Home / Hiburan / Buku / Keunikan di Balik Conan, Sang Detective Cilik
Source : Google.com
Source : Google.com

Keunikan di Balik Conan, Sang Detective Cilik

Dwi Harizki

PIJAR, Medan. Pernahkah kalian berfikir tentang bagaimana rasanya menjadi seorang detektif, yang harus memecahkan sebuah kasus yang sangat serius? Pastinya tidak semudah yang kita kira. Tetapi, ada nih sebuah serial komik asal Jepang yang dapat menjawab pertanyaan kita. Yup, benar sekali serial komik itu berjudul Detective Conan.

Dikutip dari blog double info dituliskan bahwa Detective Conan berawal dari Shinichi Kudo, seorang detektif SMA berusia 17 tahun yang biasanya membantu polisi memecahkan kasus. Kemudian ia diserang oleh dua anggota sindikat misterius ketika mengawasi sebuah pemerasan.

Dirinya kemudian diberi minum racun misterius yang baru selesai dikembangkan untuk membunuhnya. Namun, karena sebuah efek samping yang jarang terjadi dan tidak diketahui anggota sindikat tersebut, racun tersebut mengakibatkan tubuhnya mengecil seperti anak kecil berusia tujuh tahun setelah mereka meninggalkannya.

Untuk menyembunyikan identitasnya dan untuk menginvestigasi keadaan sindikat tersebut, yang selanjutnya dikenal dengan nama Organisasi Berbaju Hitam atau Organisasi Hitam, dia menyamarkan namanya menjadi Conan Edogawa.  Saat mencari jejak sindikat tersebut, dia tinggal bersama dengan teman sejak kecilnya, Ran Mouri, yang ayahnya, Kogoro Mouri, merupakan seorang detektif swasta.

Aoyama Gosho merupakan salah satu pencipta dari serial komik ini, Detective Conan pertama kali diciptakan pada tahun 1994. Sebelum Detective Conan diterbitkan, Aoyama juga membuat beberapa cerita komik lainnya seperti di tahun 1986 dengan komik yang berjudul ‘Chotto Mattete’ sekaligus menjadi debut Aoyama membuat sebuah komik.

Tahun 1992 ada komik yang cukup popular di kala itu yaitu berjudul  ‘Yaiba’. Pengisi suara dari Conan ternyata adalah istrinya sendiri yang bernama Minami Takayama. Aoyama sendiri tidak menyangka bahwa karya buatannya ini dapat terkenal hingga sampai sekarang.

Alur cerita yang dibuat sukses mematahkan persepsi bagi yang membacanya. Selain itu kasus-kasus rencana pembunuhan yang dibuat begitu sangat rapih dan ada saja cara yang bisa menjadi masuk akal. Aoyama Gosho biasanya butuh 12 jam sampai tiga hari untuk membuat alur cerita yang menarik dan membutuhkan lima hari untuk menggambarnya.

Ternyata untuk membuat cerita menjadi masuk akal, setiap kasus perencanaan pembunuhan yang ada di cerita itu telah dibuktikan sendiri oleh sang penulis. Aoyama biasanya melakukan percobaan ini di sebuah taman terbuka dengan para editornya. Untuk setiap trik, ia biasanya terinspirasi dari cerita misteri, baik novel, komik, sampai serial dan film.

Saat ini, Detective Conan masih melanjutkan cerita yang tentunya dengan kasus misteri yang mampu membuat kita semakin penasaran, serta usaha Shinichi Kudo yang terus berusaha untuk membuka identitas pelaku yang membuat tubuhnya mengecil. Nah, gimana serukan?

Dikutip oleh allskyskies.wordpress.com, serial bergenre action, adventure, dan misteri ini cukup wajar jika dinikmati oleh orang dewasa atau setidaknya remaja yang memiliki ketertarikan dan kegemaran pada dunia misteri dan pemecahan kasus.

Nah, akan tetapi Detective Conan ini tidak untuk anak-anak yah. Karena ditakutkan adanya perilaku imitasi terhadap tindakan kriminal karena sebagaimana kita ketahui bahwa anak-anak cenderung meniru tanpa bisa menyaring apakah sesuatu tersebut pantas atau tidak untuk ditiru.

(Redaktur Tulisan: Viona Matullessya)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: goodsreads

Sepi Manusia Topeng

Wawan Kurniawan, pria kelahiran Pinrang, Makassar ini telah berhasil membuka pikiran pembaca secara psikologis melalui tulisannya dalam buku Sepi Manusia Topeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *