Home / Berita / Kafe Kok Warnet?
ruang VIP I-Cafe dengan fasilitas serba nyaman membuat penggunanya tahan untuk berlama-lama di sini. (20/3)
(Fotogrefer: Frans Dicky Naibaho)
ruang VIP I-Cafe dengan fasilitas serba nyaman membuat penggunanya tahan untuk berlama-lama di sini. (20/3) (Fotogrefer: Frans Dicky Naibaho)

Kafe Kok Warnet?

Frans Dicky Naibaho / Rere Reviansyah

 

PIJAR, Medan. “Gaming is in my DNA,” Petikan ini mungkin sering kita dengar dari para pecinta game. Seakan-akan mereka menyatakan bahwa tanpa bermain, hidupnya hanyalah hampa. Terlebih bagi penggila game online yang tentu saja menjadikan hal ini sebagai suatu kewajiban.

Seringkali para penikmat game memilih warnet (warung internet) sebagai pilihan untuk memenuhi hasrat bermain. Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan keberadaan warnet, namun bagaimana dengan yang satu ini? Ya, I-Café.

Kafe kok warnet? Inilah yang menjadi daya tarik dari I-Café. Warnet yang satu ini berbeda dengan warnet-warnet lain. Tidak sekadar menjadi tempat bermain game online, warnet ini juga dijadikan kafe bagi pengunjung.

Para pengguna warnet dapat memesan berbagai jenis makanan di tempat ini, seperti nasi goreng, mie goreng, ifumie, dan berbagai menu lainnya tanpa harus menghentikan permainan. Hal ini tentu saja menjadikan para users nyaman dan tidak ingin meninggalkan tempatnya sedetik saja.

Kenyamanan yang diberikan I-Café kepada setiap pendatang tidak itu saja. Komputer dengan kualitas tinggi, serta kursi yang nyaman menjadi nilai lebih dari tempat ini. Terlihat dari bagaimana para users mampu duduk dan bermain hingga berjam-jam.

“Kita memang selalu mengutamakan kenyamanan bang, mulai dari kursi yang nyaman, ruangan full ac, sampai komputer dengan spek tinggi,” ungkap Justin, Operator tetap I-Café.

Warnet mewah yang berada di jalan Sekip ini menyediakan lebih dari 100 komputer yang dapat dinikmati dengan berbagai jenis ruangan. Mulai dari kelas reguler yang berada lantai 1 dan 2, kelas VIP di lantai 3, serta VVIP dapat dinikmati di lantai 4 I-Café. Tentu saja setiap jenis ruangan ini dapat kamu nikmati dengan harga yang beragam pula, mulai dari Rp8.000 hingga Rp25.000 per jam, tergantung dengan jenis yang kamu pilih.

Meskipun sudah berdiri selama 2 tahun, I-Café tetap tidak kehilangan penikmatnya. Sejak peresmian hingga saat ini, respon masyarakat sangatlah baik. Per harinya, pengunjung I-Café dapat mencapai 80 hingga 150 users. Hal ini juga didukung dengan banyaknya acara gaming yang diadakan di warnet yang satu ini.

“Saya setiap minggu pasti ada datang kesini, lo. Tapi waktunya tak tentu,” kata Wiranto, pengunjung tetap I-Café.

Pengunjung I-Café memang sering sekali bermain game di tempat ini. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk para muda-mudi yang ingin mengerjakan tugas juga dapat menjadikan I-Café sebagai pilihan. Selain itu, warnet ini juga dapat kamu kunjungi kapan saja karena selalu buka 24 jam setiap harinya.

“Sebisa mungkin kita selalu berinovasi agar tidak tertinggal dan menjadikan I-Café sebagai pilihan masyarakat. Kita juga selalu buat event-event supaya nama I-Café semakin dikenal juga, yang seperti ini selalu kita manfaatkan supaya kita makin maju,” tambah Justin.

Nah tunggu apa lagi? Nongkrong tidak harus selalu di kafe biasa, kafe unik milik warnet I-Café juga bisa dijadikan tempat yang tepat untuk mengisi waktu kosong kamu, lho!

(Redaktur Tulisan: Viona Matullessya)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Image 1

428 Tahun Medan Berbudaya dan Wujud Arti Sebuah Keberagaman

Perayaan hari jadi Kota Medan ini memiliki beberapa acara di antara lain workshop yang bertempat di Hotel Santika Dyandra, Medan Carnival, penampilan musik dan tari tradisional, dan tidak ketinggalan lomba design batik khas Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *