Home / Berita / Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Lewat Charity
cover

Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Lewat Charity

Debora Ginting / Hesmitha Eunike

PIJAR, Medan. Divisi Rohani Kristen Ikatan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (Imajinasi) Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USU kembali mengadakan kegiatan amal Charity pada Jumat (16/11). Charity merupakan suatu kegiatan untuk membantu orang lain yang membutuhkan dengan tujuan derma, kebajikan serta kemurahan hati. Kegiatan yang berlokasi di Panti Asuhan Cahaya Berkat Abadi ini merupakan kegiatan tahunan yang menjadi program kerja dari Divisi Rohani Kristen Imajinasi.

Acara ini diselenggerakan agar terciptanya rasa syukur dan bisa berbagi bersama dengan anak panti asuhan, serta mengajak anak-anak untuk lebih dekat dengan Tuhan dan memotivasi anak-anak yang berada di panti asuhan. Charity tahun ini berbeda dengan tahun sebelumya. Bila biasanya charity dilakukan tandem dengan Divisi Rohani Islam, tahun ini charity dilakukan secara terpisah.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pewara, dilanjutkan dengan sharing renungan firman kemudian anak-anak diajak untuk bermain games, serta penyerahan snack dan souvenir juga sembako.

Adapun tema yang diangkat dalam acara charity ini adalah ‘Berharga di Mata Tuhan’. Pesan yang ingin disampaikan lewat tema yang diangkat tersebut yakni kita semua berharga di mata Tuhan dan tidak ada bedanya, bagaimana pun perbedaan latar belakang kehidupan yang dimiliki.

Pemberian sembako kepada perwakilan pengurus panti asuhan. (16/11) (Fotografer: Hesmita Eunike)
Pemberian sembako kepada perwakilan pengurus panti asuhan. (16/11)
(Fotografer: Hesmita Eunike)

“Aku terharu juga, rasanya senang karena pada masa-masa kuliah gini bisa berbagi sama orang lain. Kita bisa memberi apa yang kita punya. Apalagi melihat adik-adik tadi yang masih kecil, mereka yang di sini tetap semangat walaupun keadaan mereka berbeda dengan kita. Senanglah, Puji Tuhan acaranya berjalan lancar,” ujar Mika Perawati selaku Ketua Panitia dalam kegiatan ini.

Mika mengaku bahwa dalam kegiatan ini memiliki kendala dari segi sedikitnya jumlah anggota, segi pengaturan waktu dan proses pengumpulan sembako. Mengenai persiapan, waktu yang dibutuhkan kurang lebih  satu setengah bulan, mulai dari pengumpulan sumbangan hingga hari pelaksanaan. Adapun sumbangan yang diberikan kepada anak-anak panti asuhan berupa sembako, pakaian dan buku.

“Terima kasih atas bantuannya berupa snack dan sembako. Ya, tidak ada balasan dari kami lah, hanya Tuhan yang membalas. Harapan saya agar anak-anak di sini dapat berprestasi, ketika mereka sudah selesai di panti ini, mereka dapat pulang membangun daerah masing-masing,” ujar Amonius Laia sebagai pengurus panti asuhan Cahaya Berkat Abadi. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama dengan panitia dengan anak-anak dari Panti Asuhan Cahaya Bekat Abadi.

Mika berharap agar di tahun-tahun selanjutnya kegiatan seperti ini bisa lebih ditingkatkan lagi, agar rasa tolong menolong antara mahasiswa dan adik-adik di panti asuhan bisa tercipta lebih baik lagi. “Harapannya untuk charity tahun depan, semoga bisa lebih banyak lagi yang dapat membantu teman-teman kita yang membutuhkan. Semoga lebih baik lagi kedepannya dalam prosesnya. Semoga adik-adik tadi yang ada di panti merasa senang, bahagia dan terberkati lewat acara charity tadi. Dan kita semua bisa lebih bersyukur lagi dalam menjalani hidup,” ujar Mika.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : Titiknol.co.id

KILAS BALIK PERISTIWA KONFERENSI ASIA AFRIKA PADA 18-25 APRIL 1955

Pijar, Medan. Pada tanggal 18 April hingga 25 April 1955, catatan sejarah nasional Indonesia menandai sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di Gedung Merdeka, Bandung, sebuah konferensi antara Negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Konferensi yang bertujuan untuk menjalin kerjasama ekonomi dan melawan kolonialisme dari para Negara imperialis ini disebut sebagai Konferensi Asia Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *