Home / Galeri / Hujan dan Demokrasi
cover

Hujan dan Demokrasi

Star Yeheskiel Munthe

Akhir-akhir ini hujan sering hadir

Terhisap oleh tanah dan menyuburkan buah-buah bibir

 

Karena tak semua orang suka buah

Maka,

Subur pun tak selamanya menghibur

Hujan turun membawa alur kacau pada hal manis yang perlahan luntur

 

Orang-orang berkumpul di persimpangan memaku maki dengan mulut senjata pada spanduk atau orasi di depan rumah-rumah dewa(n)

Namun,

Sampai kepala berdarah dan mulut berbuih, kata hanyalah kertas pada hujan apabila tak di dengar

 

Ini bukan salahku, bukan salahmu, bukan salahnya…

Ini salah hujan.

 

Kawan, tak ada demokrasi di musim hujan.

Hujan membuat semuanya tampak senyap, sunyi, tapi nyatanya menusuk layaknya sepi.

Telinga demokrasi sudah luntur, teriakan sekuat guntur pun tak ada yang peduli

 

Tidak ada yang mendengar,

Yang ada hanya kalimat yang basi dan tertancap di setiap pojok kanan keserakahan jiwa, “aku selalu benar”

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

cover

PALU KITA PILU

Sebelum hari itu Mereka yang masih tertawa Mereka yang masih ceria Mereka yang tak pernah menduga

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *