Home / Sosok / Aprial Syahputra, Wirausaha Muda Berkarya

Aprial Syahputra, Wirausaha Muda Berkarya

Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

Ade Khairani Bustami/Eprince Tamba 

PIJAR, Medan. Untuk menjadi seorang wirausahawan harus mampu melihat peluang dan berani mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan. Dunia bisnis saat ini juga sudah banyak digeluti oleh wirausaha muda yang berstatus mahasiswa. Dengan motivasi masa muda yang produktif dan inovatif sebagai modal utama untuk menciptakan sebuah karya yang bermanfaat.

Aprial Syahputra, merupakan mahasiswa Fakultas Teknik USU jurusan Teknik Industri 2014. Ia merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dengan segudang penghargaan yang dimiliki. Pria kelahiran Medan, 12 April 1996 ini telah menjadikan dunia bisnis sebagai passion yang terus dia kembangkan hingga saat ini. Menghasilkan uang dari hasil usaha sendiri merupakan kebanggaan bagi dirinya. Diawali dari keinginan merasakan duduk di bangku pesawat mengantarkan sosok pria tampan ini menjadi seorang wirausaha muda.

Aprial sendiri berhasil menciptakan inovasi sebuah produk Herbal Foam, produk kemasan makanan pengganti styrofoam. Jika selama ini kemasan makanan yang beredar sudah sangat merusak lingkungan. Bersama kedua rekan nya pria yang menyukai sate ayam ini terus berinovasi dan mengembangkan produk herbal foam dengan mengikuti berbagai kompetisi di dalam dan luar negeri.

Beberapa penghargaan yang pernah diterimanya antara lain. Berhasil meraih gelar pemenang II di ajang Wirausaha Muda Mandiri 2018 yang berlangsung di Malang. Ia juga pernah meraih medali silver dalam ajang Innovation Invention Design Competition (INDES) di Malaysia pada Agustus 2018 silam. Dan mendapatkan Medali Emas dalam Kaohsiung Design Expo (KIDE) di Taiwan pada Desember 2017 merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Aprial dan tim berhasil bersaing dengan negara-negara lain dan tim Indonesia yang ikut bertanding.

Aprial mendedikasikan dirinya pada bisnis Herbal Foam yang digeluti bersama kedua rekannya. Baginya, berada di zona nyaman akan membuat pribadinya tidak bertumbuh dan tidak mengalami kemajuan. Pria kelahiran 22 tahun silam ini lebih memilih dikenang sebagai pebisnis muda yang sukses dari pada mendapatkan gelar mahasiswa berprestasi yang selama ini dia dapatkan.

“Jangan pernah malas untuk melakukan hal yang positif dan jangan membuang waktu dengan sia-sia. Selalu minta doa restu orang tua agar jalan kita selalu dilancarkan. Jangan pernah berhenti untuk berusaha dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya” ucap Aprial dengan senyum khasnya.

Menjadi seorang wirausahawan di usia muda tidak terlepas dari dukungan orang tua. Anak keempat dari enam bersaudara ini terbebani menjadi tulang punggung keluarga khususnya bagi kedua adiknya yang masih duduk di bangku sekolah. Aprial merupakan sosok yang berbakti dan dermawan. Ia selalu menyisihkan sedikit rezekinya untuk mereka yang lebih membutuhkan. “Layaknya satu benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir menumbuhkan seratus biji. Janji untuk siapa saja yang bersedekah di jalan Allah bakal dilipatgandakan tujuh ratus kali lipat. Bukan janji manusia, tetapi janji Allah,” pungkasnya.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber : Instagram elite8_esports

Heinrich, Remaja Medan yang Sukses Mengibarkan Bendera Indonesia di Kancah Internasional.

Alumni Chandra Kusuma School ini harus disibukkan jarak antara Singapura – Medan – Jakarta. Hein terpaksa harus menjalani ini lantaran ia saat ini masih menjadi mahasiswa di salah satu kampus di Singapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *