Home / Hiburan / Film / Hidden Figures, Kisah Perjuangan Perempuan Minoritas

Hidden Figures, Kisah Perjuangan Perempuan Minoritas

Sumber foto: fontsinuse.com/uses/15407/hidden-figures-movie-poster-1

Siti Halimah/Widya Tri Utami

Pijar, Medan. Tidak seperti sekarang, di masa yang lampau ras kulit hitam dan kulit putih mendapat perlakuan yang berbeda. Ras kulit hitam dianggap sebagai kelas yang rendah dibandingkan dengan ras kulit putih. Hal ini lah yang menjadi topik utama cerita film Hidden Figures yang dirilis pada tahun 2016 oleh 20th Century Fox.

Film ini diperankan oleh aktor dan aktris papan atas Hollywood seperti Taraji P. Henson, Octavia Spencer, Jannele Monae, Kevin Kostner hingga Kristen Dunst. Film yang disutradarai oleh Theodore Melfi dan naskah ditulis oleh Melfi dan Allison Schroeder ini diangkat dari buku dengan judul yang sama oleh Margot Lee Shetterly yang mana berdasarkan kisah nyata.

Isu tentang perbedaan ras kulit hitam dan kulit putih sampai sekarang masih menjadi hal yang sensitif. Di film ini kita akan diperkenalkan dengan tiga wanita genius ahli matematika yakni, Katherine Goble, Dorothy Voughan, dan Mary Jackson. Ketiga wanita ini yang merasakan bagaimana sulitnya kehidupan saat itu bagi ras kulit hitam.

Mary Jackson, perempuan yang berkeinginan menjadi insinyur NASA namun ditolak karena gendernya sebagai wanita dan berkulit hitam, sedangkan yang diharuskan untuk bersekolah tinggi di sekolah tersebut hanya lah orang berkulit putih. Hal inilah yang menghambat cita-cita Mery. Dorothy Voughan, Pengawas dari Area Barat yang jabatannya selalu berada diambang kegagalan dikarenakan warna kulitnya. Katherine Goble, ahli matematika genius yang dipekerjakan oleh Kelompok Kerja Luar Angkasa (yang melakukan perhitungan super-njelimet bagi NASA) yang selalu mendapatkan tatapan sinis dari seluruh rekan kerjanya dikarenakan berkulit hitam.

Selama bekerja di Kelompok Kerja Luar Angkasa, Katherine harus pergi ke toilet area barat dengan berlari-lari sejauh setengah mil yang menghabiskan waktu 40 menit hanya karena di tempat kerjanya tidak tersedia toilet wanita kulit hitam. Hal seperti ini juga terjadi pada Dorothy yang tidak dapat meminjam buku yang dibutuhkannya di perpustakaan dikarenakan buku tersebut berada di area buku untuk kulit putih. Bukan hanya itu saja, masih banyak hal lain yang dibeda-bedakan seperti pintu masuk, keran minum umum, sekolah, tempat duduk di bus dan masih banyak lagi. Bahkan, orang-orang kulit hitam saat ini mendapat pandangan aneh dari orang-orang kulit putih di jalanan.

Walaupun ada pembedaan-pembedaan tersebut, tidak membuat Katherine patah semangat dalam menyumbangkan jasanya dalam perhitungan, arah, dan lokasi lintasan roket NASA yakni Apollo 11 yang merupakan roket pertama yang tiba di bulan dengan awak manusia pada tahun 1969. Pada saat itu Amerika Serikat bersaing ketat dengan Rusia dalam perjuangan untuk meluncur ke luar angkasa.

Atas jasa-jasanya Katherine Goble mendapat tanda jasa tertinggi dari Amerika Serikat, oleh Presiden AS Barack Obama pada tahun 2015. Selain itu, Dorothy Voughan diangkat untuk mengepalai seksi pemrograman di Divisi Analisis dan Komputasi dan Mary Jackson meraih gelar teknisi paling senior dan sepanjang masa kerjanya aktif mempromosikan perempuan ke dalam NASA.

Film yang mendapatkan empat penghargaan sekaligus di African-American Film Critics Association ini bagus untuk ditonton. Film ini bukan hanya menginspirasi saja namun juga mengajarkan kita bahwa gender dan ras bukan menjadi penghalang bagi kita untuk menuju kesuksesan tetapi ilmu, kerja keras dan kemauan yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesan.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Gambar: popsugar-assets.com

US, ANTARA KETAKUTAN DIRI SENDIRI DAN SOSOK DOPPELGANGER

Kisah ini bermula dari cerita sebuah keluarga di musim panas. Adelaide Wilson, yang diperankan oleh Lopita Nyong’o, bersama dengan suami dan anak-anaknya yang pergi ke sebuah rumah tepi pantai yang pernah ia tinggali semasa kecil. Mereka kemudian mulai menghabiskan masa liburan musim panas di sebuah pantai Santa Cruz.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *