Home / Lifestyle / Budaya Hangout, Mengapa Kopi Membuat Kita Menjadi Candu?

Budaya Hangout, Mengapa Kopi Membuat Kita Menjadi Candu?

Sumber foto: freepik.com

Erna Tinnaria Angkat/Maya Andani

Pijar, Medan. Banyak hal yang bisa dilakukan orang-orang di saat waktu luang, pergi keluar rumah untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari, misalnya. Melepas lelah, stres, atau hanya sekadar ingin berkumpul bersama kerabat terdekat tidak akan lengkap rasanya jika tidak ditemani secangkir kopi. Kopi yang identik dengan minuman para orang tua, kini juga menjadi minuman idola bagi kaum muda. Dan kini, generasi milenial lebih sering menyebut cara ini ke dalam sebuah kata yang berisikan 7 huruf. Hangout.

Hangout seraya menikmati kopi kini menjadi gaya hidup bagi kaum muda. Rasanya seperti ada yang kurang bila belum hangout dengan teman-teman sebaya. Kata hangout sendiri mengandung makna menghabiskan waktu bersama di tempat favorit. Istilah hangout bukanlah istilah baku dalam Bahasa Indonesia karena kata ini bersumber dari Bahasa Inggris.

Kebiasaan anak muda saat ini dengan gaya hidup hangout membuat para pebisnis memanfaatkan kesempatan ini dengan membuka kafe-kafe yang difasilitasi dengan Wi-Fi gratis. Sehingga banyak para pebisnis kuliner berlomba-lomba membuka kafe yang bertemakan gaya hidup anak muda. Tatanan kafe yang cantik dan estetik juga menjadi daya tarik dan mendukung kebiasaan setiap orang yang datang untuk mengabadikan setiap momen di media sosial milik mereka.

Tidak hanya kafe saja, gerai-gerai kopi juga mencoba melakukan hal yang sama. Alhasil, saat ini kita bisa melihat menjamurnya gerai-gerai kopi dan penikmat kopi kian bertambah banyak tanpa kenal usia. Kini kebiasaan hangout tidak lagi hanya makan di restoran mahal atau pergi ke pusat perbelanjaan. Gaya hidup hangout saat ini identik dengan mengunjungi gerai kopi untuk berkumpul bersama teman sambil menikmati kopi.

Kopi kini tidak hanya kopi hitam saja, ada banyak varian kopi sehingga ini menjadi daya tarik bagi kaum muda. Kopi memiliki beragam varian sehingga bisa dipilih bagi para penikmatnya. Bila berkumpul dengan keluarga, sahabat, atau bahkan rekan kerja tidak lengkap rasanya bila tidak ditemani dengan secangkir kopi sambil berbagi cerita atau sekadar bercanda tawa. Oleh sebab itu, tak jarang kita temui gerai-gerai kopi yang ramai pengunjung didominasi oleh kaum muda.

“Aku suka kumpul sama teman-temanku, sambil ngopi itu ya karena dapet aja gitu suasananya. Ngopi itukan kayak tenang terus juga karena aku sama temanku suka kopi juga. Biasanya aku nongkrong di Starbucks atau Matador,” ungkap Augina, salah satu mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara yang merupakan pecandu kopi dan tak bisa lepas dari budaya hidup hangout.

Penikmat kopi tentu akan menemukan kopi terbaiknya di tempat yang tepat dan bersama orang yang tepat. Begitulah generasi muda memaknai hangout dengan minum kopi. Tidak peduli cocok atau tidak, nyaman atau tidak kopi akan tetap menjadi minuman yang digandrungi saat berkumpul.

Pamor kopi tampaknya sudah menduduki peringkat atas dibanding minuman lainnya, dan sudah menjadi gaya hidup generasi muda. Bahkan menu kopi akan selalu menjadi pilihan menu pesanan saat hangout. Menikmati kopi memang tidak hanya di gerai kopi saja, namun kesannya akan berbeda bila langsung menikmati kopi di tempat dimana para penikmat kopi berkumpul.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

http://greenmommyshop.com/product/sedotan-stainless/

SEDOTAN STAINLESS STEEL SI RAMAH LINGKUNGAN

Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa penggunaan produk plastik sebagai wadah atau alat makan maupun minum bisa berbahaya. Hal tersebut sudah jelas karena BPA yang terkandung dalam plastik bisa luntur dan mengontaminasi makanan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *