Home / Berita / Merajut Silaturahmi Bersama Alumni Melalui Dies Natalis ke-9 Ilmu Administrasi Bisnis
cover

Merajut Silaturahmi Bersama Alumni Melalui Dies Natalis ke-9 Ilmu Administrasi Bisnis

Christian Yoshua

Piar, Medan. Kemeriahan tercipta dalam acara Dies Natalis ke-9 Ilmu Administrasi Bisnis FISIP USU. Acara yang berlangsung pada Kamis, (11/10) ini bertempat di Mutiara Suara Nafiri Convention Hall, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Babura, Medan dan dimulai sejak pukul 16.00. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara sesama mahasiswa Administrasi Bisnis mulai dari mahasiswa baru angkatan 2018 sampai dengan alumni yang hadir pada acara tersebut, serta untuk memperingati hari jadi Ilmu Administrasi Bisnis yang ke-9 kalinya.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP USU, Prof. Dr. Marlon Sihombing, Dosen Administrasi Bisnis, serta Alumni. Acara dimulai dengan penampilan dari tari tradisional khas Batak Toba yang gerakannya sudah dimodifikasi sekian rupa mengikuti suara musik kekinian akan tetapi tidak melupakan unsur khas Batak Toba itu sendiri, yang membuat penampilannya sangat menarik. Setelahnya dilanjut dengan beberapa kata sambutan dari Kepala Jurusan Ilmu Administrasi, Prof. Dr. Marlon Sihombing.

Dalam kata sambutannya, beliau menyampaikan bahwa di umur yang ke-9, Administrasi Bisnis harus mampu bersyukur bahwa sekarang telah terakreditasi A. Beliau juga memberikan motivasi serta semangat agar para mahasiswa Administrasi Bisnis bisa menjadi pelopor yang membuka banyak lapangan pekerjaan nantinya, sehingga memberi kontribusi yang positif kepada negara. Setelah mendengarkan kata sambutan, acara berlanjut dengan pemotongan nasi tumpeng, yang dipotong langsung oleh Kepala Jurusan Ilmu Adminstrasi Bisnis, Prof. Dr. Marlon Sihombing sebagai simbolis telah terlaksananya Dies Natalis ke-9 Ilmu Administrasi Bisnis.

Ketua panitia acara ini Fathurahman Noeryakin yang merupakan mahasiswa angkatan 2016 menjelaskan bahwa dengan mengedepankan konsep glamorous,  acara ini diharapkan bisa mengemban betapa pentingnya arti keluarga seperti yang diangkat pada judul acara kali ini yakni “family first, then party all night long.”

suasana Mahasiswa/i AB FISIP usu, yang mengahadiri acara dies natalis AB ke 9. (10/10) (Fotografer: Christian Yosua)
suasana Mahasiswa/i AB FISIP usu, yang mengahadiri acara dies natalis AB ke 9. (10/10)
(Fotografer: Christian Yosua)

Khofifa Aini, selaku mahasiswi dari Administrasi Bisnis angkatan 2018 yang hadir dalam acara ini mengaku puas. Tak lupa, ia mengungkapkan banyak rasa syukur bisa turut serta dalam acara yang digelar setiap tahunnya ini. ”Ini merupakan acara yang keren, terutama ini baru pertama kali bagi saya, saya merasa bangga menjadi salah satu mahasiswi Administrasi Bisnis dan semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi, ”

Ketua Ikatan Mahasiswa Ilmu Administarsi Bisnis, Muhammad Hafiz juga mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya Dies Natalis ini.  “Alhamdulillah, acaranya kita sukses, semua yang tampil di panggung luar biasa, dan keren, harapan saya kepada mahasiswa baru Administrasi Bisnis agara dapat mencontoh keberhasilan senior- seniornya dalam membuat acara kita ini meriah, terakhir saya ingin mengatakan kepada semua mahasiswa Administrasi Bisnis agar kita selalu melaksanakan motto kita yaitu ‘Bisnis Satu’ yang artinya kekeluargaan, tidak terpecah belah hanya satu yaitu bisnis, ” tutup Muhammad Hafiz.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : Titiknol.co.id

KILAS BALIK PERISTIWA KONFERENSI ASIA AFRIKA PADA 18-25 APRIL 1955

Pijar, Medan. Pada tanggal 18 April hingga 25 April 1955, catatan sejarah nasional Indonesia menandai sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di Gedung Merdeka, Bandung, sebuah konferensi antara Negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Konferensi yang bertujuan untuk menjalin kerjasama ekonomi dan melawan kolonialisme dari para Negara imperialis ini disebut sebagai Konferensi Asia Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *