Home / Hiburan / Film / Kisah Pilu Perempuan Timor Leste di Balik Film Memoria

Kisah Pilu Perempuan Timor Leste di Balik Film Memoria

Sumber foto: google

Citra Relitna

Pijar, Medan. Bagi sobat Pijar yang merupakan salah satu pecinta film tanah air tentu sudah tak asing lagi dengan nama Kamila Andini. Kamila Andini adalah seorang sutradara muda berusia 30 tahun, Kamila  juga merupakan putri sulung dari sutradara kondang Indonesia, Garin Nugroho.

Bertepatan pada tanggal 17 Desember 2016  lalu, Kamila Andini mengenalkan sebuah  film pendek terbarunya yang berjudul Memoria untuk pertama kalinya tayang di Jakarta. Kamila Andini sendiri sebagai sutradara mengakui bahwa itu merupakan karyanya yang paling menguras emosi dibandingkan dengan karya-karya lainnya. Sejatinya seperti apa sih film yang mampu menguras emosi orang yang menonton film tersebut?.

Berikut beberapa review mengenai film Memoria tersebut, diantaranya: Pertama, di film Memoria ini Kamila Andini ingin menggambarkan sepotong kehidupan di Timor Leste. Membahas tentang kehidupan perempuan-perempuan yang berada di Timor Leste meski sudah tak berperang dan telah merdeka tetap saja menjadi korban, terus terluka hingga akhirnya meninggalkan kenangan pilu.

Kedua, film Memoria ini dibuka dengan narasi yang disampaikan oleh salah seorang perempuan yang bernama Maria, ia adalah seorang perempuan paruh baya asal Timor Leste korban perang di masa penjajahan Timor Leste. Latar cerita yang diambil adalah zaman penjajahan, ketika Timor Leste berupaya memerdekakan diri dari Indonesia. Kala itu banyak perempuan yang dijadikan korban pemerkosaan untuk melampiaskan nafsu para tentara yang sibuk pegang senjata.

Film yang ber-setting di sebuah kota kecil bernama Ermera, menceritakan seorang ibu bernama Maria. Maria adalah salah satu korban kekerasaan seksual semasa perang, selalu mencoba melupakan memori kelam dalam hidupnya di masa lalu. Ketiga, Kamila Andini tidak hanya ingin berbicara tentang luka yang dialami oleh perempuan-perempuan di Timor Leste, namun ternyata ada isu lain yang ingin dibawa oleh Kamila.

Dilansir dari CNN Indonesia Film ini sengaja dibuat juga dalam rangka mengkampanyekan isu kekerasan terhadap perempuan di Timor Leste. Sama  halnya seperti yang dirasakan oleh Maria dan seluruh masyarakat Indonesia dan Timor Leste pun hidup di sebuah negara yang merdeka. Namun, kemerdekaan perempuan nyatanya masih terus dipertanyakan hingga sampai saat ini.

Selain itu film Memoria tidak hanya menampilkan kehidupan perempuan-perempuan yang dahulunya menjadi korban kekerasan, namun juga menampilkan keadaan dan kondisi dari Timor Leste yang amat sangat memperihatinkan. Baik itu dari segi kemakmuran hingga tingkat ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat Timor Leste. Film tersebut menggunakan bahasa daerah Timor Leste. Tidak heran jikalau bahasa mereka sedikit sama dengan bahasa daerah yang ada di Indonesia bahkan untuk intonasi dari percakapan mereka sehari-hari pun terdengar seperti bahasa Papua.

Terlepas dari isu kemanusiaan yang dibawa, film Memoria pertama kali diputar pada gelaran acara Busan International Film Festival 2016. Film ini juga berkompetisi dengan film-film pendek lain dalam Wide Angle Asian Shorts Film Competition. Film ini masuk menjadi salah satu nominasi Film Pendek Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2016, juga berhasil memenangi dua penghargaan dalam Jogja-netpac Asian Film Festival yakni Blencong Awards dan Student Choice Awards.

Bagi sobat PIJAR yang penasaran mengenai film Memoria karya Kamila Andini, segera tonton film Memoria tersebut ya. Selamat menonton!

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: google.com

Curahan Hati Jaz Menjadi Korban LDR Lewat ‘Teman Bahagia’

ukses dengan single "Dari mata" dan "Kasmaran", Jaz kembali menghadirkan lagu yang bertemakan cinta. Akan tetapi, single kali ini berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *