Home / Lifestyle / Uluran Tangan untuk Kisah Pahit Para Pekerja Kawah Ijen

Uluran Tangan untuk Kisah Pahit Para Pekerja Kawah Ijen

Sumber : Ijenasisstance

Hidayat Sikumbang / Laura Arya Wienanta

“The story of the sulphur miners of Ijen is not just their story, it is our story as well. As long as we continue to use the minerals they extract from the earth we are all participating in their suffering. We hope that we can come together to extend a helping hand to the community of the Ijen sulphur miners.”- via Ijenasisstance.com

PIJAR, Medan. Antara Ijen dan Sulfur memang tak bisa dilepaskan satu sama lain. Ada benang merah yang melilit antara keduanya. Ijen merupakan salah satu destinasi yang banyak diminati oleh tidak hanya pelancong lokal, melainkan orang dari berbagai penjuru dunia datang untuk melihat dan merasakan seperti apa sensasi yang ditimbulkan dari kawah yang tingginya mencapai 2443 Mdpl ini.

Namun, sejenak saja. Sadarkah kita, dari kawah Ijen tersebut tidak hanya tertinggal cerita manis belaka? Tidak usah berlama-lama lagi, pembahasan ini akan langsung tertuju pada ijenasisstance. Ini adalah wujud dari rasa jengah seorang Heinz Von Holzen, juru masak yang telah malang melintang di dunianya. Matanya terbuka ketika melihat para penambang yang ‘membahayakan dirinya’ hanya demi meraup uang yang tidak sebanding dengan kerja keras yang mereka lakukan.

Heinz Von Holzen tidak sendirian di sini. Ia bersama rekannya, Sil van der Woerd, Sean Lin, serta Sultan Yaar Jorik Dozy yang merupakan suami dari salah satu artis nusantara, Nadia Vega. Heinz dan yang lain membentuk ijenasisstance sebagai wujud kepedulian dunia terhadap peran dari penambang-penambang di kawah Ijen.

Setiap donasi akan disalurkan pada penduduk kawah ijen berupa alat bantu pernafasan, kebutuhan pangan, hingga biaya sekolah anak. Sumber : Ijenasisstance
Setiap donasi akan disalurkan pada penduduk kawah ijen berupa alat bantu pernafasan, kebutuhan pangan, hingga biaya sekolah anak.
Sumber : Ijenasisstance

“Di balik keindahan alamnya ada miners yang bekerja dikelilingi dengan gas beracun dan membopong 95 kg sulfur setiap harinya, mengakibatkan banyak sekali gangguan kesehatan bagi para pekerja,” terang Nadia Vega di akun Instagram pribadi miliknya.

Lebih lanjut Nadia juga menjelaskan kemana bantuan tersebut akan bermuara. “Setiap atau seluruh sen yang masuk akan diberikan secara langsung oleh team Heinz von Holzen’s kepada keluarga, sekolah, dan pekerja di kawah Ijen,” sambung Nadia menjelaskan sistem yang berlaku dari ijenassitance .

Ungkapan kerisauan Nadia Vega terhadap para penambang itu adalah wajar. Mereka tinggal di tanah merdeka yang sama sekali tidak merdeka. Itulah yang menjadi pelecut semangat tim ijenasisstance untuk tetap berdiri hingga detik ini.

Bayangkan saja, para penambang harus rela melupakan penat yang terus-menerus menjerat mereka. Upah mereka hanya 800 Rupiah saja per kilo. Beban 80 kg harus mereka bawa tiap harinya demi membuat dapur mereka mengepul. Namun, ini pula yang acapkali membuat kesehatan mereka seringkali terganggu. Mereka setiap saat harus menutup hidung dan mulut mereka agar bisa kembali bersama keluarga dengan sehat.

Lewat situs ijenassistance.com, Heinz dan teman-teman membuka tangan selebar-lebarnya untuk mereka yang berniat untuk membantu. Berbicara tentang kemanusiaan, tentu mereka ingin anak-anak mereka tak lagi menjadi penambang seperti mereka. Ada banyak ayah yang mendambakan hidup layak di sini. Ijen tidak hanya menyimpan keindahan alam, namun juga kepahitan hidup yang dijalani para penambang.

(Redaktur Tulisan: Viona Matullessya)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

http://greenmommyshop.com/product/sedotan-stainless/

SEDOTAN STAINLESS STEEL SI RAMAH LINGKUNGAN

Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa penggunaan produk plastik sebagai wadah atau alat makan maupun minum bisa berbahaya. Hal tersebut sudah jelas karena BPA yang terkandung dalam plastik bisa luntur dan mengontaminasi makanan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *