Home / Lifestyle / Paperless Society, Saatnya Beralih dari Kertas

Paperless Society, Saatnya Beralih dari Kertas

Sumber foto : http://thetimesweekly.com/news/2015/sep/16/dear-earthtalk-reducing-paper-use/

Ainun Putri Lubis

Pijar, Medan. Dewasa ini, kita semua tahu bahwa revolusi digital telah menguasai segala aspek. Segala sesuatu telah beralih ke digital seperti buku, surat kabar, musik, gambar, bahkan komunikasi. Bahkan hal-hal yang tampaknya mustahil, seperti pertemanan, tidak kebal terhadap perubahan digital. Dalam konteks pendidikan, sebuah pertanyaan yang muncul adalah apakah buku teks akan mampu mempertahankan eksistensi nya?

Kita dulu percaya bahwa kertas tidak akan pernah mati, buku akan terus dicetak selamanya. Penggunaan kertas dalam masyarakat sangat menyentuh banyak hal seperti, surat kabar, majalah, kwitansi, catatan, uang, dokumen, poster, iklan, selebaran, pembungkus, kotak, dan buku ada di sekitar kita setiap hari.

Jumlah kertas yang kita pergunakan setiap hari sangatlah besar. Penggunaan kertas semakin meningkat. Kertas-kertas tersebut dipakai untuk mencoret-coret, memo, notulensi, buku tulis, skripsi hingga dokumen laporan. Hal tersebut ini telah berlangsung selama berabad-abad.

Paperless merupakan suatu usaha mengurangi pemakaian kertas, namun bukan meniadakan pemakaian kertas sama sekali. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) beberapa tahun ini gencar disuarakan oleh para aktivis pecinta lingkungan. Reduce yang artinya mengurangi penggunaan, reuse yang artinya untuk menggunakan kembali, dan recycle yang artinya untuk mengolah kembali.

Kita semua tahu bahan baku kertas adalah kayu. Jadi, untuk menghasilkan kertas, pabrik kertas harus menebang pohon dengan jenis dan kualitas tertentu. Semakin banyak kebutuhan akan kertas artinya semakin banyak pohon yang akan ditebang.

Kasus penebangan liar pada hutan yang berimplikasi pada degradasi hutan dan deforestsasi atau penurunan terhadap kuantitas pohon di hutan. Dapat kita dibayangkan seberapa luas hutan yang harus ditebang untuk menghasilkan kertas.

 Sebagai ilustrasi, pembuatan satu rim kertas A4 bisa menghabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun. Untuk kertas berkualitas baik diperlukan campuran pohon berkayu keras dan lunak. Suatu lahan pepohonan kayu keras setinggi 4 kaki panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan 942.100 halaman buku atau setara dengan 4.384. 000 perangko atau setara dengan 2.700 eksemplar koran. Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 12 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.

Nah, hal inilah yang membuat Paperless Society memiliki manfaat baik untuk kita semua. Mekanisme paperless memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh berbagai pihak, diantaranya adalah untuk manusia dan lingkungan. Untuk lingkungan, yaitu menjaga kelestarian pohon-pohon di hutan, menjaga fauna yang ada di dalam hutan agar tidak punah, mencegah terjadinya degradasi hutan dan deforestsasi hutan, semakin sedikit pohon yang ditebang maka pemanasan global semakin tercegah.

Untuk menyelamatkan hutan Indonesia kita bisa berubah dengan menerapkan sikap ramah terhadap hutan, termasuk menghemat kertas. Ada beberapa cara untuk menghemat kertas misalnya, dengan melakukan komunikasi elektronik yang tidak memerlukan kertas, seperti melalui email. Tidak mencetak dokumen yang tidak perlu, menggunakan kedua sisi kertas untuk mengeprint untuk draft atau dokumen yang tidak terlalu penting. Ini akan menghemat kertas dibanding jika mencetaknya hanya di satu saja.

(Redaktur Tulisan: Viona Matullessya)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber gambar : Sumber: muslimarket.com

Bulan Puasa Bukan Alasan Untuk Tidak Berolahraga

Olahraga di bulan puasa akan memberikan manfaat yang besar bagi tubuh anda, seperti hilangnya rasa malas dan mengantuk, detoksifikasi tubuh akan tetap lancar hingga dapat membantu kita untuk menurunkan berat badan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *