Home / Berita / Menjadi Wartawan yang Netral ala Gloria Fransisca, Berikut Tips dan Triknya!
image1

Menjadi Wartawan yang Netral ala Gloria Fransisca, Berikut Tips dan Triknya!

Akbar Gading Barus

Pijar, Medan. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Teras Horas yang diselenggarakan oleh Pers Mahasiswa Pijar Universitas Sumatera Utara berjalan dengan lancar dan penuh suka cita, Rabu (18/7) lalu.

Pagi hari yang cerah, panitia bersama peserta memulai hari seperti biasa dengan aktivitas senam pagi. Para peserta diarahkan untuk mengikuti gerakan senam sembari bertahan di tengah  dinginnya udara pagi Tanah Karo.

Rentetan acara di hari ketiga dimulai dengan materi pamungkas oleh Gloria Fransisca Katharina Lawi yang merupakan reporter dari Harian Bisnis Indonesia. ia mengajak para peserta untuk menjadi seorang jurnalis yang memiliki perspektif multikultularisme.

Penyampaian materi yang disampaikan selama lebih dari dua jam terasa mengasyikan. Pasalnya wanita yang biasa disapa Tita ini secara gamblang menyampaikan bahwa seharusnya Indonesia lebih dapat dikatakan sebagai negara multikultularisme daripada pluralisme.

Budaya dan bahasa daerah yang beraneka ragam dan digunakan sehari-hari, menjadi sebuah tantangan bagi insan media untuk tidak melakukan justifikasi sepihak terkait hal-hal yang bersinggungan dengan kehidupan sosial-politik yang kebanyakan berakar dari keberagaman budaya.

“Multikultularisme sebagai sebuah kesadaran hidup harus memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap setiap perbedaan. Menjadi seorang jurnalis harus mampu menerima setiap perbedaan-perbedaan itu. Memiliki ruang-ruang keadilan dinilai mampu untuk menjaga netralitas dan independensi seorang jurnalis dan medianya, terlepas dari konteks identitas sosial-politik yang membalut dirinya,” ucap Tita saat penyampaian materi di Rumah Pengasingan Bung Karno yang kini telah beralih fungsi menjadi Mess Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Berastagi.

Dalam sesi wawancara yang dilakukan Pijar, ia menuturkan bahwa pandangan multikultural akan membentuk pemikiran-pemikiran yang humanis agar dalam peliputannya para jurnalis ataupun penulis tidak menimbulkan sentimen-sentimen negatif yang malah akan menambah masalah dan bukan memberikan solusi.

“Ketika kita berbicara tentang kebudayaan bukan hanya sekedar berbicara tentang budaya kita sendiri, tapi kita sebagai seorang jurnalis kita juga bertanggung jawab menceritakan budaya-budaya lain yang ada di Indonesia,”tuturnya.

Para peserta terlihat memiliki antusias dalam menyimak materi ini. Hal ini terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta mengenai kebudayaan yang juga terkait jurnalistik. Menanggapi hal ini, Tita sebagai pemateri tidak kesulitan dan justru malah menyambut hangat setiap respon yang diberikan para peserta. Materi yang disampaikan Tita tersebut sekaligus menjadi materi penutup dalam pelaksanaan PJTLN perdana yang diselenggarakan Pers Mahasiswa Pijar.

Pembagian sertifikat dan souvenir kepada peserta pelatihan jurnalistik tingkat lanjut nasional (19/7) (Fotografer : Dita andriani)
Pembagian sertifikat dan souvenir kepada peserta pelatihan jurnalistik tingkat lanjut nasional (19/7)
(Fotografer : Dita andriani)

Hari ketiga, diakhiri dengan acara malam budaya yang diselenggarakan di Monumen Patung Soekarno, milik Pemprovsu yang terletak di Berastagi. Melakukan pementasan tepat di bawah Patung Presiden Soekarno, setiap peserta diajak untuk menampilkan budaya dari daerah asal masing-masing. Penampilan budaya dari berbagai belahan sudut nusantara ini sesuai dengan tema yang diusung pada PJTLN ini yaitu Jurnalisme Budaya.

Hari ketiga PJTLN Teras Horas dilaksanakan dengan lancar. Kegiatan di hari selanjutnya-hari terakhir- tak kalah menyenangkan. Antuasisme peserta semakin terlihat pada kegiatan budaya yang satu ini, yaitu karyawisata ke Tomok untuk mengunjungi Makam Raja Sidabutar serta menari bersama Si Gale-Gale.

Lengkap sudah berbagai rangkaian acara PJTLN yang diselenggarakan oleh Pers Mahasiswa Pijar. Diharapkan acara ini dapat melahirkan jurnalis-jurnalis handal yang akan mengisi pemberitaan berkualitas dan berimbang pada setiap peliputannya.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

image

Bakti Sosial Lewat Festival Buah Bersama Leo Clubs

Organisasi Leo Clubs Indonesia untuk kali keduanya menggelar acara Festival Buah Nusantara yang didukung oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Acara yang diselenggarakan pada 13 - 14 Oktober di Atrium Cambridge City Square Medan ini bertajuk Nusantara dimulai pada pukul 10 pagi hingga 10 malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *