Home / Sosok / Aisha Anindita, Berprestasi Melalui Bakat dan Hobi

Aisha Anindita, Berprestasi Melalui Bakat dan Hobi

Sumber : Dokumentasi pribadi Aisha Anindita

Talitha Nabilah Ritonga/Siti Halimah

Pijar, Medan. Setiap orang tentu memiliki hobi dan bakat masing-masing. Tetapi, belum tentu setiap orang dapat menghantarkan hobi dan bakat tersebut menjadi prestasi yang membanggakan. Berbeda dengan yang dilakukan Aisha Anindita, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (USU) 2017 yang dapat menghantarkan hobi dan bakatnya menjadi prestasi yang sangat membanggakan.

Terlahir dari keluarga yang menyukai seni, Ayah yang suka menyanyi dan bermain musik, serta Ibu yang memiliki bakat melukis, membuat gadis kelahiran 19 tahun silam ini juga memiliki hobi dan bakat yang sama. Tidak hanya itu, darah seni kedua orangtuanya juga mengalir pada kakak dan adik-adik nya.

Gadis yang akrab disapa Nadit ini mulai mengembangkan hobinya saat ia duduk di bangku kelas 1 SD dengan mengikuti ekskul menyanyi dan melukis. Sejak itu pula Nadit mulai mencoba untuk membuat lagu. Memasuki SMP, Nadit sudah mulai mengikuti lomba-lomba cipta lagu. Dari lomba tersebut, ia berhasil menghantarkan namanya  ke tingkat nasional.

“Danau Toba” merupakan salah satu judul lagu ciptaan Nadit yang menghantarkan ia sampai ke Istana Negara Jakarta. Ia juga orang pertama yang mewakili Sumatera Utara (Sumut) dengan menyandang gelar Juara 2 nasional pada saat itu. Ia mengatakan bahwa lomba cipta lagu nasional ini mengusung tema Indonesia. Namun, di lomba ini Nadit tidak mengangkat Indonesia secara umum, tetapi ia  mengangkat daerah asalnya yaitu Sumut. Dari lagu ini, ia juga mencoba menjelaskan bahwa Sumut mempunyai sesuatu yang luar biasa, yaitu Danau Toba. Nadit ingin mengajak masyarakat luas untuk dapat mengeksplor Danau toba.

Tidak hanya di bidang musik, melalui seni lukis Nadit juga banyak menoreh banyak prestasi. Tidak tanggung-tanggung, piala yang ia dapatkan dari lomba-lomba melukis sejak ia masih TK sampai sekarang telah mencapai ratusan. Penyuka warna biru ini juga pernah menyandang juara 1 lomba Duta Sanitasi. Ia juga berhasil menjadi satu-satunya perwakilan dari Pulau Sumatera yang memenangkan juara 3 Duta Sanitasi nasional pada 2013. Menyandang gelar Duta Sanitasi, Nadit dituntut untuk ikut serta dalam penyuluhan dan aksi-aksi positif yang diselenggarakan oleh Duta Sanitasi. Melalui aksi-aksi positif ini pula membuat ia menjadi perwakilan Alpha Zetizen Sumut untuk ke New Zealand.

Meskipun Nadit sangat aktif dalam kegiatan non akademik, ia tetap mengutamakan kuliahanya. Baginya, pendidikan itu nomor satu. Untuk hal-hal yang non akademik akan dilakukannya di waktu-waktu senggang saja. Saat ini, kegiatan Nadit selain menjalani perkuliahan kedokteran gigi, ia juga aktif meng-cover lagu di Instagram.

“Kalau punya sesuatu yang kita suka coba jalani dulu. Ketika kita gagal, jangan menganggap tidak bisa. Kalau kita gagal juga, jangan berpatok disitu-situ saja. Cobalah hal-hal yang lain, tapi tetap fokuskan pada apa yang kamu tuju di awal. Dan membuka diri lah untuk hal yang baru, siapa tau hal baru itu adalah passion kamu,” tutur Nadit.

(Redaktur Tulisan: Maya Andani)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: dokumentasi pribadi Ainal Syabri

Ainal, Prestasi Musik Budaya Minang

Prestasi-prestasi yang telah berhasil dicetak Ainal ini tentu telah mengharumkan nama Sumatera Barat dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *