Home / Galeri / Aku Malu Menjadi Manusia
Foto: Star Munthe
Foto: Star Munthe

Aku Malu Menjadi Manusia

 

 

Star Munthe

 

Aku binasa tanpa kata,

Aku terusir bila puasa wacana,

Aku diam tapi aku menghirup kalimat yang mulai mengelak dari jalan…

 

Bintang tak lagi mau bercerita,

Bercerita akan sedihnya menatap peradaban dari balik mendung awan…

Akankah aku sanggup menggantungkan imaji pada paku harapan?

Aku berkhianat, menyangkal, berbohong bahwa aku menikmati bumi…

 

Lupa makna dari dongeng yang sering ibu ceritakan,

Aku hilang bagai nada jatuh dari notasi…

Aku pria 3 dimensi tanpa mimpi,

Yang kukejar kenapa selalu sekadar eksistensi?

 

Mendayung pada sungai yang keruh,

Berayun pada batang yang patah,

Membaca pada lirik yang absurd,

Kuharap ada puisi yang lebih dari obat para tabib

Sembuhkan luka pada relung laki-laki yang marah…

 

Aku marah!!!

Marah pada sikap,

Marah pada budaya,

Kita manusia tapi memangsa layaknya buaya…

 

Layakkah aku menyebut diriku manusia,

Jika yang kulakukan hanyalah mengkonsumsi?

Kuharap siang akan mengoyakkan kertas kesombongan.

Kuminta malam membabi buta keserakahan.

Kupaksa sang waktu memenjarakan para kapitalis yang tak peduli sesama.

Oh, Pertiwi..

Aku henti bernapas tanpa kemurahanmu

Aku henti makan tanpa cintamu

Maafkan…

Maaf tanganku lemah, aku tak bisa memenggal leher para biadab yang memerkosa panoramamu,

Salahku pada nafsu alami,

Nafsu para bajingan yang menyebutnya penguasa…

 

Aku memelik surga yang tak bisa kupeluk…

Hasratku bebas dilepas,

Dan…

Aku binasa tanpa kata,

Aku terusir bila puasa wacana,

Layaknya aku hidup menjadi kalimat pada bumi manusia.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Ilustrasi : Nadya Anatasya

Tidak, Jangan Lagi.

Suasana di kamar ini lengang. Menyisakan aku dan sekelebat bayang-bayang tentang peristiwa menakjubkan yang baru saja terjadi. Pukul satu dini hari. Aku masih tak dapat tidur. Masih terbawa suasana beberapa jam yang lalu. Telepon genggam ku bergetar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *