Home / Berita / Unjuk Kebolehan Menyanyi lewat Acoustic Fest 2018
Cover

Unjuk Kebolehan Menyanyi lewat Acoustic Fest 2018

Rassya Priyandira/Tasya Nandita

Pijar, Medan. Purwacaraka Music Studio menyelenggarakan Acoustic Fest di Atrium Centre Point Mall, Minggu (28/10). Acoustic Fest telah berlangsung selama enam hari, sejak tanggal 22 – 28 Oktober 2018.

Kegiatan ini dihadiri oleh Purwacaraka selaku pemilik Purwacaraka Music Studio. Purwacaraka bekerjasama dengan Parkson dan Tango Musik dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Perlombaan ini diikuti 50 peserta dengan total hadiah lebih dari 10 juta rupiah.

Ada tiga cabang lomba di kegiatan ini, yaitu Lomba Vokal Solo Anak, Vokal Solo Dewasa, dan Musik Akustik. Tiga juri yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan pengajar di Purwacaraka Music Studio, yaitu Ms. Anita, Ms. Rachel, dan Mr. Billy.

Pada kegiatan ini, peserta yang terdaftar  harus melewati 2 tahap untuk menjadi juara, yaitu babak penyisihan dan babak grand final. Salah satu pesertanya adalah Origami Band. Band yang berasal dari Medan Tembung ini lolos menjadi salah satu dari tiga band yang berhak maju ke babak grand final lomba musik Akustik.

“Kami bersyukur karena telah masuk ke babak grand final, ini bukan pertama kalinya kami masuk ke grand final di ajang seperti ini. Di babak final kali ini, kami membawa satu lagu wajib, yaitu Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan dari Payung Teduh,” ungkap Zuhri.

Penampilan Nikita dalam Grand Final Accoustic Fest 2018 kategori Vokal Anak. (28/10) (Fotografer: Tasya Nandita)
Penampilan Nikita dalam Grand Final Accoustic Fest 2018 kategori Vokal Anak. (28/10)
(Fotografer: Tasya Nandita)

Nikita, salah satu peserta lomba Vokal Solo Anak mengaku shock karena telah masuk ke babak grand final. “Di grand final Nikita membawa lagu bebas, yaitu Trouble dari Elvis Presley. Semua pesertanya bagus, mereka punya ciri khas dan karakter masing–masing. Karena mereka sering ikut kompetisi, kalau Nikita jarang ikut. Sebenarnya Nikita ikut lomba bukan untuk cari menang, tapi Nikita mau cari pengalaman,” terang gadis berusia 14 tahun tersebut.

Purwacaraka tidak hanya menyelenggarakan lomba, tetapi juga mengadakan Mini Konser untuk murid–murid Purwacaraka. Purwacakara juga turut memeriahkan acara Acoustic Fest dengan nge-jam bareng. Selain musik, Acoustic Fest menyelenggarakan Bazzar untuk Pria, Tie and Packing Smart Game, Luggage Attraction dan Juggling Mocktail Performance oleh Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention.

Purwacaraka Music Studio merupakan wadah untuk masyarakat yang ingin belajar tentang musik. Purwacaraka Music Studio konsisten mengadakan kegiatan setiap bulan, biasanya mereka menyelenggarakan kegiatan di cafe-cafe untuk sekadar nge-jam.

“Kegiatan ini awalnya diadakan agar murid-murid Purwacaraka berani tampil di khalayak umum, karena inti dari kita mengikuti kursus adalah supaya berani tampil dan tidak gugup,” terang Thessa, panitia Acoustic Fest 2018.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

IMG_3686

Ngevlog Simpel Bersama From Youth Imagination Footage

Pijar, Medan. Komunitas From Youth Imagination (FYI) Medan menyelenggarakan Lokakarya Footage Road to Live Matsuri bertemakan “Nge-vlog ga ribet, serius?” yang diselenggarakan di We Talk A Lot (lantai 2) Komp. Tasbih 2 Medan pada Minggu (11/11).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *