Home / Hiburan / Film / Insidious 4: The Last Key, Kilas Balik Misteri Masa Lalu

Insidious 4: The Last Key, Kilas Balik Misteri Masa Lalu

Frans Dicky Naibaho / Lucky Andriansyah

“Hanya sedikit orang di dunia ini yang memiliki bakat sepertimu, Elise. Kau itu spesial. Namun, ada beberapa orang yang tidak bisa menerima bakatmu ini, salah satunya Ayahmu.” – Audrey Reiner (Tessa Ferrer)

Pijar, Medan. Dunia perfilman kembali disuguhkan oleh film horor ternama yaitu Insidious: The Last Key yang merupakan sekuel ke 4 dari hasil karya sutradara ternama dunia Adam Robitel. Film yang di produseri oleh James Wan ini lagi-lagi sukses memikat hati para penikmat film horor. Tidak hanya mengangkat genre horor, film yang rilis di Indonesia sejak tanggal 5 Januari 2018 untuk premiere dan resmi ditayangkan di berbagai bioskop Indonesia pada tanggal 10 Januari 2018 ini juga menambahkan sedikit unsur thriller didalamnya serta terdapat lelucon-lelucon kecil yang akan membuat penonton sejenak melupakan ketegangan.

Mengawali film dengan mengupas masa lalu Elise Reiner (Lin Shaye), The Last Key mampu membuat penonton ikut merasakan kepedihan yang dialami Elise semasa kecil. Bakat yang dimiliki Elise sudah ia sadari sejak dulu, namun Ayahnya tidak dapat menerima keberadaan Elise dengan bakat tersebut. Kerapkali ketika Elise berusaha mengungkapkan apa yang ia rasa kepada orangtuanya, Ayah Elise akan menghukumnya dengan cambukan di punggung serta merta mengurungnya di ruang bawah tanah. Bakat yang dimiliki Elise sejak kecil ini memampukannya untuk membuka pintu gerbang antara dunia nyata dan dunia lain yang berada di ruang bawah tanah rumahnya. Roh-roh dari dunia lain terbawa ke dunia nyata karena Elise membuka pintu merah. Namun, pada saat yang bersamaan, Audrey Reiner (Tessa Ferrer), Ibu Elise dibunuh oleh roh jahat yang memasuki dunia nyata.

Terbangun dari mimpi masa kecilnya, Elise pun mendapat telepon dari Ted Garza (Kirk Acevedo) yang meminta bantuan untuk mengusir roh jahat yang ada di rumahnya. Siapa yang menyangka jika ternyata alamat rumah orang tersebut adalah rumah masa lalu Elise saat ia kecil. Ia mulai bimbang, namun pada akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dan membantu Ted untuk mengusir roh jahat yang selama ini berada di rumah tersebut bersama kedua anak buahnya, yaitu Specs (Leigh Whannel) dan Tucker (Angus Sampson). Kepulangan Elise ke kampung halamannya berujung pada pertemuan Elise dengan adik kandungnya, Christian Reiner (Bruce Davison).

Lin Shaye, pemeran utama film Insidious ini sangat kompeten dalam menjiwai perannya. Meskipun ia sudah tidak muda lagi, namun performanya dalam berakting tidak bisa diragukan lagi. Hal ini ditunjukkan dari totalitasnya dalam sekuel ke 4, The Last Key sebagai sosok Elise Reiner.

Elise tidak menyangka jika ternyata salah satu keponakannya memiliki bakat yang sama dengan dirinya. Peran keponakan Elise juga sangat penting di film ini, karena ia ikut mengambil bagian dalam membantu Elise menghadapi roh jahat diakhir film yang seolah sengaja membukakan jalan untuk pemeran utama baru di film Insidious: The Last Key.

Film yang berdurasi 1 jam 43 menit ini mampu membuat penonton terkejut akan fakta-fakta baru dari kehidupan Elise. Terlebih lagi ketika diungkapkan bahwa Ted dan Ayah Elise ternyata diperbudak oleh Roh jahat, seluruh penonton ikut merasakan mirisnya nasib kedua pria ini.

Dikemas dengan cara yang simpel namun berhasil membuat penonton bertanya-tanya akan kelanjutan dari film ini. Peran-peran yang baru muncul pada sekuel ke 4 dari film Insidious juga menambah rasa penasaran akan watak dari masing-masing tokoh. Audio yang disuguhkan dalam Insidious: The Last Key juga menambah suasana horor bagi para penonton.

Namun, jika dibandingkan dengan sekuel Insidious yang lainnya, film ini dianggap tidak begitu menantang karena penyelesaian dari film ini yang dianggap kurang memuaskan ekspektasi para penonton. Hal lain yang dianggap kurang dari film ini ialah kurangnya penjelasan mengenai asal-usul dari roh jahat yang berdiam sejak dulu di rumah Elise semasa kecilnya. Namun kembali lagi, bagi para penggemar Insidious film ini sangat wajib untuk di tonton, karena film ini merupakan sekuel yang menjembatani film-film Insidious sebelumnya. Nah buat sobat Pijar yang pada penasaran gimana sih alur ceritanya, jangan lupa nonton ya!!

(Redaktur Tulisan: Nadia Lumongga Nasution)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

www.marleyreads.com

To All The Boys I’ve Loved Before, Belajar Untuk Mengungkapkan Isi Hati

To All The Boys I’ve Loved Before, novel karangan Jenny Han ini menceritakan tentang kehidupan seorang gadis pemalu yang tidak berani mengungkapkan isi hatinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *