Home / Berita / Gelar Melayu Serumpun 2018 Ajak Masyarakat Lebih Mengenali Budaya Melayu
COVER

Gelar Melayu Serumpun 2018 Ajak Masyarakat Lebih Mengenali Budaya Melayu

Shalli Anggia/Hesmitha Eunike

PIJAR, Medan. Gemes (Gelar Melayu Serumpun) 2018 kembali digelar untuk kedua kalinya. Acara yang berlangsung dari 2 – 4 November 2018 ini menyajikan Pagelaran Seni dan Budaya Melayu.  Berbeda dengan tahun lalu tahun ini kegiatan diselenggarakan  di Istana Maimun, di mana tempat ini merupakan ikon khas dari kota Medan sekaligus Melayu.

Pada pukul 16.35, acara pun dimulai. Berbagai tari-tarian Melayu dan alunan musik dapat dinikmati oleh pengunjung dalam penutupan acara Gelar Serumpun Melayu ini. Penampilan pertama datang dari Tim Kesenian Binjai, kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari Tim Kesenian Langkat, Tim Kesenian Deli Serdang, Tim Kesenian Serdang Bedagai, dan Tim Kesenian Tebing Tinggi.

“Kalau menurut saya, ini adalah suatu semangat kita untuk mengangkat kembali budaya lokal terutama Melayu  dan kita menunjukkan bahwa Melayu itu masih banyak lagi yang perlu di angkat. Ini adalah suatu  motivasi bagi generasi muda yang sekarang ini sibuk dengan IT, teknologi dan lain-lain, dengan adanya acara Gemes ini kita back to basic untuk memperkenalkan budaya lokal,” ujar Murahmansyah selaku Stage Manager acara.

Tahun ini, tidak hanya kontingen dari Sumatera Utara. Tetapi kontingen dari provinsi lain juga turut hadir, seperti Provinsi Palembang, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Riau dan Aceh.  Kontingen dari negara lain, seperti dari negara Thailand, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam tak ketinggalan dalam acara ini.

Rosila dan Nurlaili, peserta dari kontingen Tim Kesenian Langkat mengaku deg-degan, tetapi setelah tampil mereka merasa lega dan gembira. “Persiapannya gak lama sih, persiapan untuk gerakannya kurang lebih setengah bulan. Tapi untuk kostum cukup sehari. Harapannya semoga acara ini terus berjalan dengan lancar, dan kami pun lebih bisa mengikuti acara ini,” jelas mereka.

Untuk penampilan kontingen dari luar negeri, dipertontonkan pada pukul 20.05 WIB. Dan acara prosesi penutupan Gemes 2018 dilakukan oleh Walikota Medan. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang menyaksikan pagelaran ini. “Karena kita ini ada Melayunya, kebetulan kita suku Melayu. Cocoklah sekalian singgah kesini. Acaranya asyik, enaklah kan. Selama ini Melayu ini vakum, tetapi sekarang mulai hidup kembali,” ungkap Aisyah, salah satu pengunjung yang hadir di acara Gemes ini.

Murahmansyah selaku panitia berharap agar acara Gemes dapat  maju dan sukses, ia berharap di tahun berikutnya lebih banyak lagi kontingen yang hadir serta lebih banyak lagi hari pelaksanaannya, pagelaran yang dikenalkan juga bukan hanya sekadar seni, melainkan kuliner Melayu, baik dari berbagai daerah maupun berbagai negara. Sebab, tujuan diadakannya Gelar Melayu Serumpun ini adalah untuk mengangkat dan  memperkenalkan kembali budaya lokal, khususnya budaya Melayu kepada generasi muda karena masih banyak yang belum mengenal budaya Melayu.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

IMG_3686

Ngevlog Simpel Bersama From Youth Imagination Footage

Pijar, Medan. Komunitas From Youth Imagination (FYI) Medan menyelenggarakan Lokakarya Footage Road to Live Matsuri bertemakan “Nge-vlog ga ribet, serius?” yang diselenggarakan di We Talk A Lot (lantai 2) Komp. Tasbih 2 Medan pada Minggu (11/11).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *