Home / Lifestyle / Tidur setelah sahur? Bahaya!

Tidur setelah sahur? Bahaya!

Sumber foto: maldepuero

Devanny Soraya

Pijar, Medan. Mungkin kita semua sulit untuk menghilangkan salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan saat bulan puasa, yaitu tidur setelah sahur. Tak jarang, sahur yang dilakukan saat jam orang-orang tertidur dengan pulasnya menyebabkan rasa malas untuk berpuasa. Terkadang kita ingin melewatkan makan sahur dan tetap melanjutkan tidur. Namun, makan sahur itu penting agar asupan nutrisi dalam tubuh kita terpenuhi sehingga kita tetap bisa menjalani aktifitas dengan kondisi tubuh yang baik. Lantas, apa yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang agar bisa makan sahur dan berusaha untuk tidak kehilangan jam tidur lebih lama? Yap, langsung tidur setelah sahur.

Memang, salah satu gaya hidup sehat adalah waktu tidur yang cukup. Namun, tidak selamanya waktu tidur bisa membuat tubuh kita menjadi sehat, karena faktanya ada waktu tertentu yang justru membahayakan kesehatan tubuh kita jika kita tidur yaitu tidur selesai sahur. Selain dari segi agama, secara medis juga tidak dianjurkan loh untuk langsung tidur setelah selesai sahur. Ternyata, ada dampak negatif yang ditimbulkan akibat tidur setelah sahur. Biasanya, tidur setelah sahur tidak selalu memberikan rasa nyaman bagi tubuh kita. Terkadang kita malah merasakan sakit kepala dan tubuh yang lemas. Lantas, apa saja dampak buruk dari tidur setelah sahur?

Mungkin sobat Pijar pernah langsung berbaring ketika selesai makan dan merasakan seperti ada cairan yang hendak keluar lagi dari mulut kita, rasanya asam dan menimbulkan efek perih di kerongkongan? Nah, hal itu dinamakan refluks. Refluks terjadi ketika makanan yang belum tercerna dengan baik, maka bisa berbalik kembali dari lambung ke kerongkongan. Jika terjadi refluks maka asam dari lambung akan naik dan melukai kerongkongan dan kerongkongan pun akan terasa panas seperti terbakar dan mulut juga terasa pahit.

Pada dasarnya, setelah kita selesai makan maka lambung membutuhkan jeda waktu untuk mencerna dan menyerap nutrisi yang terdapat pada makanan. Sistem pencernaan membuthkan waktu 1-2 jam untuk mengosongkan kembali isi lambung. Jika kita langsung tidur setelah sahur, otomatis pengosongan lambung akan terhambat dan akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan.

Setelah asam lambung naik, tak jarang kita juga merasakan nyeri di ulu hati. Nyeri ulu hati atau heart burn biasa terjadi ketika mengonsumsi makanan berat dan lamgsung tidur setelahnya. Apakah ini saja dampak burunya? Tentu tidak, karena faktanya jika kita tetap menerapkan kebiasaan tidur yang tidak baik ini dan mengabaikan nyeri yang mungkin menurut kita sudah biasa, maka akan menimbulkan maag kronis dan GERD. GERD atau biasa disebut dengan Gasteophageal Reflux timbul akibat dari nyeri pada ulu hati. Jika kita mengalami GERD, maka rasa panas akan muncul di area kerongkongan dan juga menyebabkan area dada terasa seperti terbakar. Jika kalian terlanjur mengalami hal tersebut jangan diabaikan ya, sobat Pijar.

Lalu, bagi kalian yang mungkin selama berpuasa malah merasakan berat badan kian meningkat, maka kalian harus merubah kebiasaan tidur setelah sahur karena tidur setelah sahur akan menyebabkan perut menjadi buncityang berakibat berat badan pun menjadi naik. Kalau kita tetap memaksakan untuk tidur setelah sahur, maka lemak akan tertimbun di dalam perut kita karena makanan yang kita konsumsi tidak tercerna dengan baik. Tentu, naiknya berat badan dalam kondisi ini bukan hal baik bagi tubuh kita. Apalagi bagi kaum hawa yang sangat protektif terhadap bentuk tubuhnya, pasti kalian tidak mau mengalami mimpi buruk tersebut kan?

Oleh sebab itu, yuk kita biasakan tidur setidaknya 2 jam setelah sahur agar lambung dapat melakukan tugasnya untuk mencerna makanan dengan baik. Lebih baik pula jika kita melakukan aktifitas yang bermanfaat setelah sahur, seperti tadarus dan shalat subuh berjamaah ya sobat Pijar.

(Redaktur Tulisan: Nadia Lumongga Nasution)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : 2.bp.blogspot.com

Kesenangan Masa Kini

Secara bahasa, diambil dari Bahasa Yunani h?donismos dari akar kata h?don?, artinya “kesenangan”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *