Home / Olahraga / Kembalinya Sang Legenda PSMS
Sumber foto: Football Tribe
Sumber foto: Football Tribe

Kembalinya Sang Legenda PSMS

Mhd. Hidayat/Gabriella Prily Elvani

Pijar, Medan. Walaupun harus merelakan gelar juara Liga 2 Indonesia ke tangan Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya), Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya (PSMS) berhak melenggang ke kasta tertinggi di Indonesia yaitu Liga 1. PSMS bukannya tanpa perlawanan, sempat berbalik unggul 2-1, mereka harus merelakan gelar juara ke tangan skuad Bajul Ijo di babak extra time.

Pertandingan 2×15 menit harus dilangsungkan setelah Irfan Jaya, pemain Persebaya yang dinobatkan sebagai Liga 2 musim ini menyamakan kedudukan lewat titik putih. PSMS terus-menerus menggempur pertahanan Persebaya. Namun sayang, skor tetap 2-2 hingga turun minum. Memasuki babak extra time, Persebaya berusaha untuk terus-menerus menggempur pertahanan PSMS. Gol cepat tercipta pada menit ke 92. Lagi-lagi Irfan Jaya ibarat petaka bagi PSMS Medan. Berawal dari serangan sayap yang sangat cepat yang dibangun oleh anak-anak Persebaya, Ricky yang melihat pergerakan Irfan cukup ideal langsung mengirimkan umpan. Tanpa ampun, Irfan langsung menyontek bola yang tak mampu dihalau oleh kiper PSMS. Hingga babak extra time  berakhir skor 3-2 dimenangkan oleh Persebaya.

Pertandingan yang dilaksanakan di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Selasa (28/11) terbilang pertandingan yang mengagumkan. Kedua tim bermain terbuka, saling balas-membalas serangan. Pertandingan yang layak disuguhkan kepada pecinta bola tanah air. Terbukti kedua tim memang layak masuk ke babak semifinal. Gol-gol yang dicetak oleh I Made Wirahadi saat laga baru berjalan 8 menit lewat titik penalti. Gol yang disarangkan oleh Roni Fatahillah yang berawal dari tendangan bebas menyiratkan bahwa PSMS memang sudah selayaknya kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia. PSMS sudah terlalu lama tertidur di Liga 2.

Kebangkitan PSMS ke kasta tertinggi Liga 1 tentu menjadi semakin menarik perhatian pencinta sepak bola. Sebab Derby Sumatera yang telah lama hilang kini kembali.  PSMS dan Sriwijaya FC adalah tim-tim dari Sumatera yang menyiratkan kepada pendukung sepak bola tanah air kalau sepak bola Indonesia tidak hanya dari Pulau Jawa saja. Sumatera sudah sepantasnya mendapat perhatian lebih. Hal ini terbukti dari Final Liga Indonesia pada 2007 lalu. Derby Sumatera menjadi bukti bahwa tim-tim dari belahan barat Indonesia memang patut diperhitungkan.

Sriwijaya memang berhasil mengalahkan Ayam Kinantan. Tapi semangat juang anak-anak Medan yang berjumlah 10 orang setelah  Murphy  K. Nagbe diberi kartu merah, memaksa Sriwijaya FC harus bertanding lewat extra time. Keith Kayamba dan Zah Rahan barangkali menjadi momok setelah gol kedua pemain ini di 2×15 menit menghempaskan mimpi PSMS untuk meraih gelar Liga Indonesia. Di samping itu, Mantan Persib Bandung yang notabene pelatih PSMS saat ini, Djadjang Nurjaman merupakan pelatih yang berhasil mengembalikan kembali nama besar Persib Bandung. Djanur, begitu sapaan akrabnya adalah pelatih yang berhasil memberikan dua gelar juara bagi Persib sejak ia menangani Maung Bandung 2012 lalu. Akankah Djanur berhasil mengulang kesuksesan yang ia dulu pernah berikan bagi Persib Bandung di Kota Medan?

(Redaktur Tulisan: Maya Andani)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: Pihak Liga Mahasiswa

USU Raih Juara Dua dalam Liga Mahasiswa Futsal GO-JEK Sumatera conference

PIJAR, Medan. Liga Mahasiswa (LIMA) merupakan organisasi privat yang didirikan pada 15 Mei 2012. LIMA memiliki maksud dan tujuan untuk menciptakan wadah yang mampu menjadi tempat berkarya bagi para mahasiswa maupun mahasiswi di Indonesia di bidang olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *