Home / Galeri / Selangkahku
Foto: Nadya Htg
Foto: Nadya Htg

Selangkahku

Nadya Htg

 

Pagi ini,

Aku masih mengenakan pakaianku.

Melangkahkan kaki yang seoalah diulang kembali.

Kau, berusaha seolah ingin aku mengolah kata-katamu.

 

Selangkahku.

Aku yakin akan lelah meyakinkan bayanganku untuk terus melangkah,

Tanpa membayangkan dirinya sebagai seseorang yang ia bayangkan dirinya.

Bertubi memerangi permainan-permainan fragmen cermin berdefinisi filosofi hidup itu,

Terhadap peranku sebagai benteng pertahanan terkokoh.

 

Selangkahku.

Berhentilah. Sejenak saja.

Melepas kaki yang pernah kau sajikan sebagai ruang bernama semesta.

Ketakutan menjajah mimpimu.

Ketakutan menjajah semestamu.

 

Selangkahku.

Hentakan-hentakanmu menyempurnakan kebingungan.

Dengan angan dan mimpi-mimpimu,

Dengan cinta, dan dan dengan dirimu yang semakin banyak.

Kenyataanmu adalah mimpi yang tidak pernah terbangun.

Mimpi tanpa bercerita.

Bahkan mungkin tidak pernah tertidur.

 

Selangkahku.

Harus aku yang mati?

Atau kau biarkan aku dalam keadaan sungguh-sungguh sekarat?

Meresapi sayatan-sayatan langkahmu dan kau lukiskan sebuah senyuman janin dari rahim mayat di dalam makam?

 

Selangkahku.

Kau. Aku. Kau. Aku. Aku. Kau.

Aku bersumpah dengan segala takdir,

Kau penyempurnaan dari apa yang telah menjadi tujuan.

Buka matamu dan saksikan bayanganmu dalam segala bayangan.

 

Selangkahku.

Tak lagi selangkah.

Tertatih kuberlari kencang.

Biarkan semburan darah dalam luka.

 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto : Pinterest

Janji Menutup Hati

Sebulan setahun bahkan seratus tahun Aku selalu menunggu Menunggu sesuatu yang tak pasti Menunggu suatu harapan darimu Menunggu sesuatu yang tak akan pernah terwujud

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *