Home / Berita / Dibekap Liverpool, MU Kian Tergerus

Dibekap Liverpool, MU Kian Tergerus

Sumber foto: REUTERS

Kartika Oktarija Marito

Pijar, Medan. Liverpool berhasil membungkam tim tamu, Manchester United (MU), 3-1 dalam laga bertajuk Derby of England pada Minggu (16/12) WIB. Kemenangan ini membuat Liverpool belum terkalahkan dalam 17 laga beruntun di Liga Premier Inggris. Sedangkan United tampak semakin jauh dari zona Liga Champions yang sekarang ditempati Chelsea di posisi empat.

Liverpool terlebih dahulu memimpin di menit ke-24. Umpan matang Fabinho ke area kotak penalti MU mampu diselesaikan dengan apik oleh Sadio Mane. Unggul 1-0, the Reds –julukan Liverpool- semakin agresif menekan pertahanan United. Namun, harus kecolongan setelah penjaga gawang Liverpool, Alisson Becker gagal mengantisipasi umpan silang Lukaku. Bola muntahan tersebut berhasil dimanfaatkan Jesse Lingard sebagai penyama kedudukan di babak pertama.

Usai turun minum, pasukan Klopp masih tetap menguasai pertandingan. Xherdan Shaqiri yang masuk pada menit ke-70 menggantikan Naby Keita, menjadi dalang kemenenagan Liverpool. Penyerang timnas Swiss itu berhasil menyarangkan dua gol ke gawang David De Gea dalam waktu 10 menit.

Hasil tersebut membawa kubu The Reds kembali menyalib Manchester City di puncak klasemen Liga Inggris dengan mengantongi 45 poin. Sementara Pasukan Setan Merah kian tergerus di posisi enam setelah gagal mendekati Arsenal yang menduduki peringkat lima Premier League.

Sejauh ini MU sudah kalah lima kali, imbang lima kali, dan baru memenangkan tujuh pertandingan dengan mengoleksi 26 poin. Perolehan tersebut adalah yang terburuk dari 17 laga perdana United di liga domestik sejak era Premier League. Catatan itu serupa seperti musim 1990/1991 saat Liga Inggris masih bernama First Division atau Divisi Utama.

Tak ayal cibiran pedas dan tekanan kepada Jose Mourinho yang sekarang menukangi United kian memuncak, terutama dari suporter mereka sendiri. Sejak ditinggal Ferguson, MU bak kembali ke masa suram mereka sebelum kedatangan manajer asal Skotlandia itu. Eks bek di era kejayaan Setan Merah yang sekarang jadi pengamat sepak bola, Gary Neville menilai, masalah United bukan lagi tentang pelatih namun lebih dari itu.

“Tiga pelatih bagus (Moyes, Van Gaal, dan Mourinho) dengan catatan gemilang, salah satunya adalah yang terbaik dalam 20 tahun terakhir bersama Pep Guardiola (namun tidak dapat menyelamatkan MU), karena itulah kita harus berpikir bahwa ada yang bermasalah,” kata Gary Neville dikutip dari Sky Sports, Senin (17/12).

Redaktur Tulisan: Intan Sari

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : Titiknol.co.id

KILAS BALIK PERISTIWA KONFERENSI ASIA AFRIKA PADA 18-25 APRIL 1955

Pijar, Medan. Pada tanggal 18 April hingga 25 April 1955, catatan sejarah nasional Indonesia menandai sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di Gedung Merdeka, Bandung, sebuah konferensi antara Negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Konferensi yang bertujuan untuk menjalin kerjasama ekonomi dan melawan kolonialisme dari para Negara imperialis ini disebut sebagai Konferensi Asia Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *