga kontingen Indonesia yang berjibaku dalam ASEAN Para Games 2017, semangat juang dan sportivitas pahlawan bangsa demi mengibarkan sang merah putih di kancah dunia patut diacungi jempol.

Setelah sebelumnya menelan pahit dengan berbagai drama yang terjadi di ajang SEA Games beberapa minggu yang lalu, pulangnya Indonesia membawa gelar juara umum ASEAN Para Games 2017 tentunya bak angin segar bagi masyarakat Indonesia. Dengan mengumpulkan 126 emas, 75 perak, dan 50 perunggu, Indonesia kokoh diperolehan akhir Pesta Olahraga Difabel Asia Tenggara (23/9) yang diikuti oleh sebelas negara Asia Tenggara.

Ada 16 cabang olahraga yang dimainkan di Pesta Olahraga Disabilitas Asia Tenggara ini, yakni Angkat Besi, Boccia (sejenis permainan bowling dengan kursi roda), Bola Basket dengan kursi roda, Bola Gawang, Bola Voli duduk, Bowling, Bulu Tangkis, Catur, Panahan, Renang, Sepak Bola kategori 5C, Sepak Bola kategori 7C, Sepeda nomor jalan raya, Sepeda nomor sirkuit (lintasan), Tenis dengan kursi roda, dan Tenis Meja.

Meskipun belum sempat menyamai rekor Thailand di ASEAN Para Games yang ke-9 ini, Indonesia pecahkan 36 rekor baru. Dari cabang olahraga renang dengan 28 rekor, cabang atletik 4 rekor, dan cabang angkat berat 4 rekor. Dalam pesta olahraga penyandang disabilitas ini, Indonesia juga mencatat sejarah baru dengan meraih medali emas terbanyak yaitu 126 dari total 369 emas (34,1%) yang diperebutkan.

Kontingen Indonesia yang berlaga di ASEAN Para Games 2017
Kontingen Indonesia yang berlaga di ASEAN Para Games 2017

Seluruh atlet Indonesia sudah kembali menjalani latihan di Solo sebagai tempat pelatihan terpusat. Hal ini untuk mengambil ancang-ancang perebutan medali di ajang ASIAN Para Games tahun mendatang, dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah yang akan dilaksanakan di dua kota besar yaitu Jakarta dan Palembang.

“Soal bonus maka akan disamakan seperti yang pernah diberikan saat SEA Games di Singapura, Olimpiade Brazil semuanya sama, inilah komitmen Bapak Presiden Jokowi yang perlu kita kawal bersama-sama, agar semua kita, siapapun yang telah membawa nama Indonesia, yang telah meninggikan bendera merah putih patut dihormati dan diberikan penghargaan setinggi-tingginya,” tegas Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga menyinggung masalah wejangan yang diberikan kepada peraih medali di ajang olahraga multi-event internasional.

Pergelaran olahraga multi-event internasional bagi penyandang disabilitas ini memang kurang mendapat sorotan yang besar. Pada dasarnya setiap acara olahraga multi-event internasional ini berakhir, akan selalu diikuti dengan pesta olahraga bagi penyandang difabel seperti Paralimpik seusai Pertandingan Olimpiade dan ASIAN Para Games seusai ASIAN Games.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

(Sumber foto: 
http://cdn1-a.production.images.static6.com/f5Vsqgai6CaIhcUx3XYACDIuJYU=/673x373/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/thumbnails/1701108/original/079080500_1504619516-2-gol-egy-maulana-buka-kemenangan-timnas-u-19-di-piala-aff-u-18-5f2a9d.jpg)

Dua Gol dari Anak Medan, Bungkam Myanmar

Usaha Myanmar untuk mencoba menahan imbang timnas Indonesia sirna ketika gol kedua dari Egy Maulana pada menit

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *