Home / Lifestyle / Makna Apa Yang Tersembunyi di Balik Simbol Angka Botol Plastik?

Makna Apa Yang Tersembunyi di Balik Simbol Angka Botol Plastik?

Sumber: enagickangenwaterindonesia.com

Putri Arum Marzura

Pijar, Medan. Tidak asing bagi kita tentang air minum berkemasan botol plastik, sebab kita juga tentu pernah mengonsumsinya. Dalam keseharian, banyak orang Indonesia mengonsumsi air minum berkemasan botol plastik. Dilansir dari tribunnews.com, konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia sepanjang 2014 tercatat sebesar 23,1 miliar liter. Catatan tersebut bertumbuh 11,3% dari permintaan di 2013 yang sebesar 20,48 miliar liter. Bayangkan, ada begitu banyak manusia yang mengonsumsi air minum berkemasan botol plastik setiap harinya.

Menelusuri lebih dalam lagi, tahukah kamu bahwa setiap air minum berkemasan botol plastik memiliki simbol angka dalam segitiga? Banyak orang sepele dengan simbol ini dan mengabaikannya begitu saja. Bahkan, banyak orang yang tidak mengetahui apa maksud dari simbol tersebut. Simbol-simbol tersebut memiliki arti yang memberitahukan bahwa kemasan tersebut bisa didaur ulang atau tidak dan berapa kali batas pemakaiannya. Simbol angka ini penting diketahui, sebab ini berkaitan dengan kesehatan.

Simbol angka dalam segitiga tersebut memiliki arti dan aturan tertentu. Pertama (1), PET atau PETE (Polyethylene Terephthalate). Plastik dengan tulisan angka 1 ini paling banyak digunakan sebagai bahan daur ulang. Jenis ini biasanya berwarna bening dan digunakan untuk kemasan botol minuman sekali pakai. Beberapa mengatakan ia cukup aman, namun jenis plastik ini juga dikenal dapat membuat bakteri terakumulasi. Pastikan hanya menggunakan botol plastik jenis ini sekali saja (tidak untuk digunakan berulang kali). Kedua (2), HDPE (High Density Polyethylene). Plastik ini biasanya berwarna opaque (buram). Plastik ini juga sering sekali dijadikan bahan daur ulang. Jenis ini temasuk salah satu dari 3 jenis plastik yang dikategorikan aman dan memiliki resiko rendah dari meleleh. Ketiga (3), V (Vinyl) atau PVC (Poly Vinyl Chloride). Plastik ini biasanya digunakan sebagai food wrap (pembungkus makanan) dan botol deterjen. Jenis ini biasanya jarang mau diterima pada program daur ulang sederhana. Plastik jenis ini biasanya dan kemungkinan mengandung phthalates, yang dihubungkan dengan banyak sekali masalah kesehatan seperti masalah pertumbuhan hingga keguguran janin. Selain itu ia juga mengandung DEHA (Bis(2-ethylhexyl)adipate), yang dapat bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) jika terpapar dalam jangka waktu yang lama. DEHA juga dihubungkan dengan hilangnya kepadatan tulang dan masalah ginjal. Jangan memasak ataupun membakar plastik jenis ini.

Keempat (4), LDPE (Low Density Polyethylene). Plastik jenis ini sama dengan simbol nomor 3. Kelima (5), PP (Poly Propylene). Plastik ini juga termasuk salah satu jenis plasik yang aman untuk digunakan. Biasanya digunakan sebagai wadah yogurt, botol kecap, botol sirup dan botol obat-obatan. Keenam (6), PS (Poly Styrene). Poly Styrene adalah nama resmi dari bahan yang kita kenal sebagai styrofoam. Ia dikenal sebagai jenis plastik yang sangat sulit untuk didaur ulang, sehingga berbahaya bagi lingkungan. Plastik jenis ini juga beresiko terhadap kesehatan, dapat menyebabkan kebocoran zat kimia yang beracun, terutama jika dipanaskan. Kebanyakan program daur ulang tidak mau menerima plastik jenis ini. Ketujuh (7), Lain-lain. Semua jenis bahan plastik yang tidak termasuk dalam kategori 1-6 dimasukkan pada kategori nomor 7. Kategori ini salah satu diantaranya termasuk juga plastik berbahan polycarbonate, yang dikenal mengandung racun bishphenol-A (BPA). Jenis ini harus dihindari karena dapat mengakibatkan gangguan kesimbangan hormon yang berhubungan erat dengan kemandulan, hiperaktif, permasalahan reproduksi dan masalah kesehatan lain. (Dilansir dari: enagickangenwaterindonesia.com)

Ternyata, banyak sekali arti simbol angka dalam segitiga yang kita temui dan tidak kita perhatikan sama sekali apa maksudnya. Dampak dari air minum kemasan botol plastik pun sangat berbahaya jika didaur ulang. Dr. Ade SS (Dokter Umum) mengatakan, “Sebenarnya begini. Kebanyakan orang sangat sepele dan sering kali mengisi ulang air biasa di botol plastik yang sudah dipakai berulang-ulang. Karena plastik itu kan memiliki bahan kimianya juga. Jika diisi air berulang-ulang maka zat kimia tersebut bisa tercampur dan masuk ke dalam tubuh kita. Itu lah gunanya mengapa simbol angka dalam segitiga sangat penting diketahui dan setiap air minum berkemasan botol plastik diberikan simbol tersebut.”

Sekarang, kita seharusnya sudah bisa lebih memperhatikan apa yang kita konsumsi dan yang masuk ke dalam tubuh. Berbahaya atau tidaknya suatu makanan atau minuman kita lah yang menjaga dan memilihnya. Sobat Pijar, mari kita budayakan mengetahui barang atau bahan daur ulang demi kesehatan tubuh kita.

 

Redaktur Tulisan: Maya Andani

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Annisa Van Rizky

Hidup Minimalis Untuk Hidup Lebih Bahagia

Minimalis adalah gaya hidup dimana kita memiliki barang-barang yang sedikit tetapi barang-barang tersebut memiliki nilai di kehidupan kita. Penelitian yang dilakukan seorang Dosen di Bali tentang Gaya Hidup New Minimalism menjelaskan bahwa istilah minimalis yang muncul pada abad ke 19 dengan motto less is better telah memberikan perubahan akan gaya hidup, arsitektur, desain, dan musik yang awalnya terinspirasi oleh penanaman filsafat Zen Budha ke dalam gaya hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *