Home / Hiburan / Film / The Age of Adaline, Bukti Bahwa Awet Muda Tidak Selalu Indah

The Age of Adaline, Bukti Bahwa Awet Muda Tidak Selalu Indah

sumber : theageofadalinemovie.com

Nadia Lumongga Nasution

“Itu tidaklah sama jika kau tidak punya masa depan. Masa depan bersama-sama, bertambah tua bersama-sama. Tanpa itu, cinya hanyalah kesedihan hati”- Adaline Bowman dalam The Age of Adaline

PIJAR, Medan. Awet muda? Siapa yang tidak ingin terlihat selalu awet muda? Hanya Adaline yang mungkin menjawab tidak. Terkunci dalam usia 29 tahun selama berpuluh-puluh tahun membuatnya abadi dan kehilangan kehidupan. Kisahnya ini tertuang dalam film ‘The Age of Adaline’ garapan sutradara Lee Toland Krieger, 2015 lalu.

Adaline Bowman (Blake Lively) hidup seperti wanita pada umumnya sebelumnya. Ia menikah dengan Clarence James Prescott hingga maut memisahkan mereka delapan tahun setelahnya, akibat kecelakaan tragis di tempat kerja Clarence. Tempat ini juga merupakan tempat Adaline pertama kali bertemu suaminya, proyek The Golden Gate.

Clarence meninggalkan Adaline bersama satu putri kecil mereka, Flemming. Sepuluh bulan setelah itu Adaline berkendara menuju penginapan keluarganya dimana orang tuanya dan Flemming telah menunggu di sana. Lalu, kisahnya bermula dari sini.

Ketika dalam perjalanan, tiba-tiba salju turun dan membuat pandangan Adaline terhalang. Tak bisa menghindar, Adaline dan mobil yang ia kendarai pun terjatuh ke dalam lautan air beku yang mengakibatkan ia mengalami hipoksia dan memberhentikan detak jantungnya. Selang beberapa waktu, petir bermuatan 500 juta volt listrik menyambar mobilnya dan memberi tiga dampak, mendetakkan kembali jantung Adaline, mengeluarkannya dari keadaan hipoksia dan yang terakhir, Adaline takkan pernah menua.

Dokter pun tidak bisa menjelaskan dampak terakhir dari sambaran petir yang dialaminya. Kehidupannya pun mulai dicurigai saat ditilang oleh polisi setempat yang terkejut ketika mengetahui umur Adaline sebenarnya. Takut diincar oleh FBI dan menjadi bahan percobaan atas apa yang dialaminya, ia memutuskan untuk berpindah-pindah tempat setiap sepuluh tahun sekali, mengganti identitasnya dan berpenampilan menyesuaikan zaman agar tidak dikenal orang. Kecuali satu, Flemming.

Awet dalam usia 29 tahun tidak menjadikan Adaline bangga akan dirinya, ia malah menutup dirinya dengan siapapun. Tidak mau diabadikan dalam foto salah satu hal yang ia lakukan karena takut akan dikenali suatu saat nanti. Termasuk soal percintaan, ia sangat menutup dirinya rapat-rapat.

transformasi Adaline dimana hanya penampilannya yang berubah mengikuti zaman. (sumber : eliberico.com)
transformasi Adaline dimana hanya penampilannya yang berubah mengikuti zaman. (sumber : eliberico.com)

Di suatu acara malam pergantian tahun, Adaline dengan nama samaran Jenny bertemu dengan seorang pria bernama Ellis (Michiel Huisman) yang berusaha menerobos pintu lift yang nyaris saja tertutup dengan satu tujuan, berkenalan dengan Jenny. Beberapa hari setelahnya mereka bertemu kembali di kantor tempat Jenny bekerja, Ellis yang datang sebagai donatur diminta untuk mengabadikan foto bersama. Ellis akan mau jika Jenny bersamanya dalam foto tersebut, namun Jenny yang tidak ingin fotonya diabadikan bersih keras menolak. Ellis pun memberi tawaran lain, bagaimana jika jalan bersama atau dia tidak jadi berdonasi dan Jenny akhirnya mengiyakan.

Kehadiran Ellis membuat satu kepingan yang hilang dalam hidupnya kembali. Di saat ia sudah mulai nyaman dengan kehadiran Ellis dalam hidupnya, Jenny harus kembali berpindah tempat demi identitas aslinya tidak terbongkar. Jenny merasa lelah dengan kehidupannya dimana ia selalu berbohong kepada orang baik disekitarnya, di sisi lain Ellis merasa dicampakkan begitu saja oleh Jenny.

Setelah mencurahkan keluh kesah kepada anaknya Flemming yang kini tampak jauh lebih tua darinya, ia memutuskan untuk tidak pindah dan menemui Ellis kembali untuk meminta maaf serta menebus kesalahannya. Mereka menghabiskan malam bersama di bangunan tua yang dulunya merupakan bioskop mobil dan di malam yang sama, Ellis mengajak Jenny untuk ikut bersamanya dalam sepekan untuk menghadiri perayaan 40 tahun pernikahan orangtuanya.

Sesampai di kediaman orang tua Ellis, ayahnya William (Harrison Ford) terkejut melihat kehadiran Jenny. Tanpa sadar ia menyebut nama Adaline ketika Jenny tepat di hadapannya. Siapa yang sangka, ayah Ellis lelaki yang kini dekat dengannya merupakan kekasihnya beberapa puluh tahun yang lalu. Jenny pun mengaku bahwa Adaline adalah ibunya. Tetapi, kecurigaan William semakin menguat setelah Jenny tinggal di rumahnya selama beberapa hari. Bagaimanakah kisah ini berlanjut? Apakah Adaline tetap menyembunyikan identitas aslinya? Atau bahkan William yang berhasil membongkar siapa Jenny sebenarnya? Lalu bagaimana dengan Ellis? Sobat Pijar harus menonton film ini sampai selesai untuk mengetahui jawabannya.

Film produksi Sidney Kimmel, Gary Luchessi, Brett Ratner dan Tom Rosenberg berhasil menduduki Box Office dalam beberapa pekan saat penayangannya. Film berdurasi 112 menit dan rating 7.2/10 IMDb ini wajib ditonton bagi Sobat Pijar penggemar film bertemakan drama dan fantasi. Selamat menyaksikan!

(Redaktur Tulisan: Viona Matullessya)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: Den Of Geek

Sisi Lain Film Fenomenal, Avengers: Infinity War

Avengers: Infinity War bercerita tentang Crossover dari beberapa pahlawan super yang dipertemukan di film ini untuk menghadapi Thanos.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *