Home / Hiburan / Kisah Ludi dan Ratih Mengajak Pendengarnya Melawan Dunia

Kisah Ludi dan Ratih Mengajak Pendengarnya Melawan Dunia

Sumber Foto : Youtube RANforyourlife

Feronika Simanjutak / Nadia Lumongga Nasution

Pijar, Medan. Grup Musik RAN resmi meliris video klip dari single terbarunya ‘Melawan Dunia’ pada Senin, (20/11). Di single-nya kali ini RAN berkolaborasi dengan penyanyi wanita Yura Yunita. Hanya dalam waktu ± sepekan, video klip ini sudah menembus 1,9 juta penonton dan berhasil masuk ke chart  trending di Youtube Indonesia.

Video yang berdurasi 6 menit 16 detik ini bercerita tentang perjuangan orang tua yang pantang menyerah untuk merawat anaknya yang mengidap penyakit parah. Cerita ini diangkat dari kisah nyata Ludi dan Ratih, orang tua dari  bayi  bernama Adam Fabumi yang baru berumur 7 bulan namun sudah mengidap penyakit langka yaitu Trisomy 13 atau Patau Syndrome.

“Anggapan anak dengan Trisomy 13 itu umurnya tidak seperti anak-anak yang lain. Nah, itu kita disitu melawan dunia, bahwa kita tidak percaya. Di Adam keadaannya pasti berbeda. Enggak mungkin sama dengan yang sebelum-sebelumnya,” ucap Ludi dalam video tersebut.

Ratih juga menunjukkan harapannya yang tetap optimis pada kondisi kesehatan Adam. Ia bahkan mengaku ingin berjuang untuk melawan pandangan orang-orang terhadap Trisomy 13.

“Maksudnya kita justru mau mematahkan apa kata dokter, maupun apa kata literatur yang sudah mengatakan bahwa Trisomy 13 itu pasti umurnya tidak panjang. Kita mau mematahkan statement itu. Kita pengin ngasih yang terbaik untuk Adam dari medis maupun kasih sayang. Semua kita lakukan sepenuh hati. Perjuangan juga bentuk cinta, kita yakin Adam bisa sembuh,” ungkap Ratih.

Mungkin berat tapi ku tahu

Apa yang kita jalani, sulit mereka pahami

Namun ku yakin ada jalan untuk kita

Bersama (bersama) asalkan kita berani

Mencinta sepenuh hati

Meski seakan aku dan kamu melawan dunia

Dari sepenggal lirik di atas menggambarkan keadaan rumah tangga yang harus dialami Ludi dan Ratih, orang tua bayi lucu Adam Fabumi. Cinta sepasang suami-istri ini diuji saat cobaan datang. Cobaan ini memang berat, namun apa yang dirasakan oleh Ludi dan Ratih tidak semuanya bisa dimengerti oleh orang lain. Ludi dan Ratih yakin jika melangkah bersama-sama dan berani untuk mencintai sepenuh hati, mereka yakin mereka pasti dapat melalui hal tersebut.

Seakan memiliki mantra, video klip ini berhasil menyihir setiap orang yang menontonnya. Semua orang yang telah menyaksikan video ini pasti berakhir tangis haru. Namun sayang, dua hari setelah dilirisnya video yang menunjukkan kemesraan sepasang suami-istri dan kasih sayang orang tua pada anaknya, bayi Adam Fabumi meninggal dunia.  Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Semua yang telah dikorbankan orang tua Adam adalah bentuk cintanya terhadap Adam dan Adam adalah anugrah terindah.

Di akhir video juga sepenggal kalimat yang menyayat hati yang membacanya, di situ dituliskan ‘Ludi dan Ratih punya 1001 alasan untuk lelah dan menyerah, tapi mereka memutuskan untuk MELAWAN DUNIA’.

( Redaktur Tulisan: Viona Matullessya )

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber gambar: republika.co.id

SANG PEMIMPI: KARENA SETIAP ORANG BERHAK PUNYA MIMPI

Sukses dengan Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata kembali memukau dengan menerbitkan Novel Sang Pemimpi yang merupakan novel kedua dalam tetralogi Laskar Pelangi pada tahun 2006.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *