Home / Jalan-Jalan / Serba-serbi Takjil untuk Berbuka Puasa
Foto: Tribunnews.com
Foto: Tribunnews.com

Serba-serbi Takjil untuk Berbuka Puasa

 Putri Arum Marzura

Pijar, Medan. Bulan Ramadhan saatnya berburu Takjil! Ya, beraneka ragam makanan untuk berbuka puasa yang membuat kita untuk menyegerakan kita menyantapnya dengan nikmat. Takjil bukanlah suatu sebutan atau pun nama sebuah menu berbuka puasa. Di sini kita akan mengupasnya lebih lanjut.

Sering kita jumpai ketika bulan Ramadhan tiba, banyak sekali jajanan yang dijual untuk menu berbuka puasa. Mulai dari yang manis-manis sampai segar-segar. Seringkali makanan berbuka puasa tersebut disebut dengan Takjil atau Takjilan. “Jual Menu Takjil” tertulis di depan dagangan mereka. Makna sebenarnya dari Takjil sendiri adalah ‘menyegerakan / penyegeraan’. Kata tersebut menyuruh kita untuk menyegarakan kita berbuka puasa jika sudah waktunya, “Segeralah!”. Akan tetapi, banyak orang yang salah sangka terhadap kata itu. Takjil pun sudah dikenal sebagai makanan khas untuk berbuka puasa. Maka dari itu orang tak lain dan tak asing untuk menyebutkan makanan-makanan itu dengan kata Takjil.

Makanan Takjil sendiri juga berbeda-beda di setiap wilayah. Jenis Takjil pada umumnya adalah kue-kue basah seperti risol, pastel, nagasari dan lainnya. Seiring perkembangan zaman, jenis Takjil juga berganti dengan makanan barat yang tidak umum di lidah beberapa masyarakat. Hal itu terjadi dikarenakan tidak terlalu banyak masyarakat yang berminat dengan kue basah. Hal tersebut tidak mengurangi antusiasme pembeli dan penjual dalam transaksi jual beli dagangan mereka. Selain itu, segala macam jenis kolak pun sudah termasuk dan disebut sebagai makanan Takjil yang sangat wajib ada disaat berbuka puasa. Tak lengkap rasanya berbuka jika tidak ada Takjil dan teman-temannya. Ada lagi yang menjadi menu favorit orang-orang untuk berbuka puasa yaitu Bubur Candil yang sangat nikmat dan menggoda. Gorengan-gorengan seperti risol, pastel dan lainnya akan lengkap jika ditemani dengan Kolak dan Bubur Candil, apalagi ditambah teh manis.

Cut, selaku penjual juga merasakan hal yang sama. Banyaknya jenis Takjil, tidak menuyurutkan semangatnya dalam berjualan. Baginya, dengan berbagai macam jenis Takjil yang muncul, justru dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Aku sendiri jualannya lebih ke kue basah dan es karena menurutku jenis Takjil yang kayak gitu lebih diminati oleh masyarakat luas. Terus jangkauannya juga lebih banyaklah. Pokoknya lebih enak aja,” ucap Cut.

Banyak orang yang tidak bisa menahan hawa nafsunya dalam melihat beraneka ragam Takjil. Akhirnya menyebabkan Takjil tidak hanya sebagai makanan pembatal puasa, namun juga bisa sebagai makanan pokok di malam hari. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan bila ingin menyantap Takjil tanpa terlalu kekenyangan. Seperti, pilihlah jenis Takjil  yang dibutuhkan atau benar-benar diinginkan, belilah Takjil sesuai porsi dan jangan mengikuti hawa nafsu ketika sedang berburu Takjil.

Walaupun begitu, tidak semua masyarakat mengganggap Takjil sebagai menu utama dalam berbuka puasa. Ada juga yang menjadikan Takjil makanan pendamping berbuka. Mawaddah Annisa salah satunya. Wanita asal Medan ini lebih menyukai anekaragam bubur seperti bubur pulut hitam atau bubur candil. Makan bubur setelah berbuka menjadikan ia kenyang namun tidak berlebihan. Ia menganggap bahwa tidak lengkap jika berbuka puasa tidak ada menu-menu wajib favorit semua orang.

Bagaimana dengan kalian sobat Pijar, apa saja menu favorit Takjil ketika berbuka puasa?

 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : https://www.pictasite.com/post/Be5gvHinljW

Kue Khas Mandailing yang Kaya Manfaat

Alame adalah nama kue dari daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kue ini biasanya disebut juga Dodol khas Mandailing. Makanan tradisional ini sudah sangat popular bahkan hingga ke negara tetangga Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *