Home / Berita / Science Competition dan Festival Budaya Mencetak Bibit yang Berani Bersaing
mediapijar.com

Science Competition dan Festival Budaya Mencetak Bibit yang Berani Bersaing

Atika Putri

PIJAR, Medan. Sahabat Beasiswa untuk Negeri kembali menggelar acara tahunan mereka yaitu Science Competition dan Festival Seni Budaya Nusantara 2017 Se-pulau Sumatera. Tahun ini acara diselenggarakan tepat di hari jadi mereka yang ke-4, yaitu tanggal 5 November 2017 di Auditorium USU.  “Pahlawan” merupakan tema dari acara kali ini untuk mengingatkan kita kepada momentum kepahlawanan dan agar anak muda termotivasi untuk berprestasi.

Sahabat Beasiswa untuk Negeri sendiri berdiri karena melihat kondisi pendidikan yang ada di daerah kurang terorganisir secara akademik. Sejak tahun pertama didirikan, mereka sudah berani menggelar kompetisi besar se Pulau Sumatera. Tahun ini ada 10 mata pelajaran yang diujikan dan sebanyak lebih dari 3.000 orang mengikuti olimpiade atau science competition. Mereka berasal dari berbagai daerah di Aceh, Sumatera Utara, Padang, dan Riau.

Ramadani selaku manajer humas mengatakan tujuan diadakan acara ini adalah untuk menciptakan bibit-bibit pesaing yang positif dan agar siswa-siswi yang mengikuti kompetisi ini memiliki keberanian untuk bersaing. “Ini juga merupakan simulasi bagi mereka untuk mengikuti SBMPTN nantinya. Dan tingkatan soal olimpiade itukan lebih sulit dari soal-soal yang diberikan di sekolah, jadi mereka sudah memiliki gambaran untuk mengikuti SBMPTN”, ungkapnya.

Salah satu peserta dari MAN Kisaran yang mengikuti olimpiade biologi, Indah Tika mengatakan mengikuti acara ini karena termotivasi agar mendapat pengalaman. “Kami tau acara ini dari sekolah dan emang bebas siapa aja boleh ikut. Kalau saya sendiri ikut ini supaya lebih tau gimana bentuk-bentuk soalnya dan menambah pengalaman”, ujarnya.

Untuk festival seni budaya sendiri, ada sebanyak 30-an peserta yang tampil dari berbagai sekolah di Sumatera Utara dan Aceh. Mereka menampilkan tari daerah, vocal group, dan lain sebagainya. “Jangan sampai kita melupakan sejarah dan budaya-budaya harus selalu dikembangkan apalagi di jaman sekarang ini. kita harus tetap konsisten dengan kearifan lokal karena kita punya banyak budaya, kenapa tidak kita publikasikan terus”, ujar Ramadani.

Peserta Science Competition & Festival Seni Budaya Nusantara 2017 yang berasal dari SMA se-Sumatera memperhatikan acara yang diselenggarakan di Auditorium USU (05/11). (Fotografer: Novita Arum)
Peserta Science Competition & Festival Seni Budaya Nusantara 2017 yang berasal dari SMA se-Sumatera memperhatikan acara yang diselenggarakan di Auditorium USU (05/11).
(Fotografer: Novita Arum)

Ramadani berharap kedepannya acara ini semakin diminati dan semakin banyak menebar manfaat. Ia mengatakan semoga dengan adanya kegiatan seperti ini dapat memperkenalkan USU dan menaikkan akreditasi. “Dengan adanya kegiatan mahasiswa yang positif seperti ini semoga akreditasi USU menjadi naik, apalagi kita memakai  piala Kemenristek Dikti, otomatis nama kita sudah ada di sana. Jadi bisa semakin menambah keyakinan kalau USU bisa menciptakan kader-kader yang terbaik”.

Annisa Ul Husna, peserta festival seni budaya dari SMA Swasta Iskandar Muda mengaku senang dengan acara ini. Ia berharap semoga masyarakat Indonesia bisa lebih cinta dengan budaya masing-masing. Dan dengan adanya acara ini, kita menjadi lebih tau budaya-budaya yang ada dari daerah lain di Indonesia.

( Redaktur Tulisan : Fiona Matullesya )

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

mediapijar.com

Talkshow Jurnalistik: Siapapun Bisa Jadi Jurnalis

Lembaga Pers Mahasiswa Kreatif Universitas Negeri Medan (UNIMED) mengadakan Talkshow Jurnalistik, Sabtu (18/11).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *