Home / Lifestyle / RETRO FASHION STYLE, SI “KUNO” YANG “KEKINIAN”
Source : Google
Source : Google

RETRO FASHION STYLE, SI “KUNO” YANG “KEKINIAN”

Devany Soraya

Pijar, Medan. Apa yang selalu jalan beriringan dengan  perkembangan zaman? Ialah fashion, dunia yang nggak ada matinya. Di dunia fashion saat ini, tren-tren berbusana ala masa lalu seakan terlahir di masa kini. Salah satunya ialah retro fashion style, yang pastinya sudah tidak asing lagi di telinga generasi millenial kekinian saat ini.

Retro fashion style merupakan istilah yang digunakan untuk gaya berbusana yang booming di tahun 30-90an. Istilah retro bermula dari kata “retrospective” yang muncul pada zaman setelah Perang Dunia ke-II di Inggris yang kemudian di modernisasikan dengan istilah “Retro”.

Retro fashion style tampaknya menjadi oldstyle dalam berbusana yang teruji zaman dan lebih bersifat fleksibel, tak usang dan tetap populer di dunia fashion hingga saat ini. Di akhir tahun 2011, para desainer dan rumah mode ternama mulai mempopulerkan dan mengadopsi kembali gaya retro sebagai referensi dalam memproduksi koleksi baju mereka.

Jika berbicara mengenai retro, tak akan lepas dari vintage. Kedua oldstyle tersebut memang tengah populer saat ini. Namun, gaya berpakaian yang sama-sama jadul ini masih sulit dibedakan. Lantas, gimana sih bedanya berbusana ala vintage dengan retro? Nah, bagi penyuka gaya vintage ialah mereka dengan gaya berbusana yang terkesan simple dengan balutan warna-warna yang lembut dan sedikit tampak kusam namun tetap menghasilkan penampilam yang mengaggumkan.  Sedangkan retro, mengusung tren berbusana yang kerap mengadopsi mode dan warna-warna cerah sehingga tampak mewah dan lebih berani.

Si penyuka retro fashion style akan tampak lebih bebas dalam memadu-madankan outfit namun tetap menunjukkan kesan yang mewah dan gemerlapan. Retro fashion style lebih mendominasi motif-motif simetris dan bergaya disko seperti rompi dan celana cutbray yang dipopulerkan oleh Elvis Presley.

Retro juga kerap bermain dengan bahan kulit dan bulu dengan model yang ekstrim, dan juga tidak takut untuk mengaplikasikan manik-manik dengan corak yang cerah. Bahkan, outfit dengan warna busana yang saling bertabrakan juga tak asing lagi bagi penyuka retro ini.

Ingin bergaya ala retro fashion style dalam berbusana sehari-hari? Cukup padu-padankan kemeja bermotif kotak-kotak atau simetris maupun sweater cerah serta jaket yang terkesan funky dengan beberapa aksesoris seperti topi baret, fedora hat, kacamata dengan frame besar yang terkesan oldstyle, boots, dan totebags yang akan membuat kesan retro semakin kental.

Sumber foto: https://stylewhack.com/retro-fashion/
Sumber foto: https://stylewhack.com/retro-fashion/

Saat ini, tidak susah menjumpai para penyuka retro fashion style. Mahasiswa kerap menjadikan retro sebagai gaya berbusana untuk ke kampus, para workaholic juga tak jarang mengaplikasikan retro dalam setelan kerja mereka. Hafiz Maksudi misalnya, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi USU ini tak asing lagi dengan tampilan berbusana sehari-harinya yang mengusung gaya retro.

“Kalo stuff andalan sih biasanya pakai baju kaos polos atau motif garis dimasukin ke celana biasa celana kepper hitam, sering juga pakai ikat pinggang yang bahannya karet ataupun kulit, pakai sepatu kets dengan pasangannya kaos kaki bermotif.” Ujar Hafiz ketika ditanya mengenai gaya retro andalannya.

Selain Elvis Presley, adapula sang penyanyi legendaris bergenre pop yaitu Michael Jackson yang juga menjadikan retro sebagai gaya andalannya. “Kalo role model aku dalam bergaya retro ini sih juga pastinya ada ya, kayak G Eazy dan Brandon Flowers,” tambah Hafiz.

Nah, bagi sobat pijar yang ingin lebih berani dalam bergaya tapi gak mau ketinggalan zaman, so retro fashion style bisa jadi jawabannya.

(Redaktur Tulisan: Viona Matullessya)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: maldepuero

Tidur setelah sahur? Bahaya!

Tak jarang, sahur yang dilakukan saat jam orang-orang tertidur dengan pulasnya menyebabkan rasa malas untuk berpuasa. Terkadang kita ingin melewatkan makan sahur dan tetap melanjutkan tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *