Home / Lifestyle / Fruitarian, Diet Hanya Makan Buah?

Fruitarian, Diet Hanya Makan Buah?

Sumber Foto: Kompas.com

Muhammad Abdul Fattah

Pijar, Medan. Berbagai cara dilakukan orang-orang yang menjalani diet untuk mengganti makanan pokok mereka. Istilah Vegetarian tidaklah asing bagi pecinta diet, di mana sebutan ini diperuntukkan bagi orang-orang yang melakukan diet dengan mengonsumsi tumbuh-tumbuhan seperti sayur sebagai sumber energi. Namun ada terobosan terbaru yaitu Fruitarian, di mana sebutan ini diperuntukkan bagi mereka yang melakukan diet dengan hanya mengonsumsi buah-buahan.

Fruitarian adalah mengganti pola makan dengan hanya memakan buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, serta yang lebih ekstrem lagi memakan buah dari tanaman yang hanya jatuh dari pohonnya secara alami. Si Fruitarian hanya akan memakan buah-buahan yang jatuh dari pohonnya tanpa harus memetik dan memanen yang dapat merusak pohon buah tersebut.

Fruitarian sendiri mulai dikenal di Indonesia melalui tayangan video yang diunggah di media sosial Youtube dan Instagram. Tina dan Simon, pasangan yang berasal dari Polandia ini mengunggah video mereka keliling dunia untuk memburu buah-buahan dari setiap negara maupun daerah.  “Saat meneliti resep smoothie, saya menemukan sekelompok orang yang punya kebiasaan ini dan menyebutnya sebagai Fruitarian,” kata Tina, mengutip dari Daily Mail.

Berawal dari penelitiannya tersebut hingga akhirnya Tina memutuskan untuk tidak kembali pada pola konsumsi ‘normal’. Hingga kini, Tina masih menjadi seorang Fruitarian dan memutuskan untuk pindah ke Bali dengan kebiasaan mengonsumsi buah-buahan dan minuman air kelapa sebanyak dua hingga empat ribu kalori perhari.

Sama halnya seperti Tina, Jasmin juga mengaku pernah mengikuti pola diet Fruitarian. Gadis 19 tahun ini mencoba mengikuti trend terbaru pola diet ini. “Mulanya coba Fruitarian sedikit tersiksa karena memang kan belum terbiasa ya makan buah aja tanpa makan yang lain-lain. Tapi lama kelamaan mulai bisa beradaptasi dengan tubuh melalui proses yang cukup,” katanya ketika ditanya kondisinya pertama kali mencoba diet Fruitarian.

Dirinya mengaku tertarik untuk melakukan Fruitarian, karena banyak mendapat manfaat khususnya untuk membentuk tubuh. Mengenai masalah energi, dirinya merasa lebih segar dan energi yang didapat juga mendukung. “Menurut aku Frutarian bagus sih asal jangan sering-sering aja harus diselingi juga kan makan nasinya. Tapi kalau memang nyaman ya tidak masalah. Because you never go wrong with too much fruit, right?,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam menjalankan Fruitarian sendiri kita harus memiliki pemahaman terlebih dahulu tentang kesehatan tubuh kita. Karena Fruitarian sendiri memiliki dampak bisa mengurangi asupan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Seperti vitamin D yang didapat dari susu, serta zat besi dan vitamin B-12 (dari daging dan binatang). Sebab telah ada kasus Fruitarian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dikarenakan dirinya salah mengaplikasikan pola diet ini. Dialah Asthon Kutcher, warga Amerika yang meniru kebiasaan Fruitarian Steve Jobs. Dirinya meninggal karena tidak sesuainya asupan gizi yang diperlukan tubuh dengan pemasukan yang dilakukannya.

“Saya tidak merekomendasikannya. Pola makan ini bisa menyebabkan kurang gizi dan keletihan serat bisa menyebabkan sakit perut. Mengganti air putih dengan jus buah juga berbahaya karena kandungan gula dalam jus sangatlah tinggi,” kata Anna Daniels, seorang ahli Gizi, mengutip dari Kompas.com.

Menurut Zoe Harcombe, seorang ahli nutrisi mengatakan bahwa buah mengandung gula dan gula adalah faktor yang mempercepat penuaan. Penganut Fruitarian sebenarnya mendapatkan manfaat bukan dari apa yang mereka makan, tapi jenis makanan apa yang mereka hindari. Intinya adalah lakukan hal-hal yang memang dapat kita jalani dan kita rasakan. Jangan memaksakan hal yang tidak biasa, sebab akan berdampak buruk bagi tubuh kita.

Jadi, apakah kamu tertarik pola diet terbaru ini?

Redaktur Tulisan: Maya Andani

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Annisa Van Rizky

Hidup Minimalis Untuk Hidup Lebih Bahagia

Minimalis adalah gaya hidup dimana kita memiliki barang-barang yang sedikit tetapi barang-barang tersebut memiliki nilai di kehidupan kita. Penelitian yang dilakukan seorang Dosen di Bali tentang Gaya Hidup New Minimalism menjelaskan bahwa istilah minimalis yang muncul pada abad ke 19 dengan motto less is better telah memberikan perubahan akan gaya hidup, arsitektur, desain, dan musik yang awalnya terinspirasi oleh penanaman filsafat Zen Budha ke dalam gaya hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *