Home / Hiburan / Buku / To All The Boys I’ve Loved Before, Belajar Untuk Mengungkapkan Isi Hati

To All The Boys I’ve Loved Before, Belajar Untuk Mengungkapkan Isi Hati

www.marleyreads.com

Achmad Syah Galang Ramadhan

“You try to keep track of everything in your head. But it’s like trying to hold on to a fistful of sand: all the little bits slip out of your hands, and then you’re just clutching air and grit”

Pijar, Medan. To All The Boys I’ve Loved Before, novel karangan Jenny Han ini menceritakan tentang kehidupan seorang gadis pemalu yang tidak berani mengungkapkan isi hatinya. Dirilis pada 2014 silam, novel ini sukses masuk ke dalam daftar The New York Times Best Seller di Amerika dan telah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa.

Seorang gadis remaja berdarah Asia Amerika bernama Lara Jean Song Covey mempunyai kebiasaan menulis surat cinta untuk setiap laki-laki yang pernah ia sukai. Namun anehnya, ia tidak pernah mengirim surat yang ia tulis tersebut dan hanya menyimpannya di dalam sebuah kotak yang mamanya berikan dulu sebelum meninggal. Surat tersebut masing-masing ditujukan kepada lima orang laki-laki yang disukainya, yaitu Kenny, John Ambrose McClaren, Lucas, Peter Kavinsky, dan yang terakhir Josh Sanderson, sahabatnya.

Pada suatu hari, surat tersebut terkirim secara misterius tanpa sepengetahuan Lara Jean. Hal tersebut membuatnya bingung dan panik. Terlebih lagi ia tidak tahu harus berbuat apa jika berjumpa dengan Josh mantan pacar kakaknya. Bagi Lara Jean, kakaknya Margot adalah orang yang paling penting dalam hidupnya. Ia tahu bahwa Margot masih mencintai Josh dan ia tidak mau Morgot mengira bahwa ia mendekati Josh setelah Margot pergi.

Peter Kavinsky, cowok populer di sekolah yang pernah Lara Jean sukai dulu menawarkan perjanjian untuk menjadi pacar pura-pura Lara Jean dengan maksud membantu Lara Jean. Perjanjian ini menguntungkan bagi mereka berdua. Jika mereka berdua pacaran, Josh tidak akan mengira lagi bahwa Lara Jean suka padanya dan mantan pacar Peter, Genevieve akan cemburu karena telah mencampakkannya.

www.aboutabookreviews.com
www.aboutabookreviews.com

Tidak hanya menceritakan kisah-kisah percintaan saja, novel ini juga bercerita tentang hubungan persahabatan dan keluarga. Nilai lebih yang membuat kita tetap menikmati saat membaca buku ini adalah alur cerita dan gaya bahasanya yang menarik. Nuansa romantis di dalamnya pun sukses membuat kita tersenyum sendiri saat membacanya. Jenny Han tidak lupa memberikan unsur kekeluargaan yang sangat hangat. Hubungan persaudaraan antara ketiga kakak beradik ini sungguh terlihat erat. Karakter Margot patut dicontoh sebagai kakak yang baik dengan menjadi pengganti sosok ibu bagi kedua adiknya.

Sikap Lara Jean yang pada akhirnya berani untuk menyatakan perasaannya patut diacungi jempol. Tidak ada salahnya mencoba untuk mengutarakan apa yang kita rasakan. Hal itu lebih baik dari pada hanya diam dan memendamnya untuk diri sendiri.

Novel To All The Boys I’ve Loved Before ini juga telah diangkat menjadi sebuah film yang dirilis Netflix pada Agustus lalu dengan judul yang sama. Karakter Lara Jean sendiri di film ini diperankan oleh Lana Condor, Noah Centineo, dan Israel Broussard.

Jenny Han merupakan seorang penulis buku fiksi bergenre young adult dan fiksi anak-anak. Wanita berdarah Korea ini mengawali karirnya sebagai penulis pada 2006. Karya Jenny lainnya yakni The Summer I Turn Pretty (2009), It’s Not Summer Without You (2010), dan We’ll Always Have Summer (2011) yang juga sempat menjadi best seller di Amerika. Jenny merilis Sekuel dari To All The Boys Ive Loved Before yang berjudul P.S I still Love You pada 2015 lalu dan disusul dengan seri ketiganya, Always and Forever yang telah dirilis tahun lalu.

(Redaktur Tulisan: Maya Andani)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto:  fontsinuse.com/uses/15407/hidden-figures-movie-poster-1

Hidden Figures, Kisah Perjuangan Perempuan Minoritas

Pijar, Medan. Tidak seperti sekarang, di masa yang lampau antara ras kulit hitam dengan ras kulit putih mendapat perlakuan yang berbeda. Ras kulit hitam dianggap sebagai kelas yang rendah dibandingkan dengan ras kulit putih. Hal ini lah yang menjadi topik utama cerita film Hidden Figures yang dirilis pada tahun 2016 oleh 20th Century Fox.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *