Home / Sosok / Asri Dita Putri, Menjelajahi Negeri Ginseng dengan Sejuta Prestasi
cover

Asri Dita Putri, Menjelajahi Negeri Ginseng dengan Sejuta Prestasi

Debora Ginting/Yasmin Nabilah Faisal

“Jika kamu berusaha meyakinkan dirimu akan kemampuan yang kamu punya, maka semangat jiwamu akan bangkit kembali, dan jangan lupa sertakan Allah SWT dalam setiap rencana dan usahamu”- kata-kata yang sangat menginspirasi dari sang ibunda Asri Dita Putri.

Pijar, Medan. Asri Dita Putri yang akrab dipanggil dengan sapaan Asri merupakan alumni Mahasiswi Universitas Sumatera Utara Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan D-3 Akuntansi. Perempuan kelahiran Medan, 22 Mei 1998 ini adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Gadis 20 tahun ini memiliki segudang prestasi, hingga ia menerima beasiswa sewaktu menjadi mahasiswi di USU. Tak hanya prestasi di bidang akademis saja, keistimewaan lainnya adalah ia merupakan hafidzah Al-Qur’an dan menjadi salah satu kandidat peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat provinsi maupun nasional.

Asri juga aktif di berbagai organisasi, diantaranya adalah Marching Band USU dan pernah menjabat sebagai Bendahara Umum (2015-2017), LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) USU, dan menjabat sebagai Sekretaris Umum dan LPTQ Kota Medan menjabat sebagai Sekretaris Bidang Musabaqah (2016-sekarang), Etoses sebagai Sekretaris Umum (2017), ia juga mengikuti PEMA FEB USU sebagai anggota bidang Kastrat (2017), dan pada tahun 2018 ia juga menjadi Volunteer Youth Exchange Programme Seoul, South Korea di bidang Education dan Volunteer International Commite Seoul National University di bidang Education.

Walaupun mempunyai banyak kegiatan yang dapat menyita waktu, tak menjadi halangan baginya untuk mendapatkan segudang prestasi. Begitu banyak prestasi yang ia peroleh mulai dari tahun 2015, di mana dia memenangkan Juara 2 Karya Tulis Ilmiah di Universitas Airlangga, Juara 2 Lomba Cipta Puisi Nasional di Jakarta, Juara 3 Debat Ekonomi di Universitas Padjajaran. Tidak hanya berhenti berprestasi pada tahun 2015 saja, perempuan berhijab ini juga berprestasi di tahun berikutnya. Pada tahun 2016, dia mendapatkan Juara 1 Lomba Baca Puisi Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Juara 1 Karya Tulis Ilmiah di Universitas Diponegoro. Tahun 2017, Juara 3 Karya Tulis Ilmiah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, “Best Speaker” Lomba Debat Nasional di Medan. Di tahun 2018 ini, perempuan berhijab ini mendapatkan Juara 3 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, Gold Medal International Olympic Commite di Korea, Gold Medal International Inovation and Synergy Asia di Gwanju (Korea), The Best Paper Study Plan Korean Government Scholarship Program.

Untuk mendapatkan itu semua bukanlah hal yang mudah, ia memerlukan bantuan dan dukungan dari orang-orang terdekat dan ia juga tidak lupa berdoa pada Tuhan. Di balik semua yang sudah ia lakukan, ia mempunyai tips yang diterapkan sehingga ia bisa menjadi siswa yang berprestasi. “Pertama, harus mempunyai niat yang kuat untuk menyongsong gerakan agar selalu berprestasi. Kedua,  mintalah restu kepada orang tua karena the power of live in your dream yaitu doa orang tua. Ketiga, pantang menyerah dalam meraih sesuatu, ketika sedang diuji dengan berbagai kegagalan, karena dalam setiap kegagalan yang kita dapat terdapat ruang cahaya yang terselip di dalamnya. Keempat,  Jangan pernah merasa puas dengan kemampuan yang kita punya, karena kesombongan hanya akan menghancurkan planning masa depan dengan sekejap saja,” ungkap Asri.

Selain memiliki prestasi yang mentereng, ia juga mendapat begitu banyak beasiswa dari instansi yang ada di Indonesia seperti beasiswa Bank BRI, beasiswa Bank BNI, beasiswa Bank BCA, beasiswa Bank BTN, beasiswa PLN, beasiswa Pertamina, beasiswa PTPN dan beasiswa Bank Mandiri. Saat ini, ia sedang melanjutkan pendidikan magisternya dengan beasiswa yang di dapat dari Pemerintah Seoul (Korean Goverment Scholarship Programme – KGSP) yaitu di Seoul National University jurusan Akuntansi Internasional.

Ketika mendapatkan sebuah beasiswa yang ada di luar negeri bukanlah hal yang mudah untuk menerapkannya dalam kehidupan perempuan berumur 20 tahun tersebut, tetapi ia mempunyai cara untuk memudahkan dia dalam menerapkan beasiswa yang ia peroleh (beasiswa magister) yang ada di luar negeri yaitu, mempunyai kemampuan berbahasa inggris baik secara lisan maupun tulisan, mempunyai study plan (essay tentang study) karena ini akan menjadi tolak ukur untuk bisa melanjutkan ke tahap berikutnya, score toefl minimal 550, nilai selama studi (IPK) di atas 3,6 atau di atas 3,7, dan tentu saja ia sertifikat bahasa asing (sebagai nilai plus pada saat seleksi administrasi).

Perempuan hafidzah Al-Qur’an ini berpesan kepada pemuda-pemudi yang ada di Indonesia agar nantinya para penerus bangsa ini tetap mampu menjadi manusia yang berguna bagi setiap insan, sebab seperti yang diketahui, tak sedikit dari para remaja sekarang yang menyia-nyiakan masa mudanya. “Saya berharap kepada para generas-generasi yang akan menuntun Indonesia ini kedepannya agar selalu peduli akan kesejahteraan orang lain, jadilah emas di mana pun kau berada, karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat untuk orang lain,gunakan masa muda mu untuk terus berkiprah dalam prestasi apapun,agar kau mendapatkan hasil emas di masa tua mu kelak,” tutup Asri.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber : Instagram elite8_esports

Heinrich, Remaja Medan yang Sukses Mengibarkan Bendera Indonesia di Kancah Internasional.

Alumni Chandra Kusuma School ini harus disibukkan jarak antara Singapura – Medan – Jakarta. Hein terpaksa harus menjalani ini lantaran ia saat ini masih menjadi mahasiswa di salah satu kampus di Singapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *