Home / Lifestyle / Beasiswa Koin dari Komunitas Koin
Koin untuk beasiswa.
(Fotografer: Frans Dicky Naibaho)
Koin untuk beasiswa. (Fotografer: Frans Dicky Naibaho)

Beasiswa Koin dari Komunitas Koin

Frans Dicky Naibaho 

PIJAR, Medan. Coin a Chance. Apa yang tebersit dalam pikiran Anda jika membaca frasa tersebut? Bila diartikan secara harafiah ke Bahasa Indonesia, frasa itu berarti ada koin ada kesempatan. Namun tidak sekadar itu saja, Coin a Chance (CaC) merupakan suatu komunitas yang bergerak dalam usaha untuk menabung uang koin.

Komunitas ini sudah berdiri sejak tahun 2008 oleh Nia K. Sadjarwo dan Hanny Kusumawati di Jakarta. Pengumpulan uang koin ini sudah seperti gaya hidup bagi orang-orang yang tergabung di dalam komunitas CaC.

Setelah 2008, komunitas ini mulai menyebar ke kota-kota besar lainnya di Indonesia. Salah satunya ialah di kota Medan, sejak 22 Oktober 2015, CaC sudah beroperasi di Medan dengan dipelopori oleh Rizky Franchitika.

“It’s simple to care others, just share your coins and let’s send those kids back to school!”

Petikan di atas seperti seruan setiap anggota CaC dalam mengajak masyarakat untuk ikut bergabung. Kita perlu menabung, namun di CaC kita diimbau untuk tidak sekedar menabung untuk diri sendiri, melainkan untuk orang lain yang lebih membutuhkan. Itulah yang menjadi landasan didirikannya komunitas ini.

Uang koin sudah seperti santapan sehari-hari setiap anggota untuk disisihkan dan ditabung. Uang yang sudah terkumpul ini nantinya akan dijadikan sebagai beasiswa untuk anak-anak yang memiliki semangat tinggi dalam pendidikan namun kurang dalam ekonomi.

Melalui CaC, uang koin yang telah dikumpulkan akan digabungkan satu bulan sekali dalam kegiatan Coin Collecting Day (CCD). CCD merupakan ajang berkumpul seluruh anggota untuk menghitung jumlah uang tabungan. Adapun kegiatan-kegiatan lain yang dilaksanakan dalam komunitas ini ialah seperti koin melalak, CaC Anniversary, Makrab, Voluntary Building, dan Roadshow.

Untuk usaha membantu anak-anak dengan beasiswa pendidikan, Komunitas CaC menyeleksi calon adik asuh dengan sungguh-sungguh. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pemalsuan data dan uang yang dikumpulkan benar-benar tersalur ke orang yang sangat membutuhkan. Berkat usaha bersama, kini CaC sudah membiayai enam adik asuh dalam hal pendidikan. Pembiayaan ini akan terus dilakukan hingga mereka selesai dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sistem beasiswa pun sangat baik. Para anggota komunitas akan memberikan beasiswa pendidikan setiap tiga bulan sekali dengan langsung membayarkan uang sekolah anak ke sekolahnya. Kegiatan ini disebut dengan Coin Dropping.

Sebagian besar anggota CaC berprofesi sebagai dosen dan mahasiswa yang memiliki kegemaran untuk berbagi. Nah, setiap anggota memang diwajibkan untuk mengumpulkan uang koin. Namun jika Anda ingin menyumbangkan koin, juga bisa dengan memasukkan koin ke celengan yang sudah disebar ke kafe-kafe yang ada di kota medan.

“Kebiasaan ini perlu ya untuk kita lakukan. Ketika kita ingin membantu orang, kita bisa melakukannya dengan hal-hal simple seperti menyisihkan koin. Itu akan sangat berguna nantinya bagi anak-anak yang mau sekolah,” ungkap Kiky, panggilan akrab Rizky  Franchitika.

Gaya hidup menabung memang perlu kita kembangkan terlepas dari kebutuhan yang kian terus ada. Gerakan mengumpulkan ‘receh’ ini sangat cocok untuk dijadikan kebiasaan bagi setiap orang. Tidak hanya anggota CaC saja tetapi Sobat Pijar juga, ya!

(Redaktur Tulisan: Viona Matullessya)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : 2.bp.blogspot.com

Kesenangan Masa Kini

Secara bahasa, diambil dari Bahasa Yunani h?donismos dari akar kata h?don?, artinya “kesenangan”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *