Home / Lifestyle / Rutinitas Padat? Yuk Travelling !

Rutinitas Padat? Yuk Travelling !

Muhammad Abdul Fattah

Medan,PijarAda berbagai macam cara untuk menghilangkan rasa suntuk dan mencoba untuk menyegarkan tubuh kita. Beristirahat, menjauhi aktivitas rutin salah satunya. Tapi apakah semudah itu? Tentu tidak. Tubuh perlu melihat sesuatu yang alami dan suasana yang berbeda dari biasanya. Lalu bagaimana dong? Apa harus pergi jauh?

Travelling adalah jawaban dari pertanyaan di atas. Travelling menawarkan penyegaran pada diri kita dengan menikmati suasana alam  yang natural. Dengan melihat alam yang natural, tubuh menjadi lebih santai dan merasa lebih bugar. Santai tak sekedar santai, namun santai yang diciptakan adalah ketenangan jiwa serta raga.

Berawal dari kebutuhan spiritual, yaitu perjalanan dalam bentuk peziarahan. Dalam bebarapa agama, perjalanan adalah bagian suatu keharusan untuk memperkuat keimanan. Perjalanan dengan tujuan untuk berpariwisata sendiri  dimulai dari Yunani. Pada saat itu di Yunani sudah dibangun resor untuk bersantai diluar kota atau sepanjang garis pantai. Travelling merupakan kesempatan bagi kita yang sibuk dengan rutinitas untuk bersantai dan melepas lelah. Karena menurut beberapa ahli, travelling baik untuk pikiran, tubuh dan jiwa kita.

Kegiatan jalan-jalan ini, sangat bagus bagi kesehatan kita. Adapun manfaat travelling bagi kesehatan ialah meningkatkan empati. Dengan kita melakukan travelling kita sering sekali takjub akan pemandangan yang kita lihat, misalnya air dapat meningkatkan empati dan gairah kita dimana hal tersebut dapat memperbaiki hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.

Menyatu dengan lingkungan baru dapat menghilangkan stress. Menurut ahli psikologi, kegiatan seseorang mendatangi tempat yang baru dapat merasakan pengalaman baru, sehingga beban pikiran dapat sedikit terlupakan. Selain itu pula, travelling juga dapat meningkatkan mood.

Diamond Resort International dalam sebuah survei di tahun 2014, menemukan bahwa lebih dari tiga perempat responden, mengatakan bahwa mereka merasa bahagia jika melakukan perjalanan paling tidak setahun sekali. Mengambil waktu liburan sendiri maupun bersama orang lain dapat menurunkan tingkat stress kita, dan melepas semua hormon stress yang berakibat buruk bagi kesehatan mental dan fisik.

Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah travelling harus mahal?Travelling adalah dimana kita mencoba pergi dan mecoba bersatu dengan alam yang mana akan menghasilkan kepuasan tertentu bagi yang melakukannya.

Travelling dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Untuk mahal atau tidaknya itu tergantung pada destinasi kita, apakah kita suka travelling yang menghabiskan biaya besar atau mencari alternatif dengan destinasi keren tapi yang dengan harga yang minimal.

Adji Pambudi misalnya, pemuda yang sangat gemar melakukan travelling sejak SMP ini, menjawab akan pertanyaan tersebut. “Itu sih bullshit, buktinya saja aku dari dulu tidak pernah meminta uang untuk melakukan travelling. Alternatifnya bisa dengan kendaraan motor, selain kita dapat menikmati perjalanan kita juga bisa tahu tempat yang belum di ekspos banyak orang,” sahutnya. Menurutnya travelling yang baik itu adalah travelling yang dilakukan tanpa beban, misalnya biaya yang akan menjadi beban kalau kita tidak pintar menentukan destinasi travelling kita. “…. dan yang terpenting tidak merusak alam ya,” tambahnya.

Travelling ke Paropo menjadi salah satu destinasi yang tidak menghabiskan banyak biaya, namun bisa memberikan kesegaran baru pada jiwa dan pikiran. Sumber foto: Adji pambudi
Travelling ke Paropo menjadi salah satu destinasi yang tidak menghabiskan banyak biaya, namun bisa memberikan kesegaran baru pada jiwa dan pikiran.
Sumber foto: Adji pambudi

Selain memiliki manfaat, travelling juga menjadi tren zaman sekarang untuk menaikkan status sosial. Biasanya ketika seseorang melakukan travelling ada hal yang tidak boleh dilupakan. Yap, berfoto adalah hal wajib saat travelling. Mengunggah fotonya ke instagram, menunjukkan bahwa dirinya telah melakukan travelling menjadi kepuasan tersendiri bagi segelintir orang.

Lalu bagaimana tips bagi traveller pemula? Pertama, cobalah untuk bergabung dalam komunitas traveller. Komunitas ini akan membimbing kita bagaimana menjadi seorang traveller yang baik.Selanjutnya,jangan terlalu banyak rencana, karena rencana biasanya hanya menjadi wacana. Hal yang paling penting adalah coba mulai menabung, walaupun destinasi kita tidak memerlukan uang banyak, namun kita harus punya pegangan uang untuk jaga-jaga.

Hal yang kita dapat dari travelling sangat banyak, salah satunya adalah teman baru. “Ada banyak yang kita dapat dengan melakukan travelling. Contoh kecilnya adalah teman, informasi, ilmu dan yang paling tidak bisa dilupakan adalah pengalaman. Karena menurutku sendiri pengalaman lebih mahal dari segalanya,” cerita Adji saat menceritakan travellingnya.

Jadi, sudah siap untuk travelling?

( Redaktur Tulisan: Viona Matullessya )

 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : Google.com

MEDIA SOSIAL : LADANG PAHALA ATAU SEKADAR POPULARITAS

Saat popularitas mengalahkan kualitas, dimana letak peran media sosial ? Gawai (gadget) dan media sosial ibarat kembar siam yang terlahir dari dunia maya. Media sosial, nama yang

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *