Home / Berita / Minat Pancasila Menurun, Komunitas Bela Indonesia Siapkan 1000 Juru Bicara Pancasila
DSC03271

Minat Pancasila Menurun, Komunitas Bela Indonesia Siapkan 1000 Juru Bicara Pancasila

Hidayat Sikumbang

Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.Bung Karno

Pijar, Medan. Perjalanan Indonesia hingga 2018 dengan Ideologi Pancasila tidak semulus jalanan tanpa rintangan. Ada banyak kenangan-kenangan yang bisa dijadikan pelajaran, memberikan makna mendalam bahwa guru yang paling baik itu adalah pengalaman. 73 tahun Indonesia merdeka, sudah hampir beberapa kali isu mengubah ideologi bangsa menjadi ideologi lain yang tidak beralasan menyeruak ke permukaan. Pancasila digoyangkan.

Komunitas Bela Indonesia bersama dengan Aliansi Sumut Bersatu sebagai lembaga yang juga menyoroti hal seperti ini mengadakan Pelatihan Juru Bicara Pancasila. Pelatihan ini didasari oleh rasa peduli terhadap Pancasila yang perlahan ditinggalkan, dan dilupakan oleh generasi saat ini. “Pelatihan ini adalah pelatihan yang luar biasa karena semangatnya ialah cinta Pancasila dan membela keberagaman Indonesia,” ujar fasilitator KBI Ahmad Khairul Umam.

Bertempat di Hermes Palace Hotel Medan  pada  Jumat tanggal 23 November hingga 26 November 2018, dalam pelatihan intensif selama  4 hari ini ada 40 orang peserta terpilih dibekali materi menulis, debat, dan manajemen media sosial agar lebih mumpuni dalam berkampanye terkait  Pancasila, keberagaman, kebhinekaan,  dan anti-radikalisme  di media sosial. Media sosial saat ini memang tengah menjadi ranah penting dari pertarungan wacana. Berkembang luasnya model penyebaran hoaks dan ujaran kebencian membuat warganet kita mudah terjerumus dalam konflik dan kebencian. Karena itu, diperlukan gerakan bersama untuk membanjiri dunia media sosial dengan konten-konten positif dan mencerahkan.

Fitra Kurniawan Dalimunthe, salah satu peserta pelatihan mengakui bahwa generasi milenial saat ini memang membutuhkan sedikit pencerahan agar bisa memaknai fungsi dari Pancasila itu sendiri. “Karena memang aku rasa kita butuh acara seperti ini, aku suka. Inspirasi, ide, itu susah didapatkan. Aku punya teman, dia menganggap acara KBI ibaratkan acara di bawah naungan salah satu lembaga pemerintahan. Orang yang berpaham seperti ini yang salah. Semua yang berbau Pancasila pasti isunya dibawa-bawa ke salah satu capres,” ujarnya.

Menanggapi isu perkembangan media sosial, Fitra mengaku hal-hal tersebut seperti mata pisau. “Instagram itu ibaratkan sebuah pencitraan dalam bermedia sosial. Kadang positif kadang negatif. Banyak sekali debat-debat yang tidak berfaedah sebenarnya untuk diperdebatkan. Padahal kalau di depan umum, pasti sudah banyak yang mengalah. Namun di media sosial gencarnya minta ampun mengenai argumen yang dia punya,” tambahnya.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Dwi Harizki

Puncak Keseruan Festival Little Akihabara 2018

Tahun ini Little Akihabara berkolaborasi dengan Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP) dan World Cosplay Summit (WCS). Pada event ini Little Akihabara 2018 memperkenalkan ICGP & WCS dan juga mengadakan workshop bersama pengunjung yang berpatisipasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *