Home / Berita / Budaya Minangkabau Guncang Tanah Rantau
image1 (3)

Budaya Minangkabau Guncang Tanah Rantau

Intan Sari

Pijar, Medan. Gelanggang Mahasiswa (Gema) Universitas Sumatera Utara (USU) diramaikan oleh tamu undangan yang terlihat antusias memenuhi halaman Gelanggang, Jumat (27/04). Tidak ketinggalan pagar bagus dan pagar ayu, lengkap dengan pakaian adat terlihat ramah berdiri menyapa setiap tamu undangan di depan pintu masuk Gelanggang.

Suasana hangat penuh semangat langsung terasa begitu melangkahkan kaki di depan pintu masuk. Acara bertajuk Pagelaran Budaya Minangkabau yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Imam Bonjol (IMIB) USU ini dibuka dengan dentuman  komposisi musik dan atraksi marawa yang penuh semangat, membuat penonton bersorak-sorai di acara pembuka malam itu.

Pagelaran Budaya Minangkabau ini mengangkat tema Alek Rang Mudo Mangguncang Tanah Rantau yang artinya Pesta Orang Muda, Mengguncang Tanah Rantau. Latar belakang diangkatnya tema Pagelaran ini untuk memperkenalkan Budaya Minangkabau di Kota Medan, menjalin silaturahmi antar sesama orang minang yang ada di Kota Medan, serta melestarikan Budaya Minangkabau walaupun berada jauh dari kampung halaman.

Tari Persembahan sebagai sajian pembuka dalam acara Pagelaran Budaya Minangkabau, Ikatan Mahasiswa Imam Bonjol (IMIB) di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera utara (USU). (27/4) (Fotografer: Frans Dicky Naibaho)
Tari Persembahan sebagai sajian pembuka dalam acara Pagelaran Budaya Minangkabau, Ikatan Mahasiswa Imam Bonjol (IMIB) di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera utara (USU). (27/4)
(Fotografer: Frans Dicky Naibaho)

Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Arie Rahmadinata Khan selaku Ketua Panitia Pagelaran Budaya ini. “Jadi, tujuan diselenggarakannya acara ini agar Budaya Minang tidak hilang walaupun kami berada di tanah rantau. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan Budaya Minang di Kota Medan ini, serta kami juga ingin menjalin silaturahmi dengan masyarakat Minang yang ada Medan ini,” ungkap Arie saat diwawancarai.

Acara ini dibuka sekitar pukul 18.30 WIB dengan musik dan Tari Persembahan khas Minang. Pembawa acara membuka secara resmi  acara ini tepat pukul 20.30 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Laporan ketua panitia, serta beberapa kata sambutan. Kemudian dilanjutkan dengan nyanyian Lagu Minangkabau yang membuat siapa saja yang mendengarnya merasa rindu kampung halaman.

Acara ini diisi oleh ragam tarian Minangkabau seperti Tari Rantak, Tari Payung, Tari Bagurau, Tari Indang, Tari piring, serta penampilan Budaya Minang lainnya. Ada juga selingan di tengah pertunjukan seni tari, yaitu Silek (Seni Bela diri Minangkabau) yang dipadukan dengan unsur drama, pun satu lagi yang tak kalah menarik yaitu Randai. Randai adalah perpaduan dari seni drama, seni suara, seni tari, dan seni musik. Ketegasan gerakan dan bunyi pukulan yang berasal dari sarung yang digunakan benar-benar membuat tamu undangan bersorak gembira dan sontak saja tepuk tangan memenuhi seisi ruangan malam itu.

Acara ini benar-benar patut diapresiasi. Pasalnya, acara yang dipersiapkan kurang lebih selama 1 bulan ini mampu menyulap budaya menjadi tontonan menarik bagi semua kalangan. Hal ini terlihat dari banyaknya tamu yang menghadiri acara ini.

“Kami menyedikan 600 tiket untuk Pagelaran Budaya ini dan semua tiketnya habis terjual,” ujar Arie tersenyum.

IMIB USU membuktikan bahwa budaya tidaklah membosankan melalui acara ini. Pagelaran ini tidak hanya mampu mengguncang tanah rantau dengan segala keunikan dan kekhasan khasanahnya, melainkan juga mampu mengguncang perasaan siapa saja yang melihatnya. Seperti yang disampaikan oleh Reza, salah seorang tamu undangan yang turut hadir dalam Pagelaran ini.

“Saya cukup terhibur sekaligus haru karena merindukan kampung halaman ketika penampilan nyanyian Minang serta beberapa tarian dengan perpaduan musik ala Minang. Acara ini benar-benar membuat saya merasa ingin segera kembali ke rumah,” ujar Reza dengan mata hampir berkaca-kaca

Budaya apa pun memang patut diapresiasi. Hilang budaya, hilang identitas bangsa. Mari bersama kita lestarikan budaya untuk membangun Indonesia.

(Redaktur Tulisan: Maya Andani)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber : Dokumenasi Panitia

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU Ajak Pelajar Melek Media Sosial

Pijar, Medan. Dalam rangka memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen-dosen Ilmu Komunikasi USU mengadakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang literasi media. Pengabdian diinisiasi oleh Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A, Dra. Mazdalifah, M.Si., Ph.D dan Yovita Sabarina Sitepu, S.Sos., M.Si.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *