Home / Lifestyle / Galeri Ulos Sianipar, Rumah Oleh-Oleh Khas Sumatera Utara
image1(2)

Galeri Ulos Sianipar, Rumah Oleh-Oleh Khas Sumatera Utara

Riska Rosalinda / Dita Andriani

 

PIJAR, Medan. Sumatera Utara memiliki berbagai budaya yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Salah satunya ulos yang merupakan kain berbentuk selendang, digunakan oleh suku Batak pada berbagai kegiatan adat.

Berbagai macam motif pun dapat ditemui pada ulos. Kain ini pun, telah dikenal oleh para wisatawan sebagai oleh-oleh wajib bagi mereka kita mengunjungi kota Medan. Hal ini dimanfaatkan oleh salah satu pengusaha asal Sumatera Utara yang membuka sebuah galeri seni, yaitu Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama. Berlokasi di Jalan A.R Hakim Gang Pendidikan Nomor 130, Pasar Merah, Medan.

Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama didirikan oleh Robert Maruli Tua Sianipar, S.E.  Berawal Pada tahun 1987, dimana terjadi peningkatan permintaan konsumen terhadap ulos, namun produksi ulos tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Galeri Ulos Sianipar pun bekerjasama dengan para UKM. Galeri Ulos Sianipar berdiri pada tanggal 21 Juni 1992, dan pada saat itu kapasitas pembuatan produk ulos hanya mampu menghasilkan sekitar 17 lembar ulos perharinya.

Seiring meningkatnya jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya, Galeri Ulos Sianipar berganti nama menjadi Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama, dan akhirnya diresmikan pada bulan April tahun 2014 silam. Hingga saat ini, Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama menjalin kerjasama dengan lebih dari 40 UKM di Propinsi Sumatera Utara.

Seorang pengrajin tenun dengan serius mengerjakan tenun ulos untuk di jual pada galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama. (fotografer : Dita Andriani)
Seorang pengrajin tenun dengan serius mengerjakan tenun ulos untuk di jual pada galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama. (fotografer : Dita Andriani)

Galeri ini terdiri atas tiga lantai, dimana pada lantai pertama dan kedua merupakan tempat pajangan aneka kerajinan yang siap menggoda para pengunjung untuk membelinya. Sedangkan lantai ketiga merupakan tempat alat produksi milik Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama.

Pada bagian depan gedung galeri, terdapat sebuah rumah tenun yang berbentuk seperti rumah adat batak. Rumah tenun tersebut tidak dibangun di atas tanah, melainkan berbentuk seperti Rumah Bolon yang merupakan rumah adat suku batak.

Melalui bagian bawah rumah tenun, anda dapat melihat berbagai jenis patung khas suku batak, serta pajangan beberapa ulos. Namun jika ingin sekadar duduk santai, tersedia meja dan kursi dari kayu yang didesain dengan gaya modern tetapi tetap memberikan sentuhan adat batak. Serta kolam kecil bertingkat ala air terjun yang membuat suasana semakin sejuk.

Ketika akan melangkah masuk kedalam galeri, anda akan disambut oleh pramuniaga yang siap menemani dan membantu memilih oleh-oleh yang diinginkan. Suasana bersih, dingin, dan nyaman tergambar jelas pada galeri ini, sehingga tidak heran bahwa galeri ini cukup ramai dikunjungi.

Kerajinan-kerajinan yang ditawarkan pun menarik, mulai dari kain ulos, songket, baju, tas, dompet, sepatu, pernak-pernik, dan lain sebagainya. Sebagian dari kerajinan-kerajinan tersebut adalah hasil produk turunan siap pakai yang ditenun dan diproduksi sendiri oleh Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama.

Hasil produksi dari UKM-UKM lain yang bekerjasama dengan galeri ini turut dipajang, seperti batik, pernak-pernik, dan makanan sehingga menambah variasi pilihan oleh-oleh yang akan diburu oleh pengunjung. Adapun produk kerajinan ditawarkan dengan harga yang beragam, mulai dari kisaran harga Rp5000 hingga Rp37.000.000. Hal ini ditentukan oleh jenis dan kualitas produk yang dipilih.

Terpisah dari itu, terdapat rumah tenun dengan sejumlah alat tenun yang biasa digunakan untuk menenun ulos. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama. Para pengunjung boleh melihat langsung proses penenunan yang dilakukan oleh pegawai galeri yang sudah piawai. Di rumah produksi tenun tersebut ada kurang lebih 150 penenun yang setiap hari menghabiskan waktunya dari pukul delapan pagi hingga enam sore untuk menenun ulos.

 Rata-rata para penenun merupakan ibu rumah tangga dan berdomisili di Medan. Satu gulungan kain ulos memiliki panjang sekitar 200 meter dan akan diberi motif sesuai dengan pesanan. Dalam seminggu, satu penenun diperkirakan dapat menyelesaikan lima ulos. Ulos-ulos yang telah ditenun tidak langsung di pasarkan. Namun, harus di periksa terlebih dahulu oleh penanggung jawab apakah ulos tersebut layak untuk dipasarkan.

“Harapannya, ya, semoga Galeri Ulos Sianipar ini semakin dicintai oleh masyarakat Indonesia dan dikenal oleh orang luar negeri. Kan bangga rasanya kalau budaya kita dikenal oleh orang luar.” tutur Tina, selaku sekretaris di Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama.

Hingga saat ini, Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat kota Medan. Tidak hanya itu, nama Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama sudah dikenal di berbagai mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, Australia, dan Jerman.

(Redaktur Tulisan: Viona Matullessya)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber gambar : Sumber: muslimarket.com

Bulan Puasa Bukan Alasan Untuk Tidak Berolahraga

Olahraga di bulan puasa akan memberikan manfaat yang besar bagi tubuh anda, seperti hilangnya rasa malas dan mengantuk, detoksifikasi tubuh akan tetap lancar hingga dapat membantu kita untuk menurunkan berat badan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *