Home / Hiburan / Film / JUMANJI: WELCOME TO THE JUNGLE, Pertualangan di Dunia Video Game

JUMANJI: WELCOME TO THE JUNGLE, Pertualangan di Dunia Video Game

Shafia Marwa

Pijar, Medan. Jumanji merupakan permainan papan yang sangat berbeda dari permainan papan pada umumnya. Permainan papan ini memiliki efek yang tidak dapat disangka-sangka oleh pemainnya. Sekali kita memainkan Jumani, maka kita memiliki kewajiban untuk menyelesaiakan sebuah misi petualangan yang teramat menegangkan. Sebab, ancaman tidak menyelesaikan permainan ini berujung terperangkap berpuluh tahun lamanya atau bahkan kematian di alam yang tidak diketahui oleh manusia lain.

Jumanji kembali menghiasi layar perfilman dunia. Film yang sebelumnya dirilis pada tahun 1995 kini hadir kembali di penghujung tahun 2017 untuk mengajak penonton di eranya bernostalgia dan mengenang kembali jumanji serta mengajak remaja masa kini mengenal jenis permainan yang dimaksudkan penulis. Dengan karya yang menggambarkan kejadian subjek dan objek dimasa sebelumnya atau yang biasa disebut sekuel ini diupayakan dapat menarik minat dan antusias baik para penonton.

Film karya Jake Kasdan ini sangat menyelaraskan pada era masa kini dimana di Film  Jumanji: Welcome To The Jungle, Jumanji tidak lagi dimainan memnggunakan permainan papan melainkan lewat video game.  Jumanji: Welcome To The Jungle bercerita bagaimana usaha remaja milenial yang begitu erat dengan teknologi harus menyelesaikan permaianan tanpa bantuan teknologi yang ada di masa sekarang ini.

Hal yang mengejutkan di Jumanji 2 ini bukan mendatangkan keajaiban-keajaiban aneh ke bumi seperti pada Jumanji tahun 1995  malah menarik para pemain kedalam video game.. Para pemeran dikirimkan ke video game Jumanji dengan berperan sebagai tokoh avatar yang sebelumnya telah mereka pilih. Berbagai hal yang tidak biasa pun dirasakan oleh para pemeran dalam tokoh tersebut.

Dwayne yang disandingkan beradu beberapa konflik kecil dengan Kevin Hart yang banyak mengundang tawa para penonton. Dwayne yang berpenampilan sangat gagah dan berwajah pemberani itu justru malah berjiwa seorang bernama Spancer yang amat penakut. Dan tidak lupa, peranan Jack Black yang seolah berjiwa sebagai seorang wanita cantik yang perasa dan lemah lembut menampilkan peranan begitu centil yang menambah gelak tawa di bioskop.  Rintangan yang harus mereka lalui bersama menjadikan sekelompok pemeran permainan ini menjadi akrab. Walaupun hal tersebut terjadi karena keterpaksaan dibawah ancaman untuk tetap bertahan hidup.

Film yang berdurasi 1 jam 59menit ini berhasil menjadi Box Office di awal tahun 2018 dengan rating  7.2/10 dari IMDb dan meraih pendapatan sebesar $777.3 juta.

(Redaktur Tulisan: Nadia Lumongga Nasution)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Intan Khusnul

Strawberry Generation, Menjadi Driver atau Passenger?

“Dari bentuk dan warnanya, strawberry itu menawan. Namun, di balik keindahannya, ia ternyata begitu rapuh” Sebaris kalimat di atas adalah ilustrasi dari buku berjudul Strawberry Generation. Hal itu melambangkan sebuah bagian dari suatu generasi yang rapuh meski terlihat indah. Ia adalah generasi milenial, istilah dan kata yang sudah tidak asing lagi kita dengar di zaman yang semakin modern ini. Istilah tersebut sering sekali dibicarakan dalam segala

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *