Home / Berita / Menjadi Pengusaha Penulis ala Ika Natassa dan Ivan Lanin
Cover

Menjadi Pengusaha Penulis ala Ika Natassa dan Ivan Lanin

Muhammad Hidayat Sikumbang

Pijar, Medan. Kedua sosok yang cukup aktif di media daring yaitu Ika Natassa dan Ivan Lanin berhasil diduetkan oleh Pers Mahasiswa Pijar USU dalam acara Seminar Nasional “Writerpreneur, Penulis Tak Sekadar Menulis” pada Minggu (15/07). Bertempatkan di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini  (BP PAUD-NI) Jl. Kenanga Raya No. 64 Tanjung Sari, acara ini memiliki tujuan yakni agar para penulis di Indonesia terutama mahasiswa mampu menyalurkan minat dan bakatnya menjadi hobi yang dibayar.

Kegiatan dimulai dengan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pembukaan yang dilaksanakan oleh Bapak Haris Wijaya, S.Sos., M.Comm., selaku perwakilan dari Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara. Penonton yang tak sabar dengan kehadiran seorang Ika Natassa pun langsung pecah tatkala beliau hadir dan langsung memberikan materi tentang penceritaan atau yang biasa dikenal dengan istilah storytelling.

“Setiap penulis itu biasanya memiliki gaya bahasanya yang sendiri. Dengan sekali membaca, si pembaca nantinya akan langsung kenal siapa penulisnya. Dengan gaya kekhasan yang masing-masing jadi kita akan lebih mudah dikenal,” ujar Ika saat menyampaikan materinya.

Ika yang juga merupakan Sarjana Ekonomi Akuntansi Universitas Sumatera Utara ini pun bisa dengan mudahnya mencairkan suasana. Aksen khas Kota Medan dalam penyampaian materi yang disampaikan oleh beliau pun terasa lebih ringan namun tetap berkualitas. Ia juga mengingatkan, bahwa dalam menulis nantinya kita akan berkutat dengan emosi sendiri. Itulah yang harus dimiliki oleh seorang storyteller atau pencerita.

Ika Natassa saat menjelaskan mengenai materi penceritaan atau biasa dikenal dengan Storytelling, Minggu (17/8). (Fotografer: Mhd Hidayat Sikumbang)
Ika Natassa saat menjelaskan mengenai materi penceritaan atau biasa dikenal dengan Storytelling, Minggu (17/8).
(Fotografer: Mhd Hidayat Sikumbang)

“Kita tak mungkin menulis cerita bahwa cewek menutup pintu mobilnya dan menangis. Tentu harus dibuat lebih agar bisa menumpahkan emosi,” ungkapnya. Tak lupa, ia juga menjelaskan betapa pentingnya peranan media daring dalam meraup pembaca. Bahkan, Ika sempat membuat akun media sosial tokoh fiksi yang seolah-olah nyata.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan tarian-tarian dari Sumatera Utara. Perlu diketahui bahwa Sumatera Utara adalah salah satu provinsi yang memiliki etnis beragam. Ada Melayu, Karo, Nias, Mandailing, Simalungun, Pakpak juga  Toba yang terkenal dengan Tari Sigale-galenya.

Tepuk tangan peserta pun semakin meriah dengan naiknya Ivan Lanin ke panggung sebagai  pemateri. Sesuai dengan konsep writerpreneur, seorang penulis seharusnya mampu memahami terlebih dahulu bagaimana konsep penulisan sebenarnya. “Kita harus mampu untuk menuangkan ide-ide yang kita miliki. Sebab nantinya, kita akan menjadi Pekerja Teks Komersial,” ujar Ivan Lanin.

Pria berdarah Minang ini pun berharap kedepannya, akan banyak lahir para jurnalis-jurnalis muda yang mencintai dan memahami bahasa asing, namun juga tetap mencintai Bahasa Indonesia.

Selain sebagai seorang peneroka bahasa, aktivitas Ivan Lanin di media daring pun tak luput dari perhatian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dadang Sunendar dari Kepala Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menjadikan Ivan Lanin sebagai tokoh Peneroka Bahasa Indonesia Daring.

“Ingatlah satu hal bahwa, Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Pelajari Bahasa Asing,” begitulah ungkapan dari Ivan Lanin.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Star Munthe

ASB Dan KBI Gelar Nonton Bareng, Dalam Memperingati Hari HAM Internasional

Pijar, Medan. Aliansi Sumut Bersatu (ASB) berkolaborasi dengan Komunitas Bela Indonesia (KBI) sukses menggelar kegiatan Nonton Bareng Film Senyap di sekretariat ABS jalan Jamin Ginting pasar 7 pada senin (10/12), dalam rangka memperingati hari HAM Internasional dan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *