Home / Lifestyle / Mengenal Sedentary, Pola Hidupnya Si Mager

Mengenal Sedentary, Pola Hidupnya Si Mager

Sumber gambar : Indiatimes.com

Muhammad Hidayat / Maya Andani

Pijar, Medan. Sedentary, mungkin bagi sebagian orang ini masih terdengar asing. Sebuah kata yang terdiri atas sembilan huruf ini jika diartikan secara sederhana memiliki arti malas gerak (mager). Seperti yang kita sadari dan pahami, generasi saat ini sudah terlalu ‘mendewakan’ gadget. Bahkan beberapa orang mengaku mereka adalah kaum-kaum dari Generasi Nunduk. Mereka bergabung ke dunia maya, dari hanya untuk mencari meme segar atau rupiah. Sederhananya, menggunakan internet oleh kids jaman now dipakai untuk bersenang-senang atau bisa juga untuk berdagang.

Membahas Generasi Nunduk tak akan ada habis-habisnya. Mereka yang merasa  ketergantungan terhadap gadget pasti akan merasa sulit untuk lepas dari kecanduannya itu. Ada yang berpendapat pengaruh gadget sudah lebih kejam dari nikotin atau juga narkoba. Ada pula yang berpendapat kalau ini memang zaman mereka dan mereka sudah seharusnya untuk seperti itu.

Sedentary ini adalah pola hidup yang lebih memilih untuk tidak banyak gerak, mereka lebih memilih untuk menghemat energi. Sebagai contoh di dalam lingkup keluarga, suatu ketika kamu memiliki hari libur yang cukup lama. Teman-temanmu mengajakmu untuk berlibur ke satu kota yang notabene belum pernah kamu kunjungi. Tempat itu cukup menarik dan dari lubuk hatimu yang paling dalam terbesit niat untuk bergabung bersama mereka. Namun seketika kamu berpikir kalau kamu pergi, itu justru akan melelahkan. Sedangkan bila kamu di rumah, kamu bisa menghemat energimu. Menghabiskan waktu dengan cara menonton Serial The Flash barangkali bukanlah sesuatu yang buruk menurutmu. Seharian menatap layar monitor menurutmu lebih baik daripada harus capek-capek pergi liburan. Lama-kelamaan, pola pikir seperti ini akan menjadi sebuah kebiasaan. Ya, kebiasaan buruk.

Tidak bisa dipungkiri lagi kalau sebenarnya pola hidup sedentary membuat kita lebih rentan terhadap yang namanya obesitas. Kurangnya pembakaran lemak yang dilakukan oleh tubuh akan membuat kita membutuhkan pengeluaran energi yang sangat rendah. Patut dicatat sebelumnya, bahwa obesitas adalah suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan lemak tubuh secara berlebih. Dan tahukah anda, menurut penelitian yang dilansir dalam jurnal the Lancet pada 2012, terlalu banyak duduk atau kurang gerak (sedentary) lebih bahaya dibandingkan merokok, bahkan mencapai hingga 10%.

Bagimana solusinya? Cukup dengan olahraga secara teratur mungkin bisa jadi solusi paling mudah apabila memang kamu merasa tidak perlu jauh-jauh traveling jika memang tidak ada dana yang mencukupi. Tidak punya waktu yang cukup untuk olahraga pagi? Kenapa kamu tidak mencoba tips lain? Bersepeda ke kampus atau dengan memarkirkan sepeda motor ke tempat yang agak jauh dari biasanya agar terbiasa melakukan jalan kaki barangkali menjadi ide “cukup gila” namun efektif.

(Redaktur Tulisan: Nadia Lumongga Nasution)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: freepik.com

Budaya Hangout, Mengapa Kopi Membuat Kita Menjadi Candu?

Kebiasaan anak muda saat ini dengan gaya hidup hangout membuat para pebisnis memanfaatkan kesempatan ini dengan membuka kafe-kafe yang di fasilitasi dengan Wi-Fi gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *