Home / Olahraga / “Plogging”, Tren Workout Terbaru Bagi Kesehatan Diri dan Lingkungan

“Plogging”, Tren Workout Terbaru Bagi Kesehatan Diri dan Lingkungan

Sumber: google.com

Nadya Anatasya

Pijar, Medan. Jika sobat Pijar ingin tubuh tetap sehat, lakukanlah olahraga jogging. Jika sobat Pijar ingin menjaga kesehatan alam dan lingkungan, buanglah sampah pada tempatnya. Namun jika kalian ingin menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan secara bersamaan, maka Plogging adalah solusinya.

Sebuah aktivitas workout yang diawali dari Swedia dengan sebutan ‘Plocka upp’ ini merupakan kombinasi dari jogging dan memungut sampah. Aktivitas ini awalnya merupakan kegiatan terorganisir di Swedia yang berlangsung pada tahun 2016 dan lambat laun mulai mengglobal hingga ke negara–negara lain sampai saat ini.

Hal ini didasari oleh semakin tingginya rasa kesadaran masyarakat akan meningkatnya jumlah sampah terutama sampah plastik di lautan. Erik Ahlström memulai aktivitas plogging di ibukota Swedia, Stockholm, ketika ia pindah dari Åre ski resort. Ia membuat website Plogga untuk mengatur dan mendorong para relawan. Dikarenakan semakin populernya aktivitas workout terbaru ini, sebuah aplikasi kebugaran Swedia yaitu ‘Lifesum’ memungkinkan penggunanya untuk login dan melacak aktifitas plogging mereka sebagai latihan.

Sesuai dengan konsep olahraganya, Plogging ini tentu sangat menyehatkan karena memiliki manfaat utama yaitu menjaga tubuh tetap bugar dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Aktivitas tersebut menggabungkan dua latihan sekaligus yakni lari dan squat, dimana lari dilakukan pada saat jogging dan squat dilakukan ketika kita sedang jongkok pada saat memungut sampah. Gerakan tersebut apabila dilakukan secara berulang-ulang dapat menjaga denyut dan kinerja jantung.

Berdasarkan aplikasi kebugaran Lifesum, aktivitas Plogging yang ramah lingkungan ini secara signifikan ternyata lebih efektif daripada jogging itu sendiri, dikarenakan jumlah kalori yang berkurang lebih banyak daripada saat melakukan jogging. Lantaran aktivitas Plogging ini membutuhkan kelenturan dan kekuatan lengan untuk menampung semua sampah, hanya dalam hitungan waktu 30 menit sudah mampu membakar kira-kira 288 kalori sementara jogging biasa hanya mampu membakar kira-kira 235 kalori dalam hitungan waktu yang sama.

Aktivitas ini disambut dengan antusias oleh masyarakat, sebab tren olahraga ini memiliki konsep yang sederhana namun dinilai ramah lingkungan dan sebagai salah satu jalan untuk menyelamatkan bumi. Plogging menjadi cara simpel untuk membantu menyehatkan tubuh dan lingkungan. Seorang Plogger atau pelaku Plogging cukup menyiapkan perlengkapan jogging seperti sepatu lari dan kantung sampah. Plogger juga bisa mengenakan sarung tangan apabila tidak ingin bersentuhan langsung dengan sampah.

Melihat antusiasme masyarakat terhadap Plogging tidak menjadikan olahraga ini sebagai sekedar tren workout sesaat. Di media sosial sudah banyak orang-orang dari penjuru dunia yang menunjukkan aksi Plogging mereka salah satunya di media sosial Instagram yang saat ini sudah mencapai lebih dari 13.000 posting dengan tagar #Plogging.

Di Indonesia sendiri tren olahraga Plogging mulai terlihat digelar oleh beberapa komunitas salah satunya komunitas Solo Runners dari kota Solo yang mengadakan kegiatan Plogging Run. Gilang selaku ketua dalam wawancaranya di media DetikHealth.com mengakui kurangnya kesadaran masyarakat dan kurangnya tempat sampah menjadi salah satu faktor banyaknya sampah di daerah tersebut. Dengan ini, Gilang berharap pemerintah dapat mendukung Plogging Run tersebut.

(Redaktur Tulisan: Nadia Lumongga Nasution).

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : Instagram Official PSMS Medan

Hadapi Sriwijaya, Ayam Kinantan Menangkan Derbi Sumatera

Emosi antara Sriwijaya dengan PSMS masih terus berapi-api. Ingatan yang jelas terangkum dalam memori Anak Medan adalah tatkala PSMS menghadapi Sriwijaya dalam laga gengsi sarat emosi pada 2007 lalu. PSMS dan Sriwijaya dihuni oleh dua kiper terbaik Indonesia, Markus Horison dan Ferry Rotinsulu.

One comment

  1. They think that an ailment of the back can ajust the and wellbeing
    of a person. The yet another benfit of that is, people taking help inn
    the home care personnel do not have to follow different routine and don’t
    ought to adopt for different atmosphere. Instead off drugs that just treat the
    symptoms but don’t resolve the causes, we empower you to definitely take care off your symptoms naturally while we take care of the basic causes of your pain.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *